STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Keluarga Katolik memiliki peran sentral dalam mentransmisikan nilai-nilai religius kepada anak-anak sejak usia dini. Di tengah tantangan modernisasi, sekularisasi, dan disrupsi digital, peran ini menjadi semakin kompleks dan mendesak untuk dikaji. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana habitus religius ditransmisikan dalam keluarga Katolik serta bagaimana proses tersebut memengaruhi pembentukan kepribadian anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap keluarga-keluarga Katolik di Paroki-paroki Ambon. Teori Interaksionisme Simbolik dari Herbert Mead digunakan sebagai pisau analisis untuk memahami dinamika interaksi simbolik dalam keluarga—melalui bahasa, tindakan, doa, dan simbol-simbol iman Katolik—yang membentuk self dan identitas religius anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi habitus religius berlangsung melalui relasi yang intens antara orang tua dan anak dalam bentuk doa bersama, diskusi iman, keteladanan, serta keterlibatan dalam kegiatan gerejawi. Proses ini membentuk kepribadian anak yang religius, empatik, dan tangguh menghadapi tantangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya keluarga sebagai ruang sosial utama dalam konstruksi identitas religius dan menunjukkan bahwa habitus religius bukan sekadar warisan nilai, tetapi sebuah tindakan sosial yang terus diperbarui dalam konteks zaman.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga Katolik merupakan ruang sosial yang sangat penting dalam proses pembentukan kepribadian religius anak melalui transmisi habitus religius.Interaksi simbolik yang berlangsung antara orang tua dan anak dalam bentuk doa bersama, penggunaan simbol-simbol iman, praktik kasih, serta penggunaan bahasa religius dalam komunikasi harian, secara perlahan membentuk struktur disposisional anak terhadap nilai-nilai iman.Dalam bingkai teori interaksionisme simbolik Herbert Mead, keluarga adalah tempat utama di mana self religius anak terbentuk melalui interaksi dengan significant others, yakni orang tua.Sedangkan melalui pendekatan Pierre Bourdieu, habitus religius ditanamkan melalui praktik iman yang berulang dan inkarnatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dengan intensitas religius yang konsisten memperlihatkan sikap empatik, keterlibatan sosial dalam gereja, dan kedewasaan moral yang lebih matang.Proses ini terjadi bukan karena instruksi, melainkan karena inkarnasi nilai melalui keteladanan.Namun, penelitian ini juga menyoroti adanya tantangan serius dalam proses transmisi habitus religius di era modern, mulai dari keterbatasan waktu orang tua, kurangnya literasi iman, hingga pengaruh media digital.Meskipun demikian, keluarga yang memiliki kesadaran religius tinggi menunjukkan kapasitas untuk beradaptasi secara kreatif dengan konteks baru tanpa kehilangan esensi iman.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan transmisi habitus religius dalam keluarga Katolik ditentukan oleh kualitas interaksi simbolik, kontinuitas praktik iman, dan kemampuan keluarga untuk mengontekstualisasikan pewarisan iman dalam dinamika zaman yang terus berubah.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji lebih mendalam tentang bagaimana transmisi habitus religius dapat diintegrasikan dengan penggunaan media digital, misalnya melalui aplikasi doa atau konten keagamaan berbasis teknologi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana keluarga lintas iman dapat membentuk habitus religius yang inklusif tanpa mengurangi nilai-nilai keagamaan yang diyakini. Penelitian juga bisa difokuskan pada pendekatan afektif dan simbolik dalam pendidikan iman, terutama dalam konteks keluarga dengan tingkat kesibukan tinggi, untuk memastikan bahwa praktik iman tetap relevan dan bermakna bagi anak-anak.

  1. Sage - a global academic publisher of educational resources | Home. sage global academic publisher educational... sagepub.comSage a global academic publisher of educational resources Home sage global academic publisher educational sagepub
  2. Being a Muslim In a Catholic Family and Vice Versa: Religious Education in Mixed-Faith Families in Flores,... doi.org/10.20414/ujis.v26i2.548Being a Muslim In a Catholic Family and Vice Versa Religious Education in Mixed Faith Families in Flores doi 10 20414 ujis v26i2 548
  3. Reconciling Catholic responses to Religious Education reform in England – empirical and analytical... tandfonline.com/doi/full/10.1080/19422539.2020.1811007Reconciling Catholic responses to Religious Education reform in England yAAAe empirical and analytical tandfonline doi full 10 1080 19422539 2020 1811007
  4. Societies | Free Full-Text | Symbolic Interactions in Popular Religion According to Dimensions of Religiosity:... doi.org/10.3390/soc11020030Societies Free Full Text Symbolic Interactions in Popular Religion According to Dimensions of Religiosity doi 10 3390 soc11020030
  5. Handing Down the Faith: How Parents Pass Their Religion on to the Next Generation | Oxford Academic.... academic.oup.com/book/39513Handing Down the Faith How Parents Pass Their Religion on to the Next Generation Oxford Academic academic oup book 39513
  1. #gotong royong#gotong royong
  2. #anak usia#anak usia
Read online
File size314.62 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2fQ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test