JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA

Proceeding Technology of Renewable Energy and Development ConferenceProceeding Technology of Renewable Energy and Development Conference

Jintan Hitam (Nigella sativa) adalah salah satu tanaman favorit di Timur Tengah, Asia dan Eropa. Tanaman ini mengandung berbagai macam jenis senyawa timokuinon, nigellimin-N-oksida, nigellisin, yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia, misalnya minyak jintan hitam dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami pada minuman herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menentukan konsentrasi minyak jintan hitam yang paling optimum sebagai pengawet dalam minuman herbal serta untuk mencari waktu simpan yang optimum terhadap karakteristik serta mikrobiologi. Beberapa variabel yang diuji pada penelitian ini yaitu konsentrasi minyak biji jintan hitam dengan variasi 0,2% ; 0,3% ; 0,4% ; 0,5%, serta 0,6% dan waktu penyimpanan dengan variasi 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari sampai dengan 5 hari. Kemudian akan dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui perubahan warna, bau, rasa serta uji stabilitas pemisahan fase selama 5 hari pada suhu kamar 25°C dan suhu rendah 4°C lalu dilakukan analisis mikrobiologi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji organoleptic yang dilakukan selama 5 hari didapatkan hasil dan konsentrasi yang optimum yaitu pada 0,4% pada suhu 4° tidak terjadi perubahan warna yang signifikan dan tidak terlihat perubahan fase sehingga didapatkan umur simpan yang lebih lama pada suhu dingin.

Namun pada penyimpanannya akan lebih stabil apabila disimpan pada suhu dingin (4°C) dibandingkan disimpan di suhu kamar (25°C).

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh konsentrasi minyak jintan hitam yang lebih tinggi dari 0,6% serta periode penyimpanan yang lebih lama terhadap kualitas organoleptik dan keamanan mikrobiologis minuman herbal, sehingga dapat menentukan batas aman penggunaan bahan pengawet alami ini. Selanjutnya, penting untuk menguji aktivitas antimikroba minyak jintan hitam terhadap spektrum mikroorganisme pengotor lain, seperti jamur dan bakteri Gram‑negatif, dalam berbagai formula minuman herbal untuk menilai efektivitas luasnya sebagai pengawet alami. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan sistem enkapsulasi atau nanoemulsi minyak jintan hitam guna meningkatkan kestabilan, kontrol pelepasan, dan integrasi dalam produk minuman komersial, sehingga memperpanjang umur simpan sekaligus mempertahankan nilai nutrisi dan cita rasa. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan dapat memperluas aplikasi pengawet alami pada industri minuman herbal secara berkelanjutan.

  1. SciELO Brazil - Effect of black cumin oil (Nigella sativa L.) on fresh fish (Barbus grypus) fillets during... doi.org/10.1590/1678-457x.09516SciELO Brazil Effect of black cumin oil Nigella sativa L on fresh fish Barbus grypus fillets during doi 10 1590 1678 457x 09516
Read online
File size372.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test