STIK SAMSTIK SAM

Prosiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan SamarindaProsiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Penggunaan radiofarmaka dalam layanan kesehatan di rumah sakit, khususnya untuk diagnosis dan terapi, erat kaitannya dengan keterbatasan fasilitas kedokteran nuklir dan ketersediaan radiofarmaka di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang penggunaan radiofarmaka pada pasien diagnostik dan terapi di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda selama periode 2018-2020, termasuk proporsi berdasarkan jumlah pasien, asal pasien, jenis kelamin, usia pasien, jenis penyakit, jenis pemeriksaan, radionuklida, dan kit farmaka yang digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa mayoritas pasien yang melakukan diagnostik dan terapi di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD Abdoel Wahab Sjahranie periode 2018-2020 adalah perempuan, berasal dari Samarinda, berusia antara 26-58 tahun, dengan diagnosis klinis kanker tiroid, menjalani pemeriksaan sidik tulang (Bone Scan), penggunaan teknesium-99m paling banyak digunakan pada tahun 2019, sedangkan penggunaan iodium-131 paling banyak digunakan pada tahun 2020, dan kit farmaka MDP (Methylene Diphosphonate) adalah yang paling banyak digunakan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan radiofarmaka, seperti ketersediaan dan aksesibilitas fasilitas kedokteran nuklir, serta dampak penggunaan radiofarmaka terhadap hasil diagnosis dan terapi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan radiofarmaka baru yang lebih efektif dan aman, serta strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat dan keamanan penggunaan radiofarmaka dalam kedokteran nuklir.

Read online
File size87.03 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test