UNRAMUNRAM
Jurnal PepaduJurnal PepaduDesa Kedisan di Kecamatan Kintamani, Bangli, merupakan sentra produksi bawang merah yang menghasilkan limbah pascapanen cukup tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan. Limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi diolah menjadi produk ramah lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pelatihan pengolahan limbah menjadi ecoenzyme sebagai solusi pengelolaan limbah pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Kelompok Tani Telaga dalam mengolah limbah bawang merah menjadi ecoenzyme. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan ecoenzyme, dan pendampingan evaluasi hasil fermentasi. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80,83% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Seluruh peserta mampu melakukan proses fermentasi dengan benar sesuai prosedur. Produk ecoenzyme yang dihasilkan memiliki ciri fermentasi baik, berwarna cokelat keemasan, dan beraroma asam segar. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik dan biopestisida alami. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi peserta dalam mengelola limbah pertanian secara produktif. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat kelompok tani.
Kegiatan pelatihan pembuatan ecoenzyme berbasis limbah bawang merah pada Kelompok Tani Telaga berhasil dilaksanakan dan meningkatkan pemahaman peserta sebesar 80,83% serta keterampilan praktik yang dikuasai dengan baik.Produk ecoenzyme yang dihasilkan layak digunakan sebagai pupuk organik cair dan biopestisida alami.Kegiatan ini mendukung penerapan pertanian berkelanjutan berbasis zero waste agriculture dan perlu dikembangkan secara lebih luas.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas ecoenzyme dari limbah bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat dalam skala lahan petani, agar manfaatnya dapat dibuktikan secara nyata di lapangan. Kedua, sebaiknya dikaji pula kemampuan ecoenzyme dalam mengendalikan hama spesifik di wilayah Kintamani, misalnya pengaruhnya terhadap kutu daun atau nematoda, untuk memperkuat posisinya sebagai alternatif biopestisida alami. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang pengaruh variasi lama fermentasi—misalnya 3 bulan, 5 bulan, dan 6 bulan—terhadap kualitas dan aktivitas biologis ecoenzyme, mengingat ada indikasi bahwa fermentasi lebih lama meningkatkan efisiensi antibakteri, sehingga bisa ditentukan durasi optimal produksi oleh petani. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat dasar ilmiah penggunaan ecoenzyme dan membantu petani dalam menghasilkan produk yang lebih konsisten dan efektif. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi panduan teknis resmi bagi kelompok tani dan dinas terkait. Dengan pendekatan ilmiah yang kuat, penerapan ecoenzyme bisa berkembang dari sekadar pelatihan menjadi bagian sistematis dari pertanian organik di Bali.
- Pelatihan Pembuatan Pupuk Berbahan Eco-Enzyme sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga | Jumat Pertanian:... doi.org/10.32764/abdimasper.v4i3.4467Pelatihan Pembuatan Pupuk Berbahan Eco Enzyme sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Jumat Pertanian doi 10 32764 abdimasper v4i3 4467
- Pengolahan Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Pupuk Organik Komersil | Jurnal SOLMA. pengolahan limbah... journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/1392Pengolahan Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Pupuk Organik Komersil Jurnal SOLMA pengolahan limbah journal uhamka ac index php solma article view 1392
| File size | 546.61 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMALUNIMAL Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah letak posisi eksplanPenelitian ini menggunakan rancangan lingkungan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah letak posisi eksplan
UNSRATUNSRAT Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman mitra tentang jenis-jenis jamur makroskopis, nilai gizi dan potensi ekonomi. SelainHasil yang diperoleh adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman mitra tentang jenis-jenis jamur makroskopis, nilai gizi dan potensi ekonomi. Selain
ASIAASIA Program pelatihan berhasil memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan teknis untuk mengubah limbah baglog jamur menjadi pupuk komposProgram pelatihan berhasil memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan teknis untuk mengubah limbah baglog jamur menjadi pupuk kompos
UNIMALUNIMAL Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan tanaman pangan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Pase Kabupaten Aceh Utara, yangPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan tanaman pangan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Pase Kabupaten Aceh Utara, yang
UNIMALUNIMAL Varietas selada (V) terdiri dari 3 taraf, yaitu: V1 = Varietas Grand Rapids, V2 = Varietas Selada, V3 = Varietas Karang Merah. Dengan demikian ada 12 kombinasiVarietas selada (V) terdiri dari 3 taraf, yaitu: V1 = Varietas Grand Rapids, V2 = Varietas Selada, V3 = Varietas Karang Merah. Dengan demikian ada 12 kombinasi
UNIMALUNIMAL Uji brix pada umbi gadung tertinggi pada umbi putih. Pada pengamatan rendemen etanol tertinggi terjadi pada jenis umbi gadung putih dan konsentrasi ragiUji brix pada umbi gadung tertinggi pada umbi putih. Pada pengamatan rendemen etanol tertinggi terjadi pada jenis umbi gadung putih dan konsentrasi ragi
UNIMALUNIMAL Dilaksanakan di Gampong Lhok Iboh Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara dimulai sejak bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2017. Penelitian iniDilaksanakan di Gampong Lhok Iboh Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara dimulai sejak bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2017. Penelitian ini
UNIMALUNIMAL Faktor kedua yaitu pemberian sekam padi yang terdiri atas. Tanpa pemberian sekam padi (P0); Pemberian sekam padi 10% (P1); Pemberian sekam padi 20% (P2).Faktor kedua yaitu pemberian sekam padi yang terdiri atas. Tanpa pemberian sekam padi (P0); Pemberian sekam padi 10% (P1); Pemberian sekam padi 20% (P2).
Useful /
UNSRATUNSRAT Program ini bertujuan meningkatkan wawasan guru dalam merancang alat peraga fisika sederhana serta memanfaatkannya sebagai sarana praktikum yang dapatProgram ini bertujuan meningkatkan wawasan guru dalam merancang alat peraga fisika sederhana serta memanfaatkannya sebagai sarana praktikum yang dapat
UNSRATUNSRAT Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk skrining DM pada usia muda dan memberikan edukasi tentang DM, resiko, komplikasi dan penangananya.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk skrining DM pada usia muda dan memberikan edukasi tentang DM, resiko, komplikasi dan penangananya.
UNRAMUNRAM Kendala utama pembudidaya adalah kondisi benih yang tidak 100% sehat dan siap dibudidayakan, dengan tingkat kematian mencapai 50% dalam satu hingga duaKendala utama pembudidaya adalah kondisi benih yang tidak 100% sehat dan siap dibudidayakan, dengan tingkat kematian mencapai 50% dalam satu hingga dua
UNRAMUNRAM Posyandu lansia terstruktur baik akan berdampak pada kesehatan lansia khususnya dalam hal Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan SpiritualPosyandu lansia terstruktur baik akan berdampak pada kesehatan lansia khususnya dalam hal Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan Spiritual