UTPUTP
Journal of Rural and Urban Community StudiesJournal of Rural and Urban Community StudiesPengomposan merupakan proses biologis di mana bahan organik diuraikan oleh mikroorganisme menjadi pupuk organik yang stabil dan dapat dimanfaatkan sebagai kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri selulolitik, rhizomonas, subtilis, dan bakteri rumen sapi terhadap hasil kompos dari limbah jerami padi dan limbah tanaman jagung. Penelitian dilakukan pada Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten dengan desain Acak Lengkap (CRD) yang mencakup dua faktor: kombinasi bakteri (lima tingkatan) dan jenis bahan kompos (dua tingkatan). Parameter yang diamati meliputi bau, warna, suhu, pH, waktu pengomposan, kapasitas retensi air, berat akhir kompos, dan kandungan air akhir. Hasil menunjukkan bahwa pemberian bakteri selulolitik, subtilis, rhizomonas, dan rumen sapi secara signifikan memengaruhi suhu dan pH kompos, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap waktu pengomposan, kapasitas retensi air, berat akhir kompos, maupun kandungan air akhir. Penggunaan limbah jerami padi dan limbah jagung memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap pH serta secara signifikan memengaruhi waktu pengomposan, berat akhir kompos, dan kandungan air akhir, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu dan kapasitas retensi air. Kombinasi bakteri mempercepat pengomposan limbah jagung dibandingkan dengan limbah jerami padi karena mikroorganisme dapat berkembang lebih cepat pada bahan yang kurang padat.
Penambahan bakteri selulolitik, subtilis, rhizomonas, dan rumen sapi secara signifikan memengaruhi suhu dan pH kompos, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap waktu pengomposan, kapasitas retensi air, berat akhir kompos, maupun kandungan air akhir.Penggunaan limbah jerami padi dan limbah jagung memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap pH serta secara signifikan memengaruhi waktu pengomposan, berat akhir kompos, dan kandungan air akhir, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu dan kapasitas retensi air.Kombinasi bakteri mempercepat pengomposan limbah jagung dibandingkan dengan limbah jerami padi karena mikroorganisme dapat berkembang lebih cepat pada bahan yang kurang padat.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penambahan jenis mikroorganisme lain, seperti actinomycetes, terhadap kualitas kompos serta parameter fisik‑kimia yang belum terjangkau pada studi ini, sehingga dapat memberikan wawasan lebih luas tentang diversitas mikroba yang optimal untuk proses pengomposan. Selain itu, penting untuk membandingkan kinerja pengomposan menggunakan berbagai jenis limbah pertanian lain, misalnya limbah tebu, dedak padi, atau daun kelapa, guna menilai apakah kombinasi bakteri yang sama menghasilkan hasil yang konsisten pada bahan yang berbeda. Terakhir, penelitian lapangan yang memantau dampak jangka panjang kompos yang dihasilkan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pada skala petani dapat mengkonfirmasi manfaat praktis serta memberikan data ekonomi yang relevan bagi penerapan teknologi ini di masyarakat.
| File size | 319.74 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PURIFIKASIPURIFIKASI Penelitian ini menunjukan bahwa dosis operasi optimum untuk koagulan adalah 3 mM. Kombinasi aluminium sulfat dan pasir besi alami bisa menurunkan konsentrasiPenelitian ini menunjukan bahwa dosis operasi optimum untuk koagulan adalah 3 mM. Kombinasi aluminium sulfat dan pasir besi alami bisa menurunkan konsentrasi
PURIFIKASIPURIFIKASI Komposisi terbaik dari membran/filter dicapai pada rasio 77. 5% dari tanah liat, 20% fly ash, dan 2,5% dari serbuk besi. Sistem pengolahan limbah cairKomposisi terbaik dari membran/filter dicapai pada rasio 77. 5% dari tanah liat, 20% fly ash, dan 2,5% dari serbuk besi. Sistem pengolahan limbah cair
UNIPASUNIPAS Komposisi optimal terdiri dari 3 g tandan kosong kelapa sawit (A1), 16 g cangkang kernel kelapa sawit (B2), 40% getah pinus (C3), dan 20% sulfur (D3),Komposisi optimal terdiri dari 3 g tandan kosong kelapa sawit (A1), 16 g cangkang kernel kelapa sawit (B2), 40% getah pinus (C3), dan 20% sulfur (D3),
PELITAIBUPELITAIBU Baharuddin tidak memiliki insinerator, dan pengolahan limbah non-medis dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Studi ini menyarankan peningkatan edukasiBaharuddin tidak memiliki insinerator, dan pengolahan limbah non-medis dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Studi ini menyarankan peningkatan edukasi
UNCMUNCM Oleh karena itu, diperlukan pemilihan aplikasi yang tepat dan mudah digunakan dengan hasil yang maksimal. Salah satu media yang cocok dalam menyampaikanOleh karena itu, diperlukan pemilihan aplikasi yang tepat dan mudah digunakan dengan hasil yang maksimal. Salah satu media yang cocok dalam menyampaikan
UNCMUNCM Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara,Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara,
UBTUBT Aplikasi sistem informasi penjualan yang dirancang dalam bentuk diagram alir dan desain user interface program sehingga terbentuk sebuah komponen sistemAplikasi sistem informasi penjualan yang dirancang dalam bentuk diagram alir dan desain user interface program sehingga terbentuk sebuah komponen sistem
UNISBAUNISBA Berdasarkan analisis uji laboratorium terhadap empat sampel, tiga sampel menunjukkan penurunan kadar COD dan BOD yang memenuhi standar kualitas limbahBerdasarkan analisis uji laboratorium terhadap empat sampel, tiga sampel menunjukkan penurunan kadar COD dan BOD yang memenuhi standar kualitas limbah
Useful /
PANDAWANPANDAWAN Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana teknologi penyimpanan terdesentralisasi seperti IPFS dapat mendukung pengembanganPenelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana teknologi penyimpanan terdesentralisasi seperti IPFS dapat mendukung pengembangan
MANDALABHAKTIMANDALABHAKTI Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan asistenPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan asisten
UNDIKMAUNDIKMA Variasi kinerja yang diamati menyoroti perlunya strategi pengajaran yang terdiferensiasi dan penekanan pada pengembangan keterampilan regulasi diri padaVariasi kinerja yang diamati menyoroti perlunya strategi pengajaran yang terdiferensiasi dan penekanan pada pengembangan keterampilan regulasi diri pada
AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL Pendekatan tersebut menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga siswa menjadi lebih aktif, terlibat, dan antusias. Penyesuaian materi sesuaiPendekatan tersebut menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga siswa menjadi lebih aktif, terlibat, dan antusias. Penyesuaian materi sesuai