LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE

Journal of Social And Education ResearchJournal of Social And Education Research

Kepuasan merupakan perasaan senang atau tidak senang yang timbul pada diri seseorang setelah membandingkan kesan atau persepsi tentang kinerja seseorang atau hasil dari suatu produk, serta harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kamila. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 100 responden di Apotek Kamila. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek keandalan pelayanan informasi obat, hampir semua responden atau 42% responden menyatakan sangat puas dan 45% responden menyatakan puas, diikuti cukup puas sebesar 9,2%, tidak puas sebesar 2,6%, dan sangat tidak puas sebesar 1,2%. Pada aspek ketanggapan pelayanan informasi obat, hampir semua responden atau 50% responden menyatakan puas dan 37% responden menyatakan sangat puas, diikuti cukup puas sebesar 7,6%, tidak puas sebesar 3,2%, dan sangat tidak puas sebesar 2,2%. Pada aspek jaminan pelayanan informasi obat, hampir semua responden atau 76% responden menyatakan sangat puas dan 19,5% responden menyatakan puas, diikuti cukup puas sebesar 3,25%, tidak puas sebesar 0,75%, dan sangat tidak puas sebesar 0,5%. Pada aspek empati pelayanan informasi obat, hampir semua responden atau 48,25% responden menyatakan sangat puas dan 42% responden menyatakan puas, diikuti cukup puas sebesar 6,25%, tidak puas sebesar 2,5%, dan sangat tidak puas sebesar 1%. Pada aspek fasilitas fisik pelayanan informasi obat, hampir semua responden atau 30,6% responden menyatakan sangat puas dan 51,2% responden menyatakan puas, diikuti cukup puas sebesar 11,4%, tidak puas sebesar 4,4%, dan sangat tidak puas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan obat bebas jual di Apotek Kamila tergolong tinggi.Keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan fasilitas fisik pelayanan kefarmasian mendapatkan respon positif dari konsumen.Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan memperluas cakupan sampel dan menambahkan variabel lain yang mungkin mempengaruhi kepuasan konsumen, seperti faktor harga dan promosi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap pelayanan obat bebas jual, seperti keramahan petugas apotek, ketersediaan informasi obat yang lengkap, atau kebersihan fasilitas apotek. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan obat bebas jual di apotek yang berbeda, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi, harga, atau jenis layanan yang ditawarkan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi pemasaran dalam meningkatkan kepuasan konsumen, seperti program loyalitas, diskon, atau promosi produk.

  1. #faktor spesifik#faktor spesifik
  2. #promosi produk#promosi produk
Read online
File size441.06 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-16N
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test