UIGMUIGM

Indonesian Global Journal Of Medical Research and DevelopmentIndonesian Global Journal Of Medical Research and Development

Kesehatan mental anak merupakan prioritas kesehatan masyarakat global. Masyarakat di daerah lahan basah (wetland) menghadapi tantangan lingkungan, sosial, dan kesehatan yang unik yang dapat memengaruhi kesejahteraan anak. Untuk meninjau bukti-bukti tentang promosi kesehatan mental anak di masyarakat lahan basah dan komunitas rentan lainnya yang sebanding, tinjauan literatur naratif dilakukan dengan menggunakan artikel yang ditelaah sejawat (peer-reviewed), tinjauan sistematis, dan laporan internasional yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026. Literatur diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, serta publikasi institusional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, dan lainnya. Pendekatan sintesis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang berulang terkait promosi kesehatan mental anak. Bukti secara konsisten mengidentifikasi dukungan keluarga, keterikatan dengan sekolah, keterampilan resiliensi, pembelajaran sosial-emosional, identitas budaya, dan keterlibatan masyarakat sebagai faktor-faktor protektif utama. Faktor risiko meliputi kemiskinan, kerentanan lingkungan, ketidaksetaraan pendidikan, dan stresor psikososial. Intervensi berbasis sekolah meningkatkan kompetensi emosional, resiliensi, dan kesejahteraan mental. Pendekatan berbasis masyarakat dan responsif budaya memperkuat identitas dan rasa memiliki. Bukti yang berkembang juga mendukung pendekatan berbasis seni dan partisipatif.

Promosi kesehatan mental anak di masyarakat lahan basah harus dipahami sebagai proses ekologis multidimensi yang melibatkan anak-anak, keluarga, sekolah, budaya, dan sistem masyarakat.Program ke depan harus mengintegrasikan kearifan lokal, penguatan resiliensi, dan strategi promosi kesehatan yang berakar pada budaya.Keluarga, sekolah, dan komunitas memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan mental anak.Penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah, pendekatan responsif budaya, dan strategi promosi kesehatan yang berakar pada budaya dapat meningkatkan kesejahteraan mental anak.Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami cara-cara terbaik dalam mempromosikan kesehatan mental anak di masyarakat lahan basah.

Untuk meningkatkan kesehatan mental anak di masyarakat lahan basah, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terpadu. Pertama, penting untuk mengintegrasikan kearifan lokal dan budaya dalam program promosi kesehatan mental. Masyarakat lahan basah memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat identitas dan rasa memiliki anak-anak. Kedua, penguatan resiliensi harus menjadi fokus utama. Penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dapat dikembangkan melalui dukungan keluarga, keterlibatan komunitas, dan kesempatan untuk membangun kompetensi. Ketiga, strategi promosi kesehatan yang berakar pada budaya dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan sosial-emosional dan menumbuhkan rasa percaya diri. Pendekatan berbasis seni dan partisipatif juga dapat menjadi alternatif yang menjanjikan dalam mempromosikan kesehatan mental anak. Dengan menggabungkan kekuatan keluarga, sekolah, dan komunitas, serta memanfaatkan sumber daya lokal dan budaya, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental anak di masyarakat lahan basah.

  1. From resilience to wellbeing: Identity‐building as an alternative framework for schools’... doi.org/10.1002/rev3.3264From resilience to wellbeing IdentityyAAAabuilding as an alternative framework for schoolsyAAAo doi 10 1002 rev3 3264
  2. Early Childhood Developmental Status in Low- and Middle-Income Countries: National, Regional, and Global... journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.1002034Early Childhood Developmental Status in Low and Middle Income Countries National Regional and Global journals plos plosmedicine article id 10 1371 journal pmed 1002034
Read online
File size296.09 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test