STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN

JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan DBD di Pondok Pesantren melalui metode sharing sessions interaktif. Metode pengabdian menggunakan lembar observasi untuk mengamati perilaku santri selama dan setelah kegiatan yang meliputi Keaktifan dalam Diskusi: Seberapa sering santri berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab. Penerapan Pengetahuan: Seberapa sering santri menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, seperti membersihkan lingkungan pesantren. Terjadi peningkatan perilaku pada remaja terutama dalam menguras bak mandi dan terjadi peningkatan pengetahuan remaja dalam mengendalikan DBD dilingkungan pesantren. Dimana, berdasarkan hasil evaluasi didapatkan mayoritas (98%) memiliki pengetahuan yang baik terkait pengendalian DBD. Kesimpulan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa sharing sessions interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pencegahan DBD. Partisipasi aktif peserta pesantren dalam sesi ini mengindikasikan bahwa pendekatan interaktif dapat menjadi model yang sukses untuk pengabdian masyarakat di masa depan, dengan dampak yang signifikan dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit di komunitas.

Sosialisasi Pencegahan DBD dengan Sharing Sessions Interaktif di Pondok Pesantren dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri mengenai pentingnya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kebersihan lingkungan.Implikasi dari program ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan partisipatif mampu mendorong perubahan perilaku positif, yang jika terus dipertahankan, dapat mengurangi risiko penyebaran DBD di lingkungan pondok pesantren.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, mengukur dampak jangka panjang dari program ini dengan melakukan evaluasi berkala terhadap perilaku dan pengetahuan santri terkait pencegahan DBD. Kedua, mengembangkan strategi edukasi yang lebih komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, seperti dinas kesehatan setempat, untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat secara keseluruhan. Ketiga, meneliti efektivitas pendekatan interaktif dalam pengabdian masyarakat di lingkungan lain, seperti sekolah atau komunitas perkotaan, untuk memahami penerapan dan manfaatnya dalam konteks yang berbeda.

Read online
File size4.33 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test