PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE
Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine ArchiveLatar belakang dan tujuan: Prevalensi stunting pada anak di bawah lima tahun di Indonesia dan juga di Bali tinggi. Studi tentang faktor risiko stunting telah banyak dilakukan di Indonesia, namun hubungan antara stunting dan pola makan masih tidak konsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan pola pemberian makanan pendamping ASI dengan stunting pada anak usia 1-3 tahun. Metode: Studi kasus-kontrol dilakukan di Kabupaten Bangli. Sebanyak 48 kasus dan 48 kontrol dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Variabel usia dan jenis kelamin antara kasus dan kontrol dipasangkan. Kasus dan kontrol dipilih menggunakan metode sampling acak sistematis dari register 26 posyandu di Puskesmas Kintamani I antara November dan Desember 2016. Data dikumpulkan pada Maret 2017 melalui wawancara terhadap ibu di posyandu. Data dianalisis menggunakan analisis bivariat dan multivariat. Regresi logistik dilakukan untuk menghitung odds ratio disesuaikan (AOR). Hasil: Kasus dan kontrol sebanding untuk usia (p=0,773), jenis kelamin (p=0,219), pendidikan ibu (p=0,673), dan riwayat penyakit infeksi (p=0,584). Kasus dan kontrol berbeda dalam beberapa variabel: frekuensi, variabilitas, dan jenis makanan pendamping ASI (p=0,002; <0,001; dan <0,001), pendapatan keluarga (p=0,038), kebersihan pribadi yang buruk (p<0,001), sanitasi lingkungan (p=0,022), dan akses terhadap air bersih (p<0,001). Analisis kami menunjukkan bahwa beberapa variabel terkait dengan stunting pada anak usia 1-3 tahun, yaitu kurangnya variabilitas makanan pendamping ASI (AOR=12,45; 95% CI: 2,25-69,71), kebersihan pribadi yang buruk (AOR=3,52; 95% CI: 1,03-12,03), dan akses buruk terhadap air bersih (AOR=6,49; 95% CI: 1,61-26,19). Variabel lain termasuk awal pemberian, frekuensi, konsistensi, atau jenis makanan pendamping ASI, jenis kelamin, dan pendapatan keluarga tidak terkait dengan stunting pada anak usia 1-3 tahun. Kesimpulan: Variabilitas makanan pendamping ASI, kebersihan pribadi, dan akses terhadap air bersih semuanya terkait dengan stunting pada anak usia 1-3 tahun.
Kurangnya variabilitas pemberian makanan pendamping ASI meningkatkan risiko stunting pada anak.Variasi sumber makanan pendamping ASI berkontribusi pada pemenuhan nutrisi esensial yang diperlukan anak untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.Kebersihan pribadi, terutama praktik mencuci tangan, dan akses terhadap air bersih juga merupakan faktor risiko stunting pada anak usia 1-3 tahun.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana intervensi berbasis komunitas yang meningkatkan variabilitas jenis makanan pendamping ASI, seperti pelatihan ibu dalam menyediakan menu bervariasi berbasis lokal, dapat mengurangi angka stunting secara signifikan dalam jangka panjang. Selain itu, perlu diteliti apakah kombinasi antara edukasi kebersihan pribadi (misalnya mencuci tangan dengan sabun) dan penyediaan akses air bersih yang terstandarisasi di rumah tangga memiliki efek sinergis dalam mencegah stunting, terutama pada kelompok dengan pendapatan rendah. Terakhir, studi longitudinal bisa dilakukan untuk memantau perubahan pola makan dan kebersihan sejak usia 6 bulan hingga 3 tahun, guna memahami titik kritis waktu di mana intervensi paling efektif, serta membedakan apakah stunting yang terjadi lebih dipengaruhi oleh faktor nutrisi atau faktor lingkungan jangka panjang yang berulang, bukan hanya infeksi sesaat.
| File size | 603.44 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Subjek penelitian adalah anak usia dini yang mengikuti uji coba terbatas, sedangkan instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan observasi perilakuSubjek penelitian adalah anak usia dini yang mengikuti uji coba terbatas, sedangkan instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan observasi perilaku
UNISIUNISI Penggalian dana yang kuat memperkuat struktur finansial lembaga, sementara efisiensi memastikan bahwa dana yang diperoleh digunakan secara bertanggungPenggalian dana yang kuat memperkuat struktur finansial lembaga, sementara efisiensi memastikan bahwa dana yang diperoleh digunakan secara bertanggung
STAIMASWONOGIRISTAIMASWONOGIRI Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, terdapat peningkatan kesadaran akan potensi lokal dan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber panganSetelah kegiatan selesai dilaksanakan, terdapat peningkatan kesadaran akan potensi lokal dan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan
UNIPEMUNIPEM Implementasi E-HRIS membantu perusahaan mengelola rekrutmen, absensi, cuti dan penggajian secara lebih efisien dan akurat. Sistem ini dikembangkan denganImplementasi E-HRIS membantu perusahaan mengelola rekrutmen, absensi, cuti dan penggajian secara lebih efisien dan akurat. Sistem ini dikembangkan dengan
SALNESIASALNESIA Kegiatan ini bertujuan untuk: (a) meningkatkan wawasan pengetahuan masyarakat tentang potensi pekarangan rumah guna mensuplai kebutuhan pangan dan ekonomiKegiatan ini bertujuan untuk: (a) meningkatkan wawasan pengetahuan masyarakat tentang potensi pekarangan rumah guna mensuplai kebutuhan pangan dan ekonomi
UNIBAUNIBA 05. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat terdapat hubungan yang bermakna antara Jumlah Gigi Susu Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja05. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat terdapat hubungan yang bermakna antara Jumlah Gigi Susu Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja
JQWHJQWH Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jumlah anak, berat badan lahir, status pemberian ASI, status ISPA dan diare dan sikap ibu dan tidakHasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jumlah anak, berat badan lahir, status pemberian ASI, status ISPA dan diare dan sikap ibu dan tidak
JQWHJQWH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengeluaran ASI ibu postpartum dan mencari informasi mengenai faktor-faktorPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengeluaran ASI ibu postpartum dan mencari informasi mengenai faktor-faktor
Useful /
PUBLINEPUBLINE Namun, meskipun penting, geometri—terutama geometri tiga dimensi (3D)—tetap menjadi salah satu topik paling menantang bagi siswa. Kompleksitasnya munculNamun, meskipun penting, geometri—terutama geometri tiga dimensi (3D)—tetap menjadi salah satu topik paling menantang bagi siswa. Kompleksitasnya muncul
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Penelitian yang dilakukan melalui pre-test dan post-test, dengan peserta didik menjadi subjeknya adalah kelas IV SD pada mapel Bahasa Indonesia BAB 2 denganPenelitian yang dilakukan melalui pre-test dan post-test, dengan peserta didik menjadi subjeknya adalah kelas IV SD pada mapel Bahasa Indonesia BAB 2 dengan
PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE Analisis Kaplan‑Meier digunakan untuk menghitung laju insiden dan waktu median peningkatan status gizi. Variabel sosiodemografik dan klinis yang dianalisisAnalisis Kaplan‑Meier digunakan untuk menghitung laju insiden dan waktu median peningkatan status gizi. Variabel sosiodemografik dan klinis yang dianalisis
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Literasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kota Lhokseumawe, membuktikan bahwa pemahaman terhadap literasi keuanganLiterasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM di Kota Lhokseumawe, membuktikan bahwa pemahaman terhadap literasi keuangan