PUBLINEPUBLINE

Journal of Science and Mathematics EducationJournal of Science and Mathematics Education

Pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan tujuan penting dalam pendidikan matematika, karena memungkinkan pelajar untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi untuk masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan HOTS di antara siswa sekolah menengah di Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam. Pendekatan metode campuran digunakan, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan 60 siswa dari kelas 10, yang berpartisipasi dalam proyek matematika yang dirancang untuk mempromosikan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan penalaran kreatif selama periode enam minggu. Pengumpulan data mencakup pre- dan post-test yang mengukur HOTS, pengamatan kelas, dan wawancara siswa untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi mereka tentang PjBL. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor HOTS setelah intervensi, dengan rata-rata skor post-test meningkat dari 62,5 menjadi 81,3. Analisis kualitatif mengungkapkan bahwa siswa lebih terlibat, kolaboratif, dan reflektif selama aktivitas proyek, menunjukkan kemampuan mereka untuk menerapkan konsep matematika dalam konteks dunia nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PjBL dalam pengajaran matematika tidak hanya meningkatkan keterampilan kognitif siswa tetapi juga memupuk motivasi dan pemahaman yang lebih dalam. Penelitian ini menekankan potensi pendekatan pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa untuk menumbuhkan keterampilan penting abad ke-21. Implikasi untuk desain kurikulum, pelatihan guru, dan penelitian masa depan tentang peningkatan HOTS dalam matematika dibahas.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa matematika di Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam.Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor HOTS, dengan siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi untuk masalah matematika yang kompleks.Ukuran efek yang besar mengonfirmasi bahwa PjBL tidak hanya mendorong peningkatan kognitif yang dapat diukur tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menarik.Temuan ini sejalan dengan penelitian internasional sebelumnya yang menekankan manfaat metode instruksional berpusat pada siswa dan berbasis masalah dalam mengembangkan keterampilan kognitif tingkat lanjut.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang PjBL terhadap pengembangan HOTS dan memeriksa implementasinya di berbagai konteks pendidikan untuk menggeneralisasi temuan lebih lanjut. Selain itu, penting untuk menyelidiki strategi optimalisasi PjBL untuk mempertahankan dan menggeneralisasi manfaatnya di berbagai pengaturan pendidikan menengah. Penelitian juga dapat berfokus pada peran fasilitasi guru, pembelajaran kolaboratif, dan praktik reflektif dalam mencapai hasil yang diinginkan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dukungan empiris untuk integrasi PjBL ke dalam kurikulum matematika sebagai strategi untuk menumbuhkan keterampilan kognitif tingkat tinggi, meningkatkan partisipasi siswa, dan menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak dan aplikasi kehidupan nyata.

Read online
File size782.26 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test