UWHSUWHS
Jurnal Fisioterapi dan RehabilitasiJurnal Fisioterapi dan RehabilitasiSpondylosis merupakan penyakit degeneratif yang melibatkan kerusakan pada kartilago diskus intervertebralis, menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan mulai dari masalah muskuloskeletal hingga neuromuskuler. Kerusakan yang terjadi pada kartilago akan mengakibatkan timbulnya penebalan subchondral yang kemudian terjadi osteofit dan mengakibatkan penyempitan pada foramen intervertebralis. Hal ini akan menyebabkan penurunan kemampuan fungsional dikarenakan adanya nyeri pada punggung bawah, terbatasnya kemampuan bergerak pada sendi lumbal, perubahan pola berjalan dan penurunan stabilitas postur. Williams Flexion Exercise menjadi latihan yang dapat mengurangi nyeri dan memberikan stabilitas pada vertebra, Kinesio taping mampu memberikan rangsangan sensorik yang berkesinambungan kepada reseptor kulit, yang secara efektif dapat meredakan nyeri dan kestabilan pada otot serta sendi, tanpa menghambat gerakan mereka. Tujuan untuk mengevaluasi efek kombinasi latihan Williams Flexion Exercise dan Kinesio Taping terhadap nyeri dan kemampuan fungsional pada pasien dengan kondisi Spondylosis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal, melibatkan pasien berusia 65 tahun yang mengalami spondylosis thoracolumbalis dengan keluhan utama pasien mangalami nyeri punggung bawah dan kesemutan pada kedua kaki yang menjalar ketika berjalan. Pemberian latihan Williams Flexion Exercise dan Kinesio Taping dilakukan sebanyak 6 kali dalam 3 minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perbedaan setelah dan sebelum dilakukannya intervensi, yaitu terjadi penurunan tingkat nyeri, peningkatan kekuatan otot extremitas bawah dan peningkatan kemampuan fungsional dari pasien yang diukur menggunakan index ODI dari nilai 60% menjadi 39%.
Berdasarkan hasil terapi yang telah dilakukan selama 6 kali pertemuan dengan latihan Williams Flexion Exercise, didapatkan hasil penurunan nyeri pada punggung pasien, lingkup gerak sendi meningkat, nilai kekuatan otot bertambah, serta kemampuan dalam aktivitas sehari-hari seperti berjalan, duduk, jongkok meningkat tanpa adanya nyeri.Williams Flexion Exercise dapat berpengaruh untuk menurunkan nyeri, serta mengurangi spasme dengan memperkuat otot abdominal dan penguluran otot paravetebra.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas kombinasi latihan Williams Flexion dan Kinesio Taping pada berbagai tingkat keparahan spondylosis, dengan melibatkan kelompok sampel yang lebih besar dan periode intervensi yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi respons pasien terhadap terapi ini, seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan komorbid. Selanjutnya, penelitian dapat menginvestigasi potensi sinergi antara kombinasi latihan Williams Flexion dan Kinesio Taping dengan modalitas terapi lain, seperti terapi manual atau elektroterapi, untuk meningkatkan hasil klinis secara keseluruhan. Terakhir, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari kombinasi latihan ini dalam mencegah kekambuhan nyeri dan mempertahankan perbaikan fungsional pada pasien spondylosis.
| File size | 913.91 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UWHSUWHS Beban kerja yang tinggi ditambah dengan posisi kerja duduk yang cenderung statis lebih dari 4 jam akan memperberat kerja otot punggung dalam menopang tubuhBeban kerja yang tinggi ditambah dengan posisi kerja duduk yang cenderung statis lebih dari 4 jam akan memperberat kerja otot punggung dalam menopang tubuh
UWHSUWHS Salah satu faktor resiko dismenorea usia, lama menstruasi dan akibat penurunan progresteron sehingga terjadi peningkatan hormon prostaglandin yang menyebabkanSalah satu faktor resiko dismenorea usia, lama menstruasi dan akibat penurunan progresteron sehingga terjadi peningkatan hormon prostaglandin yang menyebabkan
UWHSUWHS Mayoritas terjadi pada sisi lutut kanan sebanyak 56. Dorongan berkunjung pasien didominasi arahan dokter sebanyak 71. 1%. Jenis graft yang paling banyakMayoritas terjadi pada sisi lutut kanan sebanyak 56. Dorongan berkunjung pasien didominasi arahan dokter sebanyak 71. 1%. Jenis graft yang paling banyak
UWHSUWHS Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pre-post test dengan sampel 20 lansia di wilayah puskesmas Poncol Kota Pekalongan. Hasil uji beda menunjukkanPenelitian ini menggunakan desain eksperimen pre-post test dengan sampel 20 lansia di wilayah puskesmas Poncol Kota Pekalongan. Hasil uji beda menunjukkan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur penelitian terdahulu, baik dari jurnalMetode penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur penelitian terdahulu, baik dari jurnal
UWHSUWHS Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data yaitu menggunakan kuesionerMetode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data yaitu menggunakan kuesioner
UWHSUWHS Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah wanita berusia 45–55Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah wanita berusia 45–55
UMLUML Jumlah populasi lansia secara global tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi usia muda, menghadirkan tantangan kesehatan seperti penurunan fungsi eksekutifJumlah populasi lansia secara global tumbuh lebih cepat dibandingkan populasi usia muda, menghadirkan tantangan kesehatan seperti penurunan fungsi eksekutif
Useful /
UWHSUWHS Risiko cedera ACL disertai ALL ini dapat meningkat karena adanya beberapa faktor baik dari luar (ekstrinsik) maupun dari dalam (intrinsik), juga faktorRisiko cedera ACL disertai ALL ini dapat meningkat karena adanya beberapa faktor baik dari luar (ekstrinsik) maupun dari dalam (intrinsik), juga faktor
UWHSUWHS Berdasarkan hasil studi, didapatkan bahwa: 1). Penerapan pelatihan DNS memperhatikan beberapa konsep, diantaranya: developmental kinesiology, joint centration,Berdasarkan hasil studi, didapatkan bahwa: 1). Penerapan pelatihan DNS memperhatikan beberapa konsep, diantaranya: developmental kinesiology, joint centration,
UWHSUWHS Intervensi menggunakan ultrasound diathermy, mobilisasi saraf median, gliding tendon, dan latihan bola selama tiga sesi terbukti efektif dalam mengurangiIntervensi menggunakan ultrasound diathermy, mobilisasi saraf median, gliding tendon, dan latihan bola selama tiga sesi terbukti efektif dalam mengurangi
UWHSUWHS Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah Modified Borg dengan mengukur derajat sesak. Dilihat dari nilai rerata menunjukkan adanya perubahanAlat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah Modified Borg dengan mengukur derajat sesak. Dilihat dari nilai rerata menunjukkan adanya perubahan