SASTRA UNESSASTRA UNES

Jurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticJurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa dalam mempelajari geometri, khususnya dalam meletakkan titik pada koordinat Kartesius di ruang tiga dimensi. Koordinat ruang merupakan konsep dasar dalam pembelajaran geometri analitik yang menuntut kemampuan visualisasi spasial dan pemahaman terhadap sistem sumbu x, y, dan z. Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif terhadap 21 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester empat Universitas Ekasakti Padang. Data diperoleh melalui tes diagnostik, observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami representasi sumbu z, membedakan antara bidang xy, xz, dan yz, serta melakukan proyeksi titik ke dalam tiga sumbu. Kesulitan ini dipengaruhi oleh lemahnya kemampuan visualisasi spasial dan minimnya penggunaan media pembelajaran berbasis visual. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan teknologi visualisasi dan manipulatif digital untuk mengurangi miskonsepsi geometri ruang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami dan meletakkan titik koordinat pada ruang tiga dimensi.Kesulitan ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman arah sumbu z, kesulitan membedakan bidang-bidang koordinat, dan keterbatasan visualisasi spasial.Oleh karena itu, penggunaan alat bantu visual dan pendekatan pembelajaran yang menekankan pengembangan kemampuan visualisasi spasial sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan kemampuan visualisasi spasial mahasiswa pada materi geometri ruang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan konkret, representasional, dan abstrak (CRA) untuk membantu mahasiswa membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang koordinat tiga dimensi. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode pembelajaran geometri ruang, seperti pembelajaran berbasis masalah (PBL), pembelajaran berbasis proyek (PjBL), dan pembelajaran tradisional, guna mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam mengatasi kesulitan mahasiswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri ruang di tingkat pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang ini.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0028446APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0028446
Read online
File size329.79 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test