SARIPEDIATRISARIPEDIATRI

Sari PediatriSari Pediatri

Latar belakang. Laringomalasia merupakan penyebab tersering stridor inspirasi pada bayi dan anak, dan sering dikaitkan dengan usia muda, jenis kelamin laki-laki, prematuritas, berat badan lahir rendah, malnutrisi, serta komorbiditas neurologis maupun kongenital. Data lokal diperlukan untuk memahami faktor risiko yang berperan pada populasi setempat. Tujuan. Mengetahui faktor risiko kejadian laringomalasia pada anak yang menjalani fiberoptic laryngoscopy (FOL) di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Metode. Studi retrospektif kasus–kontrol pada anak usia 1 bulan–5 tahun periode 2019–2023. Sebanyak 36 kasus laringomalasia dibandingkan dengan 72 kontrol. Data diperoleh dari rekam medis meliputi usia, jenis kelamin, berat badan lahir, usia gestasi, status gizi, dan komorbiditas. Analisis menggunakan uji chi-square/Fisher dan odds ratio (OR) 95%. Hasil. Seratus delapan anak yang dilakukan FOL, 36 (33,3%) memenuhi kriteria laringomalasia. Mayoritas berusia <2 tahun, laki‑laki, lahir cukup bulan, dan memiliki berat lahir normal, dan gizi baik. Komorbiditas ditemukan pada 94,4% kasus. Tidak terdapat hubungan bermakna antara variabel yang diteliti dengan kejadian laringomalasia (p>0,05), meskipun terdapat kecenderungan peningkatan risiko pada usia <2 tahun (OR 2,42), jenis kelamin laki‑laki (OR 1,26), dan usia gestasi < 37 minggu (OR 2,20). Kesimpulan. Tidak ditemukan hubungan signifikan dalam penelitian ini. Usia < 2 tahun, laki-laki, dan usia gestasi < 37 minggu berpotensi menjadi faktor risiko. Studi multisenter dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.

Penelitian ini tidak menemukan hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, usia gestasi, berat badan lahir, status gizi, maupun komorbiditas dengan kejadian laringomalasia pada anak yang menjalani pemeriksaan FOL.Meskipun beberapa variabel menunjukkan arah asosiasi, bukti yang diperoleh belum cukup kuat untuk menetapkannya sebagai faktor risiko independen.Temuan ini menegaskan pentingnya penelitian lanjutan dengan desain prospektif, jumlah sampel yang lebih besar, serta analisis multivariat guna memperoleh estimasi risiko yang lebih akurat dan memahami determinan laringomalasia pada populasi pediatrik.

Riset lanjutan dapat menanyakan pertanyaan apakah intervensi tepat waktu terhadap komorbiditas neurologis memengaruhi probabilitas 발전 laringomalasia, serta menguji perbedaan prevalensi faktor risiko antara wilayah pedesaan dan perkotaan di Sumatera Barat; kajian longitudinal dapat mengevaluasi dampak jangka panjang laringomalasia terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan fungsi pernapasan, sehingga memandu pengembangan protokol monitoring; dan studi multivariat multisenter dapat menentukan kombinasi faktor risiko yang paling prediktif untuk pencegahan dan penanganan dini, agar dapat dirumuskan pedoman klinis berbasis bukti yang dapat digeneralisasi secara nasional.

  1. Features and Associated Comorbidities of Laryngomalacia in Saudi Arabia | Cureus. features associated... cureus.com/articles/168377-features-and-associated-comorbidities-of-laryngomalacia-in-saudi-arabiaFeatures and Associated Comorbidities of Laryngomalacia in Saudi Arabia Cureus features associated cureus articles 168377 features and associated comorbidities of laryngomalacia in saudi arabia
Read online
File size137.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test