BIMABERILMUBIMABERILMU
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan SosialDIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan SosialPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia dalam ruang publik di Jawa Timur melalui analisis linguistik pada tiga media utama, yaitu papan nama usaha, surat resmi, dan media pengumuman. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi visual, dan analisis teks berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan kebahasaan yang signifikan, seperti penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, penulisan kata depan di yang tidak dipisah, kesalahan tanda baca, serta penggunaan istilah asing yang tidak diserap. Namun, aspek pengembangan bahasa terlihat pada papan nama usaha UMKM yang memanfaatkan variasi linguistik secara kreatif, termasuk penggunaan ejaan arkais dan kosakata nonbaku sebagai strategi branding yang bersifat informatif, simbolik, dan estetik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang publik menjadi arena pertemuan antara norma bahasa baku dan kreativitas linguistik masyarakat, sehingga pembinaan bahasa perlu dilakukan secara adaptif agar dapat menjaga standar kebahasaan tanpa menghambat dinamika inovasi bahasa yang berkembang di ruang publik.
Ruang publik Jawa Timur menunjukkan dua kecenderungan.pembinaan bahasa yang masih banyak kesalahan dan pengembangan bahasa yang kreatif melalui variasi linguistik.Kesalahan berhubungan terutama dengan ejaan, kapitalisasi, dan penggunaan istilah asing, mencerminkan lemahnya pemahaman terhadap PUEBI.Pengembangan bahasa terlihat pada penggunaan ejaan arkais dan kosakata nonbaku yang dipakai sebagai strategi branding, menambah nilai ekspresi linguistik dalam konteks komersial.
Bagaimana pengaruh kebijakan pemerintah tentang penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik terhadap tingkat kesadaran masyarakat akan PUEBI, serta bagaimana pelatihan lanjutan dapat meningkatkan kepatuhan? Apakah modul edukasi berbasis media sosial dapat secara signifikan menurunkan tingkat kesalahan kebahasaan pada papan nama usaha di sektor UMKM? Bagaimana strategi branding yang memadukan ejaan arkais dapat dioptimalkan untuk mempromosikan identitas lokal tanpa mengorbankan kejelasan komunikasi publik?.
| File size | 386.61 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUNM Kegiatan ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran guru tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta penerapan perilaku hidup sehatKegiatan ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran guru tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta penerapan perilaku hidup sehat
UNMUNM Sebanyak 45 siswa sekolah menengah menjadi peserta; tingkat pencapaian diukur dengan tes pra‑dan pasca‑program serta dianalisis secara deskriptif danSebanyak 45 siswa sekolah menengah menjadi peserta; tingkat pencapaian diukur dengan tes pra‑dan pasca‑program serta dianalisis secara deskriptif dan
UNMUNM Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Karang Taruna sebagai mitra pemerintah desa dalam monitoring dan pengawasan pembangunan desa. MetodeProgram pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Karang Taruna sebagai mitra pemerintah desa dalam monitoring dan pengawasan pembangunan desa. Metode
STTPBSTTPB Familia Kristen berperan penting dalam menyediakan lingkungan di mana anak-anak dapat memperoleh dan menginternalisasi modal budaya Kristen. PendidikanFamilia Kristen berperan penting dalam menyediakan lingkungan di mana anak-anak dapat memperoleh dan menginternalisasi modal budaya Kristen. Pendidikan
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Media kartu angka efektif meningkatkan pemahaman lambang bilangan anak usia dini. Penggunaan media kartu angka bergambar meningkatkan kemampuan mengenalMedia kartu angka efektif meningkatkan pemahaman lambang bilangan anak usia dini. Penggunaan media kartu angka bergambar meningkatkan kemampuan mengenal
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Penelitian ini berawal dari permasalahan krisis identitas yang dialami Generasi Z, ditandai dengan kesulitan memahami jati diri dan nilai moral akibatPenelitian ini berawal dari permasalahan krisis identitas yang dialami Generasi Z, ditandai dengan kesulitan memahami jati diri dan nilai moral akibat
STFXAMBONSTFXAMBON Keluarga Katolik memiliki peran sentral dalam mentransmisikan nilai-nilai religius kepada anak-anak sejak usia dini. Di tengah tantangan modernisasi, sekularisasi,Keluarga Katolik memiliki peran sentral dalam mentransmisikan nilai-nilai religius kepada anak-anak sejak usia dini. Di tengah tantangan modernisasi, sekularisasi,
STPKAKSTPKAK Penelitian ini penting karena Pembina SEKAMI memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan iman anak selain orang tua dan guru. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini penting karena Pembina SEKAMI memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan iman anak selain orang tua dan guru. Penelitian ini menggunakan
Useful /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di TK Islam Terpadu Al Azka Kota Jambi yang terdiri dari enam orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawaliAdapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di TK Islam Terpadu Al Azka Kota Jambi yang terdiri dari enam orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Ini berarti batas tuntas belajar telah terpenuhi karena jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥65 lebih dari 75%. Dengan adanya tindakan perbaikan pembelajaranIni berarti batas tuntas belajar telah terpenuhi karena jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥65 lebih dari 75%. Dengan adanya tindakan perbaikan pembelajaran
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH)Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH)
CAHAYAMANDALIKACAHAYAMANDALIKA Analisis menunjukkan bahwa frasa seperti “binatang jalang dan “hidup seribu tahun lagi memiliki makna konotatif yang mendalam, menggambarkan karakterAnalisis menunjukkan bahwa frasa seperti “binatang jalang dan “hidup seribu tahun lagi memiliki makna konotatif yang mendalam, menggambarkan karakter