PUBLINEPUBLINE

UNITY: Journal of Community ServiceUNITY: Journal of Community Service

Program NTB Zero Waste merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Kecamatan Praya terkait pengelolaan sampah yang efektif dan selaras dengan program NTB Zero Waste. Pendekatan yang digunakan melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam pengelompokan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, serta penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri, peningkatan partisipasi dalam program kebersihan, serta penurunan jumlah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan program pemerintah mampu menciptakan dampak positif terhadap pengelolaan sampah di tingkat lokal. Studi ini dapat menjadi referensi untuk penerapan program serupa di wilayah lain.

Program edukasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan Program NTB Zero Waste di Kecamatan Praya memberikan dampak yang signifikan dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayah tersebut.Melalui pendekatan partisipatif, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.Survei menunjukkan peningkatan pemahaman dan penerapan praktik pemisahan sampah dari 25% menjadi 68%, dengan mayoritas masyarakat mulai memanfaatkan limbah organik untuk produksi kompos dan eco-enzyme.Keberhasilan ini didukung oleh pelatihan intensif yang melibatkan kelompok ibu rumah tangga, kelompok tani, dan pemuda desa.Selain manfaat lingkungan, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata.Bank sampah yang didirikan di Desa Semayan berhasil mengelola sampah anorganik menjadi produk bernilai jual, yang mampu meningkatkan pendapatan warga hingga Rp5 juta per bulan.Selain itu, pengurangan sampah yang tidak terkelola, dari 45% menjadi 30%, menunjukkan bahwa pendekatan edukasi dan pengelolaan berbasis komunitas memiliki efektivitas yang tinggi.Meski demikian, tantangan berupa rendahnya konsistensi penerapan di sebagian masyarakat dan keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah masih menjadi kendala yang perlu diatasi secara berkelanjutan.Dukungan pemerintah melalui penyediaan alat dan pendampingan kader lingkungan turut berperan penting dalam memastikan keberlanjutan program ini.

Untuk meningkatkan keberlanjutan program pengelolaan sampah terintegrasi, diperlukan pendekatan inovatif dan kolaboratif. Pemerintah daerah dapat meningkatkan alokasi anggaran untuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, seperti bank sampah dan komposter, di setiap desa. Edukasi berkelanjutan melalui pendekatan berbasis sekolah akan meningkatkan kesadaran lingkungan generasi muda. Pendekatan persuasif, seperti kampanye kreatif atau penghargaan, dapat meningkatkan motivasi masyarakat. Pelibatan sektor swasta dalam program daur ulang dapat memperkuat keberlanjutan ekonomi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menciptakan inovasi teknologi pengelolaan sampah yang efektif. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan swasta akan menciptakan pengelolaan sampah yang efektif dan berkontribusi pada lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, mendukung visi NTB sebagai provinsi Zero Waste.

  1. Edukasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dengan Program NTB Zero Waste: Studi Kasus di Kecamatan Praya... ejournal.publine.or.id/index.php/unity/article/view/115Edukasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dengan Program NTB Zero Waste Studi Kasus di Kecamatan Praya ejournal publine index php unity article view 115
Read online
File size311.03 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test