UNIBUNIB
Jurnal EngganoJurnal EngganoRadikal bebas dapat membentuk stress oksidatif yang menyebabkan penyakit kronik degeneratif seperti kanker. Reaktivitas radikal bebas ini dapat diredam oleh senyawa antioksidan. Salah satu senyawa antioksidan alami adalah biopigmen. Mikroalga Dunaliella salina adalah jenis Chlorophyta yang diketahui sebagai sumber biopigmen pada habitat perairan laut. Dalam kultur mikroalga memiliki kendala keterbatasan dalam perekayasaan media dengan tujuan produksi biopigmen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rekayasa media hipersalin dan hiposalin terhadap kandungan biopigmen dan aktivitas antioksidan. Perlakuan perbedaan salinitas (hiposalin dan hipersalin) memberikan pengaruh secara signifikan (p < 0,05) terhadap biomassa basah yaitu terendah pada perlakuan 20 ppt sebesar 9,260 gr/ml sedangkan tertinggi adalah 30 ppt sebesar 10,595 gr/ml. Berdasarkan data kadar air menunjukkan bahwa semakin tinggi salinitas maka kadar air biomassa semakin tinggi (p < 0,05) yaitu sebesar 96,3 – 98,1 %. Perlakuan salinitas 30 ppt memiliki kadar pigmen klorofil a, b dan karotenoid tertinggi (p < 0,05) yaitu sebesar 10,961; 3,636 dan 4,954 mg/l. Semakin tinggi konsentrasi BHT dan pigmen (ditiap salinitas) maka nilai % inhibisi semakin tinggi (p < 0,05). BHT memiliki nilai IC50 sebesar 8,13 ppm (antioksidan sangat kuat). Sedangkan aktivitas antioksidan pigmen terbaik adalah perlakuan 30 ppt dengan IC50 sebesar 22,860 ppm (antioksidan sangat kuat).
Penelitian ini menunjukkan bahwa salinitas 30 ppt merupakan kondisi optimal untuk produksi biomassa dan biopigmen sebagai agen antioksidan.Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mikroalga *Dunaliella salina* memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami.Oleh karena itu, optimasi kondisi kultur, khususnya salinitas, dapat meningkatkan produksi biopigmen dengan aktivitas antioksidan yang tinggi.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menguji efektivitas biopigmen *Dunaliella salina* sebagai agen antioksidan dalam sistem biologis yang lebih kompleks, seperti pada model hewan atau sel kanker. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi jenis-jenis biopigmen spesifik yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, serta untuk memahami mekanisme aksi antioksidan tersebut pada tingkat molekuler. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode ekstraksi biopigmen yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta formulasi produk berbasis biopigmen *Dunaliella salina* untuk aplikasi di bidang pangan, farmasi, atau kosmetik.
| File size | 776.18 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan populasi dan pembangunan ekonomi, konversi area mangrove ke penggunaan lain menjadi masalah yang mengkhawatirkan.Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan populasi dan pembangunan ekonomi, konversi area mangrove ke penggunaan lain menjadi masalah yang mengkhawatirkan.
AKABAAKABA Partai oposisi merupakan salah satu bagian penting dalam demokrasi di Indonesia namun beberapa tahun terakhir partai oposisi di Indonesia perannya “kurangPartai oposisi merupakan salah satu bagian penting dalam demokrasi di Indonesia namun beberapa tahun terakhir partai oposisi di Indonesia perannya “kurang
UNTAG SMDUNTAG SMD Penelitian dilakukan di 7 stasiun dengan 21 petak dengan menggunakan metode Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 23 jenis semut denganPenelitian dilakukan di 7 stasiun dengan 21 petak dengan menggunakan metode Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 23 jenis semut dengan
UNTAG SMDUNTAG SMD Kawasan Prevab dan Sangkima merupakan daerah sebaran populasi dan habitat orangutan di Taman Nasional Kutai. Kondisi lingkungan habitat tersebut memilikiKawasan Prevab dan Sangkima merupakan daerah sebaran populasi dan habitat orangutan di Taman Nasional Kutai. Kondisi lingkungan habitat tersebut memiliki
UNTAG SMDUNTAG SMD Pemberian kompos solid sawit dengan decomposer mempengaruhi pertumbuhan edamame, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga, sedangkanPemberian kompos solid sawit dengan decomposer mempengaruhi pertumbuhan edamame, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga, sedangkan
UNTAG SMDUNTAG SMD Parameter kualitas air diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air menggunakan metode Storet dan metode indeks pencemaran. Hasil menunjukkan bahwa statusParameter kualitas air diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air menggunakan metode Storet dan metode indeks pencemaran. Hasil menunjukkan bahwa status
UNIMALUNIMAL Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana model partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata mangrove dapat diperkuat melalui pelatihan berkelanjutanPenelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana model partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata mangrove dapat diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan
UNAIRUNAIR Hasil kajian memperlihatkan bahwa karakteristik lingkungan yang diukur tidak begitu berbeda antar stasiun dan juga tidak melebihi baku mutu untuk kehidupanHasil kajian memperlihatkan bahwa karakteristik lingkungan yang diukur tidak begitu berbeda antar stasiun dan juga tidak melebihi baku mutu untuk kehidupan
Useful /
IPBIPB Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran awal potensi limbah susu bubuk dan manajemen pengelolaannya melalui survei, (2) mengetahui pengaruhTujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran awal potensi limbah susu bubuk dan manajemen pengelolaannya melalui survei, (2) mengetahui pengaruh
IPBIPB Tujuan utama pengelolaan ini adalah peningkatan kesejahteraan karyawan secara proporsional, dengan ketersediaan teknologi memadai sebagai faktor penentuTujuan utama pengelolaan ini adalah peningkatan kesejahteraan karyawan secara proporsional, dengan ketersediaan teknologi memadai sebagai faktor penentu
IPBIPB Sistem semi-kontinyu 300 L menunjukkan performa optimal pada laju pemberian 1,4 kg TS/L/hari; 2,3 kg TS/L/hari; dan 4,1 kg TS/L/hari dengan produksi biogasSistem semi-kontinyu 300 L menunjukkan performa optimal pada laju pemberian 1,4 kg TS/L/hari; 2,3 kg TS/L/hari; dan 4,1 kg TS/L/hari dengan produksi biogas
UNIBUNIB ) sebagai detritus di ekosistem mangrove. Pulau Enggano merupakan pulau kecil terluar Provinsi Bengkulu, keadaan ekosistem mangrovenya masih tergolong) sebagai detritus di ekosistem mangrove. Pulau Enggano merupakan pulau kecil terluar Provinsi Bengkulu, keadaan ekosistem mangrovenya masih tergolong