HELVETIAHELVETIA

Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )

Imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah kepada semua bayi (usia 0-11 bulan) adalah BCG untuk mencegah penyakit tuberculosis, DPT untuk mencegah penyakit Diphteri, Pertusis dan Tetanus, imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak, imunisasi polio untuk mencegah penyakit polio, plus Hepatitis B untuk mencegah penyakit Hepatitis B (penyakit hati). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil tentang imunisasi pada bayi di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan kontrol kehamilan di Poliklinik Ibu Hamil (PIH) RSUD Dr. Pirngadi Medan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh dari populasi yang terdapat dalam waktu dilakukannya penelitian sebanyak 55 responden. Data diperoleh dari hasil responden mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan relatif buruk pada paritas satu, yang disusul dengan kategori sedang pada paritas dua, dan kategori baik pada paritas tiga. Dari hasil uji korelasi pearson dan regresi linier sederhana diperoleh adanya hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, yaitu pengetahuan ( r=0,657), sikap (r=0,604), dan tindakan (r=0,809). Hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil tentang imunisasi pada bayi. Diharapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan pemahaman dan penyebarluasan informasi mengenai imunisasi pada bayi melalui penyuluhan-penyuluhan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di RSUD Dr.Pirngadi Medan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah paritas dengan pengetahuan tentang imunisasi pada bayi yang kuat dan erat.Selain itu, terdapat pula hubungan antara jumlah paritas dengan sikap dan tindakan ibu hamil tentang imunisasi pada bayi yang sangat kuat dan erat.Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemahaman dan penyebarluasan informasi mengenai imunisasi pada bayi melalui penyuluhan-penyuluhan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi faktor-faktor lain yang memengaruhi pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap imunisasi, seperti tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, dan akses terhadap informasi kesehatan. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan desain longitudinal untuk melihat perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil seiring dengan perkembangan kehamilan dan setelah melahirkan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi ibu hamil terhadap imunisasi, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka dalam memberikan imunisasi kepada bayi.

Read online
File size502.16 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test