UNSUNS

PRIMA: Journal of Community Empowering and ServicesPRIMA: Journal of Community Empowering and Services

Pertanian perkotaan telah muncul sebagai strategi yang layak untuk mengatasi keterbatasan lahan, kerawanan pangan, dan kerentanan ekonomi di daerah perkotaan. Di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, kepadatan penduduk yang tinggi dan ruang hijau yang terbatas menjadi hambatan signifikan bagi inisiatif pertanian berbasis masyarakat. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengelola praktik pertanian di lahan skala kecil. Program ini memberdayakan 48 warga setempat, terutama ibu rumah tangga dan pemuda pengangguran, melalui pelatihan partisipatif dalam teknik hidroponik dan vertikultur. Program ini memanfaatkan lokakarya, sesi konseling, dan praktik langsung dalam daur ulang limbah rumah tangga untuk budidaya tanaman dan produksi pupuk. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan tingkat implementasi yang mengesankan, dengan 77,1% peserta (n=37) secara aktif mempraktikkan pertanian perkotaan dalam waktu tiga bulan. Di antara para pelaksana, pola adopsi menunjukkan fleksibilitas program: 40,5% mengadopsi hidroponik secara eksklusif, 21,6% berfokus pada vertikultur, sementara 37,8% mengintegrasikan kedua teknik. Keberagaman budidaya cukup substansial, dengan 48,7% menanam 1-3 varietas tanaman dan 37,8% mengelola 4-6 spesies. Analisis garis waktu menunjukkan 62,2% mulai implementasi dalam 1-3 bulan, sedangkan 37,8% mempertahankan praktik selama 4-6 bulan, menunjukkan perubahan perilaku jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat, kapasitas teknis, dan adopsi praktik berkelanjutan. Tingkat implementasi yang tinggi dan pola yang beragam menunjukkan keberhasilan program dalam menciptakan solusi yang adaptif untuk berbagai kondisi rumah tangga, dengan potensi kuat untuk skalabilitas ke konteks perkotaan serupa.

Program pengabdian masyarakat kemitraan ini disambut antusias oleh kelompok organisasi kesejahteraan dan pemberdayaan keluarga di Kecamatan Pontianak Tenggara, ditandai dengan partisipasi dan keterlibatan tinggi.Kegiatan ini berhasil memberdayakan rumah tangga, khususnya anggota PKK, untuk memanfaatkan lahan terbatas guna budidaya hortikultura sistem hidroponik, mendaur ulang limbah plastik sebagai media tanam, serta mengubah sampah organik dapur menjadi pupuk cair bernilai ekonomis.Keberlanjutan program akan berfokus pada pelatihan strategi pemasaran produk hidroponik untuk mengonversi upaya skala rumah tangga menjadi usaha ekonomi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga dengan optimalisasi lahan dan bahan tak terpakai.

Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita mengenai dampak ekonomi dari pertanian perkotaan. Misalnya, studi dapat dilakukan untuk menganalisis secara rinci kelayakan finansial dan model bisnis bagi kelompok masyarakat yang menjalankan usaha hidroponik atau vertikultur, termasuk mengukur seberapa besar peningkatan pendapatan keluarga secara berkelanjutan. Selain itu, mengingat pertanian perkotaan seringkali melibatkan banyak orang, menarik untuk meneliti bagaimana kegiatan ini memengaruhi hubungan sosial dan rasa kebersamaan di dalam komunitas. Kita bisa mencari tahu apakah program semacam ini efektif dalam meningkatkan modal sosial dan mengurangi masalah pengangguran di kalangan pemuda. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada manfaat lingkungan yang lebih spesifik dari daur ulang limbah rumah tangga untuk pertanian. Ini bisa meliputi studi tentang seberapa banyak sampah yang berhasil dikurangi dan dampaknya terhadap lingkungan kota secara keseluruhan, serta membandingkan efektivitas berbagai jenis limbah sebagai media tanam atau pupuk alami. Dengan demikian, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang potensi pertanian perkotaan di berbagai aspek.

  1. Opportunities and Challenges in Sustainability of Vertical.... challenges vertical skip main content... reference-global.com/article/10.1515/jlecol-2017-0016Opportunities and Challenges in Sustainability of Vertical challenges vertical skip main content reference global article 10 1515 jlecol 2017 0016
  2. Sustainable use of resources in plant factories with artificial lighting (PFALs) | European Journal of... cabidigitallibrary.org/doi/10.17660/eJHS.2020/85.5.1Sustainable use of resources in plant factories with artificial lighting PFALs European Journal of cabidigitallibrary doi 10 17660 eJHS 2020 85 5 1
Read online
File size332.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test