UMTUMT
REPLIKREPLIKPemilihan umum 2019 menjadi momen strategis dalam demokrasi Indonesia, terutama dengan pelaksanaan pemilu simultan yang mencakup pemilihan Presiden, Wakil Presiden, serta anggota DPR, DPD, dan DPRD. Dalam konteks hak asasi manusia, pemilu berfungsi sebagai sarana pemenuhan hak politik seluruh warga negara, termasuk komunitas adat seperti Baduy. Namun, proses pemilu di komunitas adat ini menghadapi tantangan akibat perbedaan antara hukum nasional dan hukum adat, antara lain penolakan pendaftaran KTP elektronik, pembatasan sosialisasi dan kampanye, penentuan lokasi TPS berdasarkan petunjuk spiritual adat, larangan penggunaan listrik selama proses pemungutan suara, serta rendahnya tingkat pendidikan yang memengaruhi rekrutmen petugas TPS. Upaya penyelenggara pemilu, seperti KPU, Bawaslu, dan Komnas HAM, untuk melindungi hak politik komunitas adat dilakukan melalui pendekatan deliberatif bersama pemimpin adat. Beberapa kompromi dicapai, antara lain pendaftaran pemilih berdasarkan catatan desa tanpa kewajiban memiliki KTP elektronik, pendistribusian TPS ke 12 lokasi untuk meningkatkan aksesibilitas, serta penggunaan lampu darurat untuk penghitungan suara. Kendala pendidikan yang membatasi rekrutmen petugas TPS diatasi dengan sistem hybrid yang melibatkan anggota Baduy Luar dan non‑Baduy guna memenuhi standar administratif dan literasi. Implementasi pemilu 2019 di komunitas Baduy menunjukkan bahwa hukum pemilu dapat diterapkan secara fleksibel sambil tetap menghormati nilai‑nilai adat serta prinsip inklusivitas dan nondiskriminasi, sehingga model ini dapat dijadikan referensi bagi pemenuhan hak politik komunitas adat lainnya di Indonesia.
Analisis menunjukkan bahwa prinsip‑prinsip hukum elektoral menghadapi hambatan di komunitas Baduy karena kuatnya ketaatan pada hukum adat, meliputi persyaratan administrasi pemilih, pembatasan kampanye, penentuan lokasi TPS, penerangan saat penghitungan suara, dan rekrutmen petugas TPS.Meskipun demikian, pendekatan deliberatif yang menghormati hukum adat berhasil memastikan partisipasi politik Baduy tanpa melanggar hak konstitusional maupun peraturan nasional, serta menunjukkan fleksibilitas penerapan hukum elektoral dengan tetap menjaga inklusivitas dan nondiskriminasi.Model pemilihan 2019 ini dapat dijadikan referensi bagi pelaksanaan pemilu di komunitas adat lain dengan sistem sosial‑politik yang unik.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi alternatif mekanisme verifikasi pemilih yang tidak mengandalkan KTP elektronik, sehingga lebih selaras dengan nilai‑nilai adat Baduy dan komunitas adat serupa. Ide ini dapat dijadikan pertanyaan penelitian: “Bagaimana efektivitas penggunaan catatan kependudukan desa atau sistem identitas tradisional dalam menjamin kelayakan pemilih tanpa menimbulkan konflik hukum? Selanjutnya, penting untuk menilai dampak jangka panjang dari model gabungan petugas TPS yang melibatkan anggota Baduy Luar dan non‑Baduy, khususnya terhadap partisipasi politik dan peningkatan kapasitas administratif masyarakat. Pertanyaan yang dapat diangkat adalah: “Apakah partisipasi politik komunitas Baduy meningkat secara berkelanjutan setelah penerapan sistem hybrid petugas TPS pada pemilu selanjutnya? Selain itu, perbandingan antar‑komunitas adat yang berbeda dalam pelaksanaan pemilu dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik yang dapat diadaptasi. Penelitian dapat menanyakan: “Strategi apa yang paling efektif untuk menyeimbangkan penghormatan terhadap hukum adat dengan kepatuhan terhadap regulasi pemilu nasional pada komunitas adat selain Baduy? Metode kualitatif dengan studi kasus komparatif serta analisis kebijakan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika ini. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan integrasi hukum adat dalam proses demokratis. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat kerangka kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif bagi seluruh komunitas adat di Indonesia. Dengan demikian, tiga arah penelitian tersebut dapat memperluas pengetahuan tentang cara mengoptimalkan partisipasi politik sambil melestarikan warisan budaya.
| File size | 274.22 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi madu 10% efektif untuk memperbaiki jaringan pankreas. Dalam pandangan Islam, wajib hukumnya untukDari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi madu 10% efektif untuk memperbaiki jaringan pankreas. Dalam pandangan Islam, wajib hukumnya untuk
YARSIYARSI Data diambil menggunakan spirometri dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 92,5% responden memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, menunjukkan fungsiData diambil menggunakan spirometri dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 92,5% responden memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, menunjukkan fungsi
YARSIYARSI Analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,008, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yangAnalisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,008, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang
YARSIYARSI Al-Quran dan sunnah tidak mengatur secara konkrit mengenai batas usia melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashidAl-Quran dan sunnah tidak mengatur secara konkrit mengenai batas usia melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid
UNDWIUNDWI Dari 31 siswa, sebanyak 30 (96,7%) siswa dinyatakan tuntas dalam siklus II. Hanya 1 (3,22%) orang siswa yang mendapatkan skor di bawah KKM. Hal ini mengindikasikanDari 31 siswa, sebanyak 30 (96,7%) siswa dinyatakan tuntas dalam siklus II. Hanya 1 (3,22%) orang siswa yang mendapatkan skor di bawah KKM. Hal ini mengindikasikan
DOKICTIDOKICTI Mekanisme Pengurangan Masa Hukuman Bagi Narapidana Korupsi Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkulu mendapati kesimpulan bahwa syarat dan mekanismeMekanisme Pengurangan Masa Hukuman Bagi Narapidana Korupsi Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkulu mendapati kesimpulan bahwa syarat dan mekanisme
UIMUIM Selain itu, artikel ini juga akan mengevaluasi efektivitas hukuman yang diberlakukan terhadap pelanggaran perizinan dalam konteks hukum positif. DiharapkanSelain itu, artikel ini juga akan mengevaluasi efektivitas hukuman yang diberlakukan terhadap pelanggaran perizinan dalam konteks hukum positif. Diharapkan
UNMUHUNMUH Penekanan terhadap komponen program pembelajaran antara lain berpusat pada Pengajar, Peserta didik. Teknik yang digunakan ceramah diskusi,dan teknik teamPenekanan terhadap komponen program pembelajaran antara lain berpusat pada Pengajar, Peserta didik. Teknik yang digunakan ceramah diskusi,dan teknik team
Useful /
UNDWIUNDWI Namun, sementara siswa sering kali berjuang dengan struktur kalimat yang kompleks dan tugas pemahaman tingkat tinggi, dosen menunjuk beberapa hambatanNamun, sementara siswa sering kali berjuang dengan struktur kalimat yang kompleks dan tugas pemahaman tingkat tinggi, dosen menunjuk beberapa hambatan
UMTUMT Penyelesaian sengketa warisan, terutama yang melibatkan individu transeksual, bersifat kompleks karena ambiguitas identitas gender dan beragam perspektifPenyelesaian sengketa warisan, terutama yang melibatkan individu transeksual, bersifat kompleks karena ambiguitas identitas gender dan beragam perspektif
STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU Studi ini meneliti pengembangan sistem pengering tenaga surya yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi pengeringanStudi ini meneliti pengembangan sistem pengering tenaga surya yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi pengeringan
STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU Semua kriteria diberi bobot sama, membuat penilaian kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metodeSemua kriteria diberi bobot sama, membuat penilaian kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode