ITK AVICENNAITK AVICENNA

Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan AvicennaJurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna

Latar belakang: Sistem penyimpanan rekam medis rawat inap di rumah sakit merupakan komponen krusial dalam pengelolaan informasi kesehatan yang efektif dan efisien. Tujuan: untuk menganalisis unsur input (Man, Method, Material, Machine, Money), unsur proses berupa filling (Konvesional dan elektronik) dan unsur output berupa sistem penyimpanan rekam medis yang efisien dan efektif. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskrptif kualitatif dengan metode case study, di mana subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari enam informan, termasuk kepala ruangan rekam medis, dua staf di bagian koding dan pelaporan, serta tiga staf di bagian cek assembling untuk rawat inap dan rawat jalan. Hasil: menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar rumah sakit telah beralih ke sistem elektronik, masih terdapat ketergantungan pada penyimpanan manual yang menyebabkan penumpukan dokumen dan kesulitan dalam pencarian berkas. Keterbatasan ruang penyimpanan, kurangnya sistem pelacakan yang efektif, dan pelatihan staf yang tidak memadai menjadi kendala utama dalam pengelolaan rekam medis. Kesimpulan: penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan sistem penyimpanan rekam medis yang lebih baik di rumah sakit. Rekomendasi: bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi pengelolaan rekam medis yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan pasien dan regulasi yang berlaku.

Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis sistem penyimpanan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Kota Meulaboh dapat disimpulkan.Sistem penyimpanan rekam medis berdasarkan unsur material, sistem penyimpanan rekam medis saat ini kurang memadai, dengan rencana beralih ke sistem elektronik pada 2025.Keterbatasan anggaran menyulitkan pengelolaan formulir, dan proses manual masih digunakan untuk pasien rawat inap.Pengelolaan rekam medis bersifat campuran, dengan 50% komputerisasi dan 50% manual.Sistem penyimpanan rekam medis berdasarkan unsur method, kesesuaian penyimpanan rekam medis dengan SOP dan akreditasi masih diperdebatkan.Beberapa informan menilai fasilitas belum memadai dan perlu ditingkatkan, sementara satu informan berpendapat sudah sesuai.Terdapat kendala dalam fasilitas dan penerapan SOP.Sistem penyimpanan rekam medis berdasarkan unsur machine, tracer untuk melacak status dokumen rekam medis belum sepenuhnya diimplementasikan.Sistem penyimpanan rekam medis yang efektif dan efisien, ruang penyimpanan yang tidak memadai dan penumpukan catatan manual membuat manajemen dokumen rumah sakit tidak efisien.

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem penyimpanan rekam medis, disarankan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kondisi rak penyimpanan dokumen yang ada. Alokasikan anggaran yang cukup untuk meningkatkan fasilitas penyimpanan dan percepat transisi ke sistem rekam medis elektronik. Pelatihan dan pengembangan keterampilan secara berkala untuk semua anggota tim di unit rekam medis akan memastikan mereka siap menghadapi tantangan dalam pengelolaan rekam medis dan memahami peran serta tanggung jawab masing-masing. Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara tim rekam medis dengan tim IT juga penting untuk memastikan sistem penyimpanan rekam medis yang terintegrasi dan mudah diakses.

Read online
File size170.64 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test