HELVETIAHELVETIA
Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan refluks berulang dari isi lambung ke dalam esofagus, menyebabkan berbagai gejala seperti heartburn, regurgitasi, nyeri ulu hati, dan gangguan tidur. Prevalensi GERD di seluruh dunia berkisar antara 15%-25%, dengan tren meningkat di beberapa negara termasuk Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Nilai Q GERD pasien BPJS Rawat jalan yang mendapat terapi kombinasi obat Antasida golongan PPI [Omeprazol atau lanzoprazol]. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian yaitu cross sectional, dievaluasi dengan Kuesioner GERD‑Q. Hasil: Hasil dalam penelitian ini yaitu obat yang digunakan untuk terapi gerd adalah golongan ppi dan antasida berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan terapi tersebut dapat efektif menurunkan gejala gerd yang dialami oleh pasien, kombinasi antasida lansoprazole/omeprazole antasida sangat efektif untuk menurunkan nilai Q gerd dari data statistic menunjukkan penurunan antara 2 kombinasi tersebut tidak berbeda bermakna P<0. Kesimpulan: Rata-rata penurunan nilai Q GERD pasien BPJS rawat jalan yang mendapat terapi antasida omeprazole, dan antasida lansoprazole di klinik Pratama X Sidoarjo adalah 7,25, dan 9,875.
Rata-rata penurunan nilai Q GERD pada pasien BPJS rawat jalan yang menerima terapi antasida omeprazole di Klinik Pratama X Sidoarjo adalah 7,25, sedangkan pada terapi antasida lansoprazole adalah 9,875.Tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kedua terapi tersebut (P<0,00).Dengan demikian, kedua kombinasi terapi efektif menurunkan nilai Q GERD tanpa perbedaan signifikan.
Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan desain kohort prospektif untuk mengevaluasi efek jangka panjang terapi antasida kombinasi omeprazol atau lansoprazol terhadap nilai Q GERD serta tingkat kekambuhan pada pasien BPJS rawat jalan, sehingga dapat menilai keberlanjutan manfaat terapi. Selanjutnya, diperlukan uji klinis terkontrol acak yang membandingkan dosis standar dengan dosis tinggi serta menambahkan kelompok kontrol yang menerima hanya antasida, guna menentukan dosis optimal dan kontribusi masing‑masing komponen terapi dalam menurunkan nilai Q. Selain itu, penelitian kualitatif yang mengkaji kepatuhan pasien, faktor gaya hidup seperti pola makan, konsumsi kopi, dan tingkat stres, serta dampaknya terhadap kualitas hidup pasien GERD dapat memberikan gambaran komprehensif tentang faktor‑faktor yang memoderasi efektivitas terapi. Dengan mengintegrasikan data klinis, farmakologis, dan perilaku, studi lanjutan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pedoman terapi yang lebih tepat sasaran bagi populasi BPJS. Penelitian‑penelitian ini juga dapat memperluas pemahaman tentang variasi respons terhadap PPI pada konteks Indonesia. Akhirnya, hasil dari penelitian tersebut dapat mendukung kebijakan kesehatan nasional dalam penyediaan obat GERD yang lebih efisien dan terjangkau.
| File size | 636 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UDBUDB Sebaiknya petugas rekam medis pada unit pendaftaran pasien rawat jalan di Rumah Sakit UNS Sukoharjo mempertahankan kinerja agar kedepannya produktivitasSebaiknya petugas rekam medis pada unit pendaftaran pasien rawat jalan di Rumah Sakit UNS Sukoharjo mempertahankan kinerja agar kedepannya produktivitas
UNWAHAUNWAHA Kemenarikan produk leaflet sebesar 83% dengan kriteria sangat menarik. Sehingga media leaflet layak dijadikan sebagai media pembelajaran karena dapat meningkatkanKemenarikan produk leaflet sebesar 83% dengan kriteria sangat menarik. Sehingga media leaflet layak dijadikan sebagai media pembelajaran karena dapat meningkatkan
UNWAHAUNWAHA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Hasil analisis data validasi ahli materi pembelajaran yaitu sebesar 85,3%, jika dikonversikan ke dalam tabelHasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Hasil analisis data validasi ahli materi pembelajaran yaitu sebesar 85,3%, jika dikonversikan ke dalam tabel
UNWAHAUNWAHA Instrument yang digunakan berupa angket dan kuesioner, adapun jenis data yang dianalisis menghasilkan data kualitatif yang berupa menentukan permasalahan,Instrument yang digunakan berupa angket dan kuesioner, adapun jenis data yang dianalisis menghasilkan data kualitatif yang berupa menentukan permasalahan,
UDBUDB Ketepatan kode diagnosis dan tindakan sangat mempengaruhi kualitas data statistik dan pembiayaan kesehatan dengan sistem casemix. Berdasarkan studi pendahuluanKetepatan kode diagnosis dan tindakan sangat mempengaruhi kualitas data statistik dan pembiayaan kesehatan dengan sistem casemix. Berdasarkan studi pendahuluan
UNIPASUNIPAS Faktor pendukng eksternalnya adalah adanya sistem rujukan pelayanan kesehatan yang menyebabkan jumlah kunjungan pasien ke IRJ/Poliklinik RSUD KabupatenFaktor pendukng eksternalnya adalah adanya sistem rujukan pelayanan kesehatan yang menyebabkan jumlah kunjungan pasien ke IRJ/Poliklinik RSUD Kabupaten
UNISMUHUNISMUH The sample of this research consisted of 22 students, those consisted of six women and twelve men. The researcher obtained the data by using reading testThe sample of this research consisted of 22 students, those consisted of six women and twelve men. The researcher obtained the data by using reading test
UNISMUHUNISMUH Hasil tes menulis siswa meningkat dalam skor. Rata-rata siswa keterampilan menulis adalah 32,72 dan berarti skor tes kepribadian adalah 59,41. KerangkaHasil tes menulis siswa meningkat dalam skor. Rata-rata siswa keterampilan menulis adalah 32,72 dan berarti skor tes kepribadian adalah 59,41. Kerangka
Useful /
UDBUDB Keterlibatan kader dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil melalui pemantauan konsumsi tablet Fe belum optimal. Posyandu perlu mengadakan kembaliKeterlibatan kader dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil melalui pemantauan konsumsi tablet Fe belum optimal. Posyandu perlu mengadakan kembali
UDBUDB Hasil penelitian, 30 responden, 28 responden menyatakan petugas kesehatan kapal tidak melakukan karantina bagi penumpang yang mengalami penyakit menular.Hasil penelitian, 30 responden, 28 responden menyatakan petugas kesehatan kapal tidak melakukan karantina bagi penumpang yang mengalami penyakit menular.
UDBUDB Perencanaan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta dalam rekrutmen petugas rekam medis, telah di lakukan. Untuk jumlah petugas rekam medis perencanaanPerencanaan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta dalam rekrutmen petugas rekam medis, telah di lakukan. Untuk jumlah petugas rekam medis perencanaan
HELVETIAHELVETIA Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik, mengingat antibiotik merupakan obat yang dapat mengatasi infeksi karena berfungsi menghambat pertumbuhanPenyakit ini dapat diobati dengan antibiotik, mengingat antibiotik merupakan obat yang dapat mengatasi infeksi karena berfungsi menghambat pertumbuhan