UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahCellulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan subkutan yang terjadi akibat gangguan pada penghalang kulit, disfungsi imun, dan/atau gangguan sirkulasi. Infeksi ini memiliki berbagai faktor risiko, salah satunya adalah diabetes mellitus yang tidak terkendali. Kebersihan juga sangat penting untuk pencegahan dan pengelolaan jangka panjang guna mencegah infeksi ulang. Seorang pria berusia 52 tahun datang dengan penurunan kesadaran dua hari sebelum dirawat di rumah sakit. Pasien juga memiliki bulla, edema, dan nyeri pada tungkai bawah kanan. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus yang tidak terkendali. Kondisinya sangat parah dengan Glasgow Coma Scale (GCS) 8 (E2M4V2), hipotensi, dan takikardia. Pada 1/3 distal cruris kanan dan dorsum kaki kanan, terdapat hiperpigmentasi merah-kehitaman yang tidak terdefinisi dengan baik, dengan multiple plak berukuran bulla yang memiliki tepi tidak beraturan dan terasa hangat saat diraba. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hiperglikemia (733 mg/dL). Pasien dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dengan terapi multidisiplin. Cellulitis merupakan beban kesehatan yang signifikan karena terkait dengan peningkatan angka rawat inap dan biaya medis. Jika tidak diobati dengan segera, infeksi ini dapat menyebabkan infeksi berat atau sepsis. Terapi holistik diperlukan, termasuk mengendalikan faktor predisposisi, menjaga kebersihan, terapi simtomatik, dan antibiotik untuk mencegah infeksi ulang dan meningkatkan hasil pengobatan cellulitis. Pengendalian faktor risiko dan pemeliharaan kebersihan sangat penting karena merupakan langkah pencegahan yang efektif dan pengelolaan jangka panjang untuk cellulitis, yang dapat meningkatkan kondisi kesehatan dan kualitas hidup pasien, serta menurunkan angka kejadian cellulitis dan beban kesehatan.
Kasus ini menggambarkan implikasi klinis serius dari cellulitis pada tungkai bawah pada pasien dengan diabetes mellitus yang tidak terkendali, yang disertai dengan penurunan kesadaran, koma hiperglikemik, dan kecurigaan syok septik.Riwayat pasien yang tidak mematuhi pengobatan antidiabetes, ditambah dengan adanya luka kronis yang ditangani secara tidak tepat dengan pengobatan tradisional, menunjukkan peran penting dari faktor risiko sistemik dan lokal dalam memicu infeksi kulit dan jaringan lunak yang serius pada pasien diabetes.Hiperglikemia, gangguan fungsi penghalang kulit, dan insufisiensi vaskular bekerja secara sinergis untuk memperlambat penyembuhan luka dan memfasilitasi invasi bakteri, yang akhirnya menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa.Jalannya penyakit pada kasus ini menekankan bahwa cellulitis pada pasien diabetes bukanlah infeksi yang jinak, tetapi merupakan darurat medis yang dapat berkembang dengan cepat dan tidak terduga.Pengakuan dan inisiasi manajemen intensif yang cepat - yang terdiri dari antibiotik spektrum luas, resusitasi cairan intravena, dukungan inotropik, dan pemantauan intensif - sangat penting untuk menstabilkan kondisi pasien.Selain itu, manajemen komprehensif tidak hanya harus mengatasi infeksi akut, tetapi juga harus mengintegrasikan strategi jangka panjang, termasuk kontrol glikemik ketat, perawatan luka yang tepat, dan pendidikan pasien tentang kebersihan dan kepatuhan terhadap obat-obatan.Tindakan-tindakan ini sangat penting dalam mencegah kekambuhan, mengurangi komplikasi, dan meringankan beban kesehatan yang lebih luas yang terkait dengan cellulitis.
Untuk mengurangi beban kesehatan yang terkait dengan cellulitis, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif. Ini dapat mencakup studi tentang intervensi perilaku untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan antidiabetes dan praktik perawatan kulit yang tepat. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pendidikan pasien yang komprehensif dalam mencegah kekambuhan cellulitis. Strategi pendidikan ini dapat mencakup informasi tentang manajemen glikemik, perawatan luka, dan pentingnya kebersihan. Dengan menggabungkan intervensi akut dan strategi pencegahan jangka panjang, para profesional kesehatan dapat mengurangi morbiditas, mortalitas, dan biaya kesehatan yang terkait dengan cellulitis pada pasien diabetes. Akhirnya, penelitian kolaboratif antara dermatolog, internis, dan ahli perawatan intensif dapat meningkatkan pengelolaan cellulitis yang rumit pada populasi berisiko tinggi, dengan fokus pada optimasi hasil dan pengurangan komplikasi.
- Diagnosis and management of cellulitis | The BMJ. diagnosis management cellulitis bmj skip main content... doi.org/10.1136/bmj.e4955Diagnosis and management of cellulitis The BMJ diagnosis management cellulitis bmj skip main content doi 10 1136 bmj e4955
- Skin Lesions with Loss of Tissue and Cutaneous-Onset Sepsis: The Skin Infection–Sepsis Relationship.... mdpi.com/2075-4418/14/6/659Skin Lesions with Loss of Tissue and Cutaneous Onset Sepsis The Skin InfectionAeSepsis Relationship mdpi 2075 4418 14 6 659
| File size | 367.22 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSBUMSB Tujuan: untuk mengukur kinerja Rumah Sakit X di Kota Padang Panjang menggunakan pendekatan balanced scorecard, dengan menganalisis perspektif keuanganTujuan: untuk mengukur kinerja Rumah Sakit X di Kota Padang Panjang menggunakan pendekatan balanced scorecard, dengan menganalisis perspektif keuangan
UMSBUMSB Metodologi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 146 perawat. Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptifMetodologi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 146 perawat. Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptif
UMSBUMSB Hasil: Total sampel studi ini adalah 302 orang. Dominasi jenis kelamin pada kasus kecelakaan kendaraan bermotor adalah pada laki-laki (62%). MayoritasHasil: Total sampel studi ini adalah 302 orang. Dominasi jenis kelamin pada kasus kecelakaan kendaraan bermotor adalah pada laki-laki (62%). Mayoritas
UMSBUMSB Jenis olahraga yang efektif untuk lansia, contohnya senam. Senam osteoporosis adalah senam yang bersifat aerobik ringan, latihan kekuatan di kedua tangan,Jenis olahraga yang efektif untuk lansia, contohnya senam. Senam osteoporosis adalah senam yang bersifat aerobik ringan, latihan kekuatan di kedua tangan,
UMSBUMSB Pendahuluan: Stroke merupakan gangguan sirkulasi pada otak yang menimbulkan penyakit pada bagian tubuh lainnya, stroke non hemoragik menyebabkan keterlambatanPendahuluan: Stroke merupakan gangguan sirkulasi pada otak yang menimbulkan penyakit pada bagian tubuh lainnya, stroke non hemoragik menyebabkan keterlambatan
UMSBUMSB Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistemBerbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistem
UMSBUMSB Stunting merupakan bentuk kegagalan dalam tumbuh kembang pada anak balita atau bayi akibat kekurangan gizi yang nilai z-skornya kurang -2SD. BerdasarkanStunting merupakan bentuk kegagalan dalam tumbuh kembang pada anak balita atau bayi akibat kekurangan gizi yang nilai z-skornya kurang -2SD. Berdasarkan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Posyandu Flamboyan 20 desa Mekarrahayu, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung adalah posyandu dengan jumlah kunjungan mencapai 50-100 bayi/balita perPosyandu Flamboyan 20 desa Mekarrahayu, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung adalah posyandu dengan jumlah kunjungan mencapai 50-100 bayi/balita per
Useful /
UNIMMANUNIMMAN Data pada penelitian ini dianalisis secara univariat untuk melihat gambaran per indikator dan analisis bivariat dengan korelasi spearman untuk melihatData pada penelitian ini dianalisis secara univariat untuk melihat gambaran per indikator dan analisis bivariat dengan korelasi spearman untuk melihat
UNIMMANUNIMMAN Prosesnya melibatkan perendaman bahan tumbuhan yang dihaluskan atau ditumbuk kasar dalam cairan pelarut (pencair) di wadah tertutup. Fraksinasi adalahProsesnya melibatkan perendaman bahan tumbuhan yang dihaluskan atau ditumbuk kasar dalam cairan pelarut (pencair) di wadah tertutup. Fraksinasi adalah
UMSBUMSB Peradangan gingiva (gingivitis) dapat terjadi pada setiap orang, termasuk ibu hamil. Kejadian ini merupakan respon inflamasi berlebihan dari gingiva terhadapPeradangan gingiva (gingivitis) dapat terjadi pada setiap orang, termasuk ibu hamil. Kejadian ini merupakan respon inflamasi berlebihan dari gingiva terhadap
UMSBUMSB Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyebab penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan di Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyebab penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan di Jakarta Selatan. Penelitian ini adalah penelitian