ISWISW

KhidmatanKhidmatan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran pengrajin batik sebagai pelaku ekonomi kreatif dalam upaya pelestarian batik Tanjung Pasir sebagai warisan budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tanjung Pasir dengan melibatkan pengrajin batik sebagai mitra utama, serta didukung oleh tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan pelaku UMKM setempat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi dan potensi, perencanaan aksi, pelaksanaan pendampingan, hingga evaluasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan PAR mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi pengrajin batik dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang tercermin dalam proses produksi dan filosofi batik Tanjung Pasir. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Pendekatan Participatory Action Research (PAR) terbukti efektif memperkuat peran pengrajin batik sebagai pelaku ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui keterlibatan aktif sejak perencanaan hingga evaluasi.Kegiatan pendampingan meningkatkan pemahaman pengrajin terhadap nilai filosofis motif serta menghasilkan dokumentasi yang memperkuat identitas produk dan membuka peluang wisata budaya serta strategi pemasaran.Meski terdapat tantangan seperti keterbatasan bahan baku dan regenerasi pengrajin muda, dukungan berkelanjutan dari pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga kelangsungan pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak pelatihan lanjutan desain motif dan manajemen usaha digital terhadap peningkatan pendapatan pengrajin batik, dengan mengukur perubahan kinerja usaha selama dua tahun. Selanjutnya, studi kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan industri kreatif dapat dieksplorasi untuk mengidentifikasi model jaringan pemasaran yang paling efektif dalam memperluas akses pasar nasional dan internasional bagi produk batik khas Tanjung Pasir. Terakhir, penelitian tentang pemanfaatan dokumentasi digital sebagai katalog online dan media edukasi wisata budaya dapat menilai sejauh mana platform digital meningkatkan kesadaran publik serta kunjungan wisatawan ke desa, sehingga memperkuat kontribusi budaya terhadap perekonomian lokal.

  1. Redefining Banyumas Local Values: Symbolisms in Batik Motifs | Lingua Cultura. redefining banyumas local... doi.org/10.21512/lc.v12i3.4206Redefining Banyumas Local Values Symbolisms in Batik Motifs Lingua Cultura redefining banyumas local doi 10 21512 lc v12i3 4206
  2. Warisan Budaya Dunia “Batik” sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dalam... doi.org/10.61132/fonologi.v2i3.910Warisan Budaya Dunia AuBatikAy sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dalam doi 10 61132 fonologi v2i3 910
  3. Analysis of the Symbolic Meaning and Cultural Identity in Sarolangun Batik Arts Jambi Province | International... doi.org/10.24036/ijeds.v2i2.266Analysis of the Symbolic Meaning and Cultural Identity in Sarolangun Batik Arts Jambi Province International doi 10 24036 ijeds v2i2 266
  4. Developing Motion Sensor Experiments in Problem Based Learning for Students’ HOTS | Atlantis Press.... doi.org/10.2991/assehr.k.220129.015Developing Motion Sensor Experiments in Problem Based Learning for StudentsAo HOTS Atlantis Press doi 10 2991 assehr k 220129 015
Read online
File size522.01 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test