NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL

Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat GlobalDevote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat secara umum. Berbagai penyebab anemia antara lain Defisiensi zat besi, defisiensi vitamin B12, defisiensi asam folat, perdarahan dan penyakit infeksi. Ibu hamil sangat rentan mengalami anemia karena meningkatnya kebutuhan tubuh ibu hamil terhadap zat besi seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, Ibu hamil dengan anemia akan berdampak tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan yang merupakan cikal bakal anak akan mengalami stunting. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu memberdayakan kelompok desa mitra yaitu kader, kelompok sosial ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan dini stunting dengan membentuk kelompok sosial ibu hamil dan kelompok masyarakat peduli anemia di Desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat. Metode Pelaksanaan dilakukan dengan target 20 peserta yang terdiri dari kader, kelompok sosial ibu hamil dan kelompok peduli anemia. Kegiatan yang dilakukan yaitu skrining anemia pada ibu hamil. Edukasi pada kader dan ibu hamil dengan metode ceramah dan diskusi. Pendampingan kader dengan melakukan supervise dan monitoring dalam melakukan pemeriksaan Hb. Hasil kegiatan masyarakat, 100% ibu hamil melakukan pemeriksaan kadar, 100% kader melakukan pemeriksaan kadar Hb dengan benar.

Kesimpulan dari kegiatan ini setelah dilakukan pemberdayaan kelompok desa mitra.ibu hamil dan kader dalam meningkatkan pengelolaan ibu hamil sebagai upaya pencegahan dini stunting di Desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, maka terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader tentang pengelolaan ibu hamil sebagai upaya pencegahan dini stunting.Terbentuknya satu kelompok sosial ibu hamil dan kader kesehatan peduli anemia.Kader mampu melakukan pemeriksaan kadar Hb secara mandiri dan benar.

Penelitian ini menunjukkan keberhasilan awal dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta kader. Namun, penting untuk memahami dampak jangka panjang dari program semacam ini. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada studi longitudinal yang mengevaluasi secara berkala status gizi ibu hamil, prevalensi anemia, dan angka kejadian stunting pada anak yang lahir dari ibu yang mengikuti program ini, setidaknya selama tiga hingga lima tahun setelah intervensi. Hal ini akan memberikan gambaran nyata tentang seberapa efektif program ini dalam mencapai tujuan pencegahan stunting secara berkelanjutan. Selain itu, mengingat peran penting keluarga dalam mendukung kesehatan ibu hamil, studi di masa depan bisa mengeksplorasi lebih jauh strategi untuk melibatkan suami dan anggota keluarga lain secara aktif dalam edukasi gizi dan pemantauan kesehatan ibu hamil. Pemahaman tentang bagaimana dukungan keluarga memengaruhi kepatuhan dan praktik pencegahan anemia akan sangat berharga. Terakhir, untuk memperluas jangkauan program serupa, diperlukan penelitian yang mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan hambatan dalam replikasi program pemberdayaan ini di desa-desa lain, dengan mempertimbangkan perbedaan konteks sosial, ekonomi, dan budaya setempat, sehingga model intervensi yang efektif dan berkelanjutan dapat dirumuskan untuk skala yang lebih luas di seluruh daerah.

Read online
File size465.48 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test