UNISMUHUNISMUH

EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRISEXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan dari Pengajaran Pendekatan Bahasa Komunikatif (CLT) melalui Diskusi Kelompok Kecil efektif untuk merangsang siswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris dari pada cara konvensional, dan juga untuk meningkatkan kesadaran guru untuk menggunakan pendekatan yang efektif dalam mengajar bahasa Inggris terutama dalam mengajar keterampilan berbicara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-Eksperimental dengan Satu Group Pre-test dan Post-test Design. Data yang diperoleh dari tes dianalisis secara kuantitatif dan kemudian itu hasil itu dibandingkan dengan kuesioner untuk mengetahui apakah siswa tertarik untuk belajar berbicara dengan menggunakan Pendekatan Pengajaran Bahasa Komunikatif (CLT) atau tidak. Skor rata-rata yang diperoleh dari Pre-test adalah 2, 84 dan post-test adalah 6, 01. Data menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa dalam post-test lebih tinggi dari pre-test. Data yang diperoleh dari kuesioner menunjukkan mean skor 78, 67. Ini berarti bahwa siswa yang sangat tertarik untuk penerapan bahan berbicara melalui Pengajaran Bahasa Komunikatif Pendekatan melalui diskusi kelompok kecil.

Berdasarkan temuan penelitian, penerapan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh skor pascates (6,41) yang lebih tinggi dibandingkan prates (2,84).Selain itu, penggunaan CLT dalam pembelajaran berbicara juga berhasil menstimulasi minat siswa secara positif, dengan sebagian besar siswa menyatakan setuju (95,2%) dan sangat setuju (4,8%) terhadap penerapannya.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa CLT melalui diskusi kelompok kecil efektif untuk meningkatkan baik kemampuan maupun minat siswa dalam berbicara bahasa Inggris.

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam menstimulasi kemampuan berbicara dan minat siswa, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam. Pertama, studi ke depan sangat disarankan untuk mengadopsi desain penelitian eksperimental sejati dengan menyertakan kelompok kontrol. Hal ini akan memungkinkan peneliti untuk secara lebih pasti membandingkan efektivitas pendekatan Pengajaran Bahasa Komunikatif (CLT) melalui diskusi kelompok kecil ini dibandingkan dengan metode pengajaran tradisional atau pendekatan lain yang sudah ada. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa peningkatan yang diamati memang berasal dari intervensi CLT, bukan faktor eksternal. Kedua, penting untuk mengeksplorasi keberlanjutan dampak dari pendekatan ini. Penelitian saat ini hanya mengukur dampak sesaat setelah perlakuan, sehingga studi lanjutan bisa menyelidiki apakah peningkatan kemampuan berbicara dan tingginya minat siswa dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang, misalnya setelah beberapa bulan atau semester. Pertanyaan kuncinya adalah: bagaimana retensi keterampilan berbicara dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa setelah exposure terhadap CLT dengan diskusi kelompok kecil berakhir? Ketiga, mengingat bahwa penelitian ini berfokus pada mahasiswa di konteks perguruan tinggi tertentu, akan sangat berharga jika dilakukan pengujian terhadap keberlakuan dan efektivitas pendekatan ini pada tingkatan pendidikan yang berbeda, seperti siswa sekolah menengah atau bahkan orang dewasa yang belajar bahasa Inggris. Studi lintas konteks semacam ini akan membantu memahami apakah temuan positif yang ada dapat digeneralisasi ke populasi pelajar lain dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam. Ini akan memperkaya literatur tentang pengajaran berbicara bahasa Inggris.

Read online
File size312.74 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test