UNSUNS

PRIMA: Journal of Community Empowering and ServicesPRIMA: Journal of Community Empowering and Services

Gumantar adalah salah satu desa di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini memiliki potensi pertanian dan perkebunan dengan komoditas utama seperti padi, jagung, kacang, kopi, kakao, kelapa, pisang, dan tanaman hortikultura lainnya. Masalah yang sering ditemui adalah ketersediaan pakan yang sangat terbatas pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan banyak peternak menjual ternaknya dengan harga rendah pada musim kemarau. Masalah lain adalah pengetahuan petani yang rendah tentang teknologi penyimpanan dan pengawetan bahan pakan sebagai pakan pada musim kemarau. Pada musim hujan, pakan yang tersedia cukup berlimpah. Oleh karena itu, perlu diberikan pelatihan mengenai teknologi penyimpanan dan pengawetan pakan ternak. Salah satu metode yang banyak dan mudah dilakukan adalah pembuatan pakan fermentasi. Fermentasi adalah proses penguraian bahan organik kompleks menjadi sederhana dengan melibatkan mikroorganisme secara terkontrol. Tujuan fermentasi adalah untuk meningkatkan kecernaan, mengurangi zat anti nutrisi pakan, memperpanjang umur simpan, dan menambah nilai jual. Bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah rumput, jerami, limbah tanaman singkong, limbah tanaman kacang tanah, dan buah jambu mente, air, tepung jagung, dedak padi, probiotik Bio star, trypi, dan molases. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi wawancara, tatap muka, pelatihan, dan praktik langsung. Setelah tim pelaksana memberikan penyuluhan, pengetahuan mitra terhadap jenis-jenis hijauan limbah pakan untuk pakan meningkat dari 40% menjadi 80%. Peningkatan nutrisi hijauan pakan ternak (protein) dari 6,7% menjadi 16,45%. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan petani dalam membuat pakan fermentasi, pakan fermentasi yang dihasilkan dapat disimpan selama 6 bulan, dan terjadi peningkatan nilai gizi pakan.

Tim pelaksana memberikan penyuluhan kepada mitra tentang jenis-jenis limbah pertanian untuk pakan.Pengetahuan mitra meningkat dari 40% menjadi 80%.Pakan fermentasi yang dihasilkan mengalami peningkatan nutrisi (protein) dari 6,7% menjadi 16,45%.Selain itu, petani juga sudah mampu membuat pakan fermentasi yang memiliki umur simpan yang lebih lama (hingga 6 bulan).Teknologi fermentasi untuk pakan sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan berat badan Sapi Bali.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pakan fermentasi dengan pakan konvensional untuk menilai efek jangka panjangnya terhadap pertumbuhan dan kesehatan sapi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi fermentasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mengeksplorasi potensi penggunaan limbah pertanian yang beragam sebagai bahan baku pakan fermentasi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak ekonomi dan sosial dari penggunaan pakan fermentasi pada peternakan sapi, termasuk analisis biaya-manfaat dan dampak terhadap pendapatan petani.

  1. DOI Name 10.25181 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 01z crossref email support... doi.org/10.25181DOI Name 10 25181 Values doi name values index type timestamp data hs serv 01z crossref email support doi 10 25181
  2. Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak “Lembah telaga”... jurnal.uns.ac.id/prima/article/view/94104Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumber daya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy jurnal uns ac prima article view 94104
Read online
File size504.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test