SARIPEDIATRISARIPEDIATRI

Sari PediatriSari Pediatri

Gagal napas merupakan fase lanjut dari gangguan pernapasan yang menyebabkan kegagalan paru untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Infeksi pernapasan, khususnya pneumonia, merupakan penyebab paling umum gagal napas yang membutuhkan ventilasi mekanis pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada anak usia 1 bulan sampai < 18 tahun yang dirawat di ruang rawat anak dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr. Zainoel Abidin sejak 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2022 dengan data dari rekam medis yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis bivariat dengan uji chi square dan uji fisher dan selanjutnya dilakukan analisis multivariat dengan regresi logistik. Total sampel dalam penelitian ini 182 pasien dengan pneumonia, 33 (18,1%) pasien mengalami gagal napas. adalah sepsis (p=0,000) dengan OR 57,62 (IK95%:13,55-245,05), hipoksemia (p=0,002) dengan OR 7,19 (IK95%: 2,04-25,27), anemia (p=0,036) dengan OR 4,17 (IK95%: 1,097-15,87) dan penyakit jantung bawaan (p=0,047) dengan OR 3,86 (IK 95%: 1,02-14,599).

Penelitian ini mengidentifikasi sepsis, hipoksemia, anemia, dan penyakit jantung bawaan sebagai faktor determinan gagal napas pada anak dengan pneumonia.Deteksi dini dan tata laksana agresif terhadap sepsis, koreksi anemia, serta kewaspadaan ekstra pada pasien dengan PJB dan hipoksemia berpotensi mencegah progresivitas menuju gagal napas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian prospektif dengan desain kohort diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan kausal antara faktor risiko yang teridentifikasi dengan kejadian gagal napas pada anak dengan pneumonia. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara sepsis, anemia, penyakit jantung bawaan, dan hipoksemia dengan perkembangan gagal napas, misalnya melalui pengukuran biomarker inflamasi dan studi fungsi paru. Ketiga, penelitian intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini dan tata laksana sepsis, anemia, dan hipoksemia pada anak dengan pneumonia dapat dievaluasi efektivitasnya dalam mengurangi angka kejadian gagal napas dan meningkatkan luaran klinis. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai patofisiologi gagal napas pada anak dengan pneumonia dan mengarah pada pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan bagi anak-anak yang menderita pneumonia dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan kondisi ini.

Read online
File size143.7 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test