UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Pengelolaan diabetes tipe 2 yang efektif sangat bergantung pada kemampuan pasien dalam melakukan self-management, termasuk pengendalian pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Namun, masih banyak pasien menghadapi kesulitan dalam mengendalikan gula darahnya akibat kurangnya pemahaman dan motivasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan warga tentang self-management diabetes melalui health coaching dan psikoedukasi gizi sebagai upaya pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah RT 06 Kelurahan Wonokromo Kota Surabaya. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui ceramah, diskusi hingga demonstrasi guna meningkatkan pengetahuan kader dan warga mengenai self-management melalui health coaching dan psikoedukasi gizi untuk pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2025 dan diikuti oleh 10 kader dan 20 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan motivasi pasien terkait self-management diabetes, dari 35% menjadi 86%, disertai peningkatan keterampilan baik pada kader maupun warga dalam melaksanakan Self-Management Diabetes Melalui Health Coaching dan psikoedukasi gizi. Pendekatan ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas dalam program pengelolaan diabetes di masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Pelatihan health coaching dan psikoedukasi gizi telah memberikan dampak positif signifikan bagi kader dan masyarakat dalam pengelolaan diabetes.Kader mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam mendampingi masyarakat penderita diabetes.Program ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam upaya pengendalian diabetes di tingkat komunitas, dengan memperkuat mekanisme monitoring dan melibatkan tenaga kesehatan lokal serta kader posyandu untuk menjamin keberlanjutan dan memperluas jangkauan intervensi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari intervensi health coaching dan psikoedukasi gizi terhadap kontrol gula darah dan kualitas hidup pasien diabetes. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model health coaching yang disesuaikan dengan karakteristik budaya dan sosial ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses dan efisiensi program. Ketiga, penting untuk menginvestigasi peran dukungan sosial dan keluarga dalam keberhasilan self-management diabetes, serta mengembangkan strategi intervensi yang melibatkan keluarga sebagai bagian integral dari proses perawatan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung implementasi program pengelolaan diabetes yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia.

Read online
File size6.87 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test