STIK SAMSTIK SAM

Prosiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan SamarindaProsiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan jangka panjang, sehingga menimbulkan biaya substansial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas biaya terapi kombinasi candesartan‑amlodipin dibandingkan ramipril‑amlodipin pada pasien hipertensi rawat jalan di RS X Kota Samarinda tahun 2020. Metode cross‑sectional retrospektif dengan total sampling melibatkan 55 pasien (31 pada grup A dan 24 pada grup B). Analisis statistik menggunakan uji Mann‑Whitney. Hasil menunjukkan bahwa terapi candesartan‑amlodipin memiliki persentase efektivitas 61,29 % dan rata‑rata biaya 302.298,94 Rp (ACER = Rp 4.932,27), lebih murah dan lebih efektif dibandingkan ramipril‑amlodipin (58,33 % efektivitas, biaya 325.227,33 Rp, ACER = Rp 5.575,64). Oleh karena itu, terapi candesartan‑amlodipin terbukti lebih cost‑effective.

Terapi kombinasi candesartan‑amlodipin terbukti lebih cost‑effective dibandingkan ramipril‑amlodipin pada pasien hipertensi rawat jalan di RS X Kota Samarinda tahun 2020, dengan nilai ACER Rp 4.Penelitian ini menunjukkan bahwa candesartan‑amlodipin tidak hanya lebih murah tetapi juga lebih efektif dalam mencapai target tekanan darah di bawah 140/90 mmHg.Temuan ini mendukung penggunaan candesartan‑amlodipin sebagai pilihan terapi pertama bagi pasien hipertensi rawat jalan di lingkungan serupa.

Pertama, penelitian lanjutan dapat memanfaatkan desain randomisasi kontrol teracak untuk mengonfirmasi perbedaan biaya dan efektivitas antara candesartan‑amlodipin dan ramipril‑amlodipin, serta menilai dampaknya terhadap kualitas hidup pasien. Kedua, studi longitudinal dua tahun dapat mengevaluasi kestabilan biaya serta efektivitas jangka panjang dan memeriksa kemungkinan komplikasi penyakit terkait hipertensi yang muncul pada kelompok terapi masing‑masing. Ketiga, analisis populasi sub‑kelompok, seperti pasien berusia >60 tahun atau pasien dengan comorbiditas diabetes, dapat diidentifikasi agar rekomendasi terapi lebih spesifik dan berbasis bukti, sehingga kebijakan formulasi obat yang optimal dapat ditetapkan secara regional.

Read online
File size72.56 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test