UIBUIB

Journal of Nutrition Research in Sustainable HealthJournal of Nutrition Research in Sustainable Health

Latar belakang: Obesitas tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang mendesak, dengan konsumsi minuman manis (SSB) diidentifikasi sebagai faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi. Minuman seperti soda, jus manis, teh, dan minuman energi menyediakan asupan kalori tinggi dengan nilai gizi minimal, berkontribusi pada penambahan berat badan dan gangguan metabolisme. Tinjauan naratif ini mensintesis bukti ilmiah terkini tentang hubungan antara konsumsi SSB dan risiko obesitas, serta mengidentifikasi determinan sosiodemografi utama dan implikasi kebijakan kesehatan masyarakat. Metode: Pencarian literatur dilakukan di PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci sugar-sweetened beverages, obesity, dan overweight. Dari total 21.892 catatan yang diidentifikasi (2020–2025), delapan studi cross-sectional dan epidemiologi dimasukkan berdasarkan relevansi dan kualitas publikasi. Hasil: Delapan studi dari berbagai negara (Amerika Serikat, Cina, Arab Saudi, dan Indonesia) secara konsisten menunjukkan hubungan positif antara asupan SSB dan peningkatan indeks massa tubuh (BMI), adipositas abdominal, dan prevalensi obesitas secara keseluruhan. Di antara anak-anak dan remaja, mengonsumsi lebih dari 25 g gula per hari meningkatkan kemungkinan kelebihan berat badan/obesitas sebesar 39%. Pada orang dewasa, konsumsi SSB harian dikaitkan dengan risiko obesitas 1,5 hingga 4,5 kali lebih tinggi. Mekanisme biologis utama meliputi peningkatan lipogenesis hepatik, resistensi insulin, dan peradangan sistemik yang diinduksi oleh asupan fruktosa berlebihan. Faktor sosiodemografi seperti status sosial ekonomi, jenis kelamin, budaya, dan perilaku gaya hidup lebih lanjut memodulasi hubungan ini. Kesimpulan: Konsumsi SSB yang berlebihan merupakan kontributor utama epidemi obesitas global melalui mekanisme metabolik dan perilaku yang saling terkait. Pencegahan yang efektif memerlukan strategi multidimensi yang mencakup kebijakan fiskal, reformulasi produk, pendidikan gizi, dan promosi alternatif minuman yang lebih sehat untuk mengurangi obesitas dan beban penyakit tidak menular di seluruh dunia.

Konsumsi minuman manis (SSB) yang berlebihan merupakan kontributor utama terhadap epidemi obesitas global melalui mekanisme metabolik dan perilaku yang saling terkait.Pencegahan yang efektif memerlukan strategi multidimensi yang mencakup kebijakan fiskal, reformulasi produk, pendidikan gizi, dan promosi alternatif minuman yang lebih sehat.Upaya ini bertujuan untuk mengurangi obesitas dan beban penyakit tidak menular di seluruh dunia.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman kita tentang hubungan antara konsumsi minuman manis dan obesitas. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari kebijakan pajak SSB terhadap perubahan perilaku konsumsi dan hasil kesehatan, khususnya pada kelompok populasi yang rentan. Kedua, studi intervensi yang berfokus pada peningkatan literasi gizi dan promosi alternatif minuman yang lebih sehat di kalangan anak-anak dan remaja dapat membantu mengembangkan strategi pencegahan yang efektif. Ketiga, penelitian yang mengeksplorasi interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup dalam memodulasi risiko obesitas terkait konsumsi SSB dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang mekanisme yang mendasari dan menginformasikan pendekatan pencegahan yang dipersonalisasi. Penelitian-penelitian ini, jika dilakukan secara komprehensif, dapat memberikan informasi berharga bagi pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan dalam merancang dan menerapkan intervensi yang efektif untuk mengatasi epidemi obesitas dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Read online
File size302.9 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test