STAISDHARMASTAISDHARMA

Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatKusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Obesitas dan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit metabolik dan kardiovaskular. Pengukuran ketebalan lemak subkutan menggunakan fat caliper adalah metode sederhana, efektif, dan hemat biaya untuk menilai persentase lemak tubuh pada populasi usia produktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Grogol, Jakarta Barat, dengan melibatkan 67 peserta usia produktif. Pengukuran dilakukan pada empat titik tubuh utama, yaitu biceps, triceps, suprailiac, dan subscapular, oleh tim terlatih dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Hasil skrining menunjukkan bahwa pada pemeriksaan fat caliper, persentase peserta dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi pada area biceps, triceps, suprailiac, dan subscapular masing-masing adalah 43,28%, 31,35%, 35,82%, dan 8,95%, yang menandakan potensi risiko kelebihan lemak tubuh. Edukasi mengenai pencegahan obesitas melalui pengaturan pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik diberikan kepada peserta. Kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining dini menggunakan fat caliper dan edukasi kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah komplikasi obesitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Deteksi dini akumulasi lemak tubuh sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius dan mengurangi beban sistem kesehatan.Pemeriksaan menggunakan fat caliper, khususnya pada empat titik utama (triceps, subsubscapular, suprailiac, dan abdomen) terbukti sebagai alat yang efektif, sederhana, dan murah untuk mendeteksi kelebihan lemak tubuh subkutan secara dini.Pemeriksaan ini penting untuk mencegah obesitas dan komplikasinya, mendukung upaya promotif dan preventif terhadap obesitas, serta meningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki validitas dan akurasi pengukuran lemak subkutan dengan fat caliper dibandingkan metode bioelectrical impedance analysis (BIA) pada populasi usia produktif di wilayah perkotaan Indonesia, untuk menentukan kesesuaian alat yang lebih sederhana dalam skrining massal. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang program edukasi gizi dan aktivitas fisik yang diberikan selama kegiatan pengabdian, dengan mengamati perubahan persentase lemak tubuh serta kejadian penyakit metabolik selama minimal satu tahun. Selanjutnya, penelitian multisentra dapat memperluas skrining ke daerah lain, termasuk wilayah pedesaan, serta menambahkan pengukuran lemak visceral menggunakan ultrasonografi, guna menilai perbedaan distribusi lemak dan faktor risiko terkait, serta mengidentifikasi kebutuhan intervensi yang lebih spesifik untuk masing‑masing komunitas. Metode yang diusulkan mencakup penggunaan sampel acak stratifikasi berdasarkan usia dan jenis kelamin, serta analisis statistik multivariat untuk mengontrol variabel konfounding seperti indeks massa tubuh dan tingkat aktivitas fisik. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat kebijakan kesehatan publik dalam mengimplementasikan program skrining lemak tubuh yang terjangkau dan efektif di seluruh wilayah Indonesia.

  1. Pengabdian Masyarakat - Pengukuran Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut dalam Upaya Pemetaaan Obesitas... jurnal-stiepari.ac.id/index.php/sewagati/article/view/596Pengabdian Masyarakat Pengukuran Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut dalam Upaya Pemetaaan Obesitas jurnal stiepari ac index php sewagati article view 596
Read online
File size423.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test