PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

Latar belakang dan tujuan: Terapi antiretroviral (ART) berhubungan dengan peningkatan status gizi pada pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan mengkaji proporsi, waktu median, laju insiden, dan faktor prediktor peningkatan status gizi pada pasien HIV/AIDS yang menerima ART di Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar. Metode: Penelitian kohort retrospektif dilakukan di Kota Denpasar dengan melibatkan 207 rekam medis pasien HIV/AIDS yang menerima ART antara 1 Januari 2012 hingga 30 Juni 2015. Analisis Kaplan‑Meier digunakan untuk menghitung laju insiden dan waktu median peningkatan status gizi. Variabel sosiodemografik dan klinis yang dianalisis meliputi indeks massa tubuh (BMI), berat badan, kadar hemoglobin, jumlah CD4, stadium klinis HIV, regimen ART, serta infeksi oportunistik (IO). Data dianalisis dengan model Cox proportional hazard untuk mengidentifikasi faktor prediktor peningkatan status gizi. Hasil: Sebanyak 65,22% pasien HIV/AIDS yang menerima ART mengalami peningkatan status gizi dengan laju insiden 9,1 per 100 orang‑bulan dan waktu median 6,1 bulan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor prediktor peningkatan status gizi meliputi BMI pada saat memulai ART (AHR=1,34; 95% CI: 1,16‑1,5), stadium klinis HIV (AHR=1,45; 95% CI: 1,02‑2,06), jumlah CD4 pada saat memulai ART (AHR=0,89; 95% CI: 0,81‑0,99), dan keberadaan diare (AHR=1,83; 95% CI: 1,06‑3,14).

Faktor prediktor peningkatan status gizi pada pasien HIV/AIDS yang menerima ART di Rumah Sakit Umum Sanglah meliputi indeks massa tubuh pada inisiasi ART, stadium klinis HIV, jumlah CD4, dan keberadaan diare.

Penelitian lanjutan dapat (1) melakukan studi kohort prospektif yang memasukkan pengukuran asupan makanan harian dan kualitas nutrisi pasien HIV/AIDS, sehingga dapat mengevaluasi peran langsung konsumsi nutrisi sebagai faktor prediktor perbaikan status gizi selama terapi ART. (2) Menguji efektivitas intervensi suplementasi nutrisi terarah, seperti pemberian suplemen protein atau mikronutrien, melalui uji klinis terkontrol acak untuk menilai dampaknya terhadap peningkatan BMI, kadar CD4, dan penurunan insiden diare pada pasien yang memulai ART. (3) Menyelidiki pengaruh faktor psikososial, kepatuhan minum obat, serta variasi regimen ART terhadap perubahan status gizi dengan pendekatan multicenter yang melibatkan rumah sakit di berbagai provinsi, sehingga dapat mengidentifikasi strategi pengelolaan komprehensif yang memperhitungkan aspek klinis dan sosial. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat melengkapi temuan sebelumnya, memperluas pemahaman tentang determinan gizi pada populasi HIV/AIDS, dan menyediakan dasar ilmiah untuk kebijakan intervensi nutrisi yang lebih efektif.

  1. Predictors of improved nutritional status among HIV/AIDS patients who received antiretroviral therapy... doi.org/10.53638/phpma.2017.v5.i2.p14Predictors of improved nutritional status among HIV AIDS patients who received antiretroviral therapy doi 10 53638 phpma 2017 v5 i2 p14
  1. #status gizi#status gizi
  2. #analisis multivariat#analisis multivariat
Read online
File size581.73 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1Xj
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test