PUBLINEPUBLINE

Journal of Science and Mathematics EducationJournal of Science and Mathematics Education

Pendidikan matematika memainkan peran sentral dalam membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, dan memecahkan masalah siswa. Dalam kurikulum sekolah menengah, geometri merupakan domain fundamental yang tidak hanya memperkuat penalaran deduktif tetapi juga menumbuhkan kecerdasan spasial. Namun, meskipun penting, geometri—terutama geometri tiga dimensi (3D)—tetap menjadi salah satu topik paling menantang bagi siswa. Kompleksitasnya muncul dari kebutuhan untuk memvisualisasikan, memutar, mengubah, dan berhubungan dengan objek dalam ruang, proses yang menuntut keterampilan visualisasi spasial tingkat lanjut. Studi-studi di konteks pendidikan Indonesia melaporkan bahwa siswa sering mengalami kesalahpahaman konsep ketika belajar geometri padat karena dukungan representasi yang terbatas dan pendekatan instruksional abstrak (Hadi & Radiyatul, 2014; Nursyahidah et al., 2018).

Berdasarkan temuan dan diskusi, studi ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dalam pengajaran geometri tiga dimensi secara signifikan meningkatkan penguasaan konsep siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional berbasis teks dan gambar.Kelompok eksperimen menunjukkan skor rata-rata post-test yang lebih tinggi, nilai gain normalisasi yang lebih besar, dan ukuran efek yang besar, menunjukkan bahwa pembelajaran yang didukung AR memberikan manfaat kognitif yang substansial.Fitur visualisasi interaktif memungkinkan siswa untuk memanipulasi, memutar, dan memeriksa benda-benda geometri secara dinamis, sehingga memfasilitasi konstruksi model mental yang lebih akurat.Temuan ini mengonfirmasi bahwa teknologi imersif dapat secara efektif mengurangi kesalahpahaman spasial dan mendukung pemahaman relasional yang lebih dalam terhadap konsep geometri.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas di berbagai sekolah untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari intervensi AR. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki integrasi AR dengan model pembelajaran berbasis masalah kolaboratif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep. Selain itu, penting untuk menyelidiki bagaimana AR mempengaruhi tingkat kemampuan kognitif yang berbeda, memberikan wawasan berharga tentang efektivitasnya dalam berbagai konteks pembelajaran.

  1. Collective reflective assessment for shared epistemic agency by undergraduates in knowledge building... bera-journals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/bjet.12909Collective reflective assessment for shared epistemic agency by undergraduates in knowledge building bera journals onlinelibrary wiley doi 10 1111 bjet 12909
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/edu0000476APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 edu0000476
Read online
File size778.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test