STIKMKSSTIKMKS
Jurnal MitrasehatJurnal MitrasehatLatar Belakang: Efikasi diri merupakan keyakinan individu dalam mengelola situasi, termasuk pada ibu hamil. Tingginya prevalensi anemia (48,9%) dan KEK (17,5%) pada ibu hamil di Indonesia diduga berkaitan dengan aspek psikologis ini. Tujuan: Menggambarkan distribusi efikasi diri ibu hamil berdasarkan karakteristik sosiodemografi dan status kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Metode: Penelitian deskriptif, menggunakan purposive sampling melibatkan 112 ibu hamil pada Maret-Mei 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengukuran LILA, dan pemeriksaan hemoglobin. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Sebanyak 57,1% responden memiliki efikasi diri tinggi. Proporsi tertinggi ditemukan pada ibu berpendidikan tinggi (66,2%), wiraswasta (75,0%), primigravida (59,5%), serta kelompok yang tidak mengonsumsi suplemen (67,6%) dan aktif mencari informasi kesehatan (59,2%). Status KEK lebih tinggi pada kelompok efikasi diri tinggi (32,8% vs 22,9%), namun prevalensi anemia lebih rendah pada kelompok tersebut (23,4% vs 29,2%). Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil memiliki efikasi diri tinggi dengan variasi berdasarkan karakteristik tertentu. Diperlukan intervensi terintegrasi dalam layanan antenatal untuk meningkatkan efikasi diri melalui konseling dan edukasi kesehatan berbasis digital.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil (57,1%) memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi, yang mencerminkan keyakinan positif mereka dalam menghadapi masa kehamilan.Berdasarkan temuan penelitian, disarankan tenaga kesehatan mengintegrasikan agar assessment dan intervensi untuk meningkatkan ibu hamil, khususnya yang efikasi diri rendah, layanan antenatal care, perlu dikembangkan strategi komunikasi kesehatan yang efektif serta pemanfaatan platform digital untuk menyampaikan informasi yang akurat guna memperkuat keyakinan diri ibu dalam menjalani masa kehamilan.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi digital interaktif dalam meningkatkan efikasi diri ibu hamil, dengan mengukur perubahan skor efikasi serta outcome kesehatan seperti anemia dan KEK secara longitudinal. Selain itu, studi komparatif antara wilayah perkotaan dan pedesaan diperlukan untuk menilai perbedaan pengaruh faktor sosiodemografi terhadap efikasi diri, sehingga kebijakan dapat disesuaikan dengan konteks lokal. Selanjutnya, diperlukan penelitian eksperimental yang mengevaluasi peran dukungan sosial keluarga dan tenaga kesehatan sebagai intervensi tambahan, untuk mengetahui apakah peningkatan dukungan dapat memperkuat efikasi diri dan menurunkan prevalensi komplikasi kehamilan pada populasi dengan latar belakang pendidikan rendah.
| File size | 362.9 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
USKUSK Hasil analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sosioekonomi terhadap status periodontal (OR=1,546;95%CI 1. 141-2. 161). FaktorHasil analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sosioekonomi terhadap status periodontal (OR=1,546;95%CI 1. 141-2. 161). Faktor
STIKESHBSTIKESHB 07 Kelurahan Landasan Ulin Utara Banjarbaru tahun 2018, variabel umur, kelengkapan APD, lama penyemprotan, dan frekuensi penyemprotan tidak menunjukkan 07 Kelurahan Landasan Ulin Utara Banjarbaru tahun 2018, variabel umur, kelengkapan APD, lama penyemprotan, dan frekuensi penyemprotan tidak menunjukkan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Anemia postpartum masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pemulihan fisik dan psikologis ibu setelah melahirkan. Penurunan kadar hemoglobinAnemia postpartum masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pemulihan fisik dan psikologis ibu setelah melahirkan. Penurunan kadar hemoglobin
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Ditemukan bahwa perempuan dengan pengetahuan yang baik tentang anemia memiliki insidensi anemia yang lebih rendah. Hal ini menekankan perlunya programDitemukan bahwa perempuan dengan pengetahuan yang baik tentang anemia memiliki insidensi anemia yang lebih rendah. Hal ini menekankan perlunya program
JOURNALMPCIJOURNALMPCI (2‑tailed) = 0,033, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pola konsumsi makanan laut dan kejadian anemia pada wanita hamil di daerah(2‑tailed) = 0,033, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pola konsumsi makanan laut dan kejadian anemia pada wanita hamil di daerah
ALMAATAALMAATA Hasil: Persentase anemia pada kelompok normal sebesar 15,15% sedangkan pada kelompok obesitas sebesar 2,85%. Pada penelitian ini, tidak terdapat perbedaanHasil: Persentase anemia pada kelompok normal sebesar 15,15% sedangkan pada kelompok obesitas sebesar 2,85%. Pada penelitian ini, tidak terdapat perbedaan
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi kejadian anemia pada mahasiswa kebidanan, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanganan anemia.Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi kejadian anemia pada mahasiswa kebidanan, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan dan penanganan anemia.
AKPERAKPER Hal ini mengindikasikan bahwa faktor ekonomi merupakan determinan kunci dalam prevalensi anemia, sehingga intervensi kesehatan perlu mempertimbangkan aspekHal ini mengindikasikan bahwa faktor ekonomi merupakan determinan kunci dalam prevalensi anemia, sehingga intervensi kesehatan perlu mempertimbangkan aspek
Useful /
UNISLAUNISLA Kurikulum ini selaras dengan pemikiran Paulo Freire, menolak model pendidikan bank dan menekankan dialog serta pemecahan masalah untuk mengembangkan kompetensiKurikulum ini selaras dengan pemikiran Paulo Freire, menolak model pendidikan bank dan menekankan dialog serta pemecahan masalah untuk mengembangkan kompetensi
ALMAATAALMAATA Yogurt bengkuang probiotik lebih efektif dalam memodifikasi profil lipid secara positif. Yogurt bengkuang probiotik dapat digunakan sebagai terapi komplementerYogurt bengkuang probiotik lebih efektif dalam memodifikasi profil lipid secara positif. Yogurt bengkuang probiotik dapat digunakan sebagai terapi komplementer
ALMAATAALMAATA Latar Belakang: Kurang energi protein (KEP) merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang penting di Indonesia. Dampak kekurangan protein yang parahLatar Belakang: Kurang energi protein (KEP) merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang penting di Indonesia. Dampak kekurangan protein yang parah
STAINSTAIN Salah satu tuntutan hak reproduksi tersebut adalah hak perempuan untuk menentukan pasangan hidupnya sendiri. Dengan demikian, tulisan ini mengkaji hakSalah satu tuntutan hak reproduksi tersebut adalah hak perempuan untuk menentukan pasangan hidupnya sendiri. Dengan demikian, tulisan ini mengkaji hak