ITHBITHB
Jurnal TelematikaJurnal TelematikaPenelitian ini mengkaji penerapan framework ISO 31000 dalam manajemen risiko teknologi informasi melalui berbagai studi kasus. Fokus penelitian ini adalah pada identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan risiko di dalam organisasi, khususnya di sektor perbankan, e-commerce, pemerintahan, dan pendidikan. Melalui pendekatan systematic literature review (SLR), penelitian ini menyintesiskan wawasan dari sepuluh studi kasus yang melibatkan penerapan ISO 31000 dalam mengelola risiko, seperti ancaman siber, kebocoran data, dan gangguan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISO 31000, ketika dikombinasikan dengan metodologi lain seperti COBIT 5 dan FMEA, memberikan pendekatan yang lebih holistik dalam manajemen risiko dengan memprioritaskan risiko dan mengembangkan strategi mitigasi yang disesuaikan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemantauan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas perlakuan risiko. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa penerapan ISO 31000 secara signifikan meningkatkan ketahanan organisasi dan pengambilan keputusan dalam mengelola risiko TI dan memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang dan kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi organisasi yang ingin meningkatkan strategi dan framework manajemen risiko TI.
Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa penerapan ISO 31000 dalam manajemen risiko TI dapat dilakukan secara efektif dan strategis.Efektivitasnya tercermin dalam kemampuannya untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menangani risiko secara sistematis, sehingga organisasi dapat meminimalkan dampak negatif serta meningkatkan ketepatan dalam pengambilan keputusan strategis.Penerapan ISO 31000 memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan framework ini dengan konteks bisnisnya sehingga solusi yang dihasilkan lebih spesifik dan relevan terhadap permasalahan yang dihadapi.Dengan demikian, penerapan ISO 31000 tidak hanya membantu organisasi dalam mengelola risiko secara optimal, tetapi juga mendukung keberlanjutan bisnis serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap tata kelola risiko teknologi informasi.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar organisasi yang ingin menerapkan ISO 31000 mengintegrasikan pendekatan ini dengan metodologi lain, seperti COBIT 5 dan FMEA, untuk menciptakan strategi manajemen risiko yang lebih holistik dan efektif. Selain itu, penting untuk melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas perlakuan risiko. Studi kasus yang telah dianalisis menunjukkan bahwa identifikasi risiko yang beragam, analisis risiko yang mendalam, dan evaluasi risiko yang kontekstual merupakan elemen penting dalam manajemen risiko TI. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode identifikasi risiko yang lebih komprehensif dan terstruktur, serta mengeksplorasi pendekatan analisis risiko yang lebih canggih untuk memprioritaskan risiko secara akurat. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki strategi perlakuan risiko yang inovatif dan efektif, serta mengkaji peran pemantauan dan evaluasi berkelanjutan dalam meningkatkan efektivitas manajemen risiko TI.
- Manajemen Risiko TI ISO 31000 Dengan Cobit 5 Dan FMEA (PT. XYZ) | Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan... doi.org/10.24176/sitech.v4i2.6649Manajemen Risiko TI ISO 31000 Dengan Cobit 5 Dan FMEA PT XYZ Jurnal SITECH Sistem Informasi dan doi 10 24176 sitech v4i2 6649
- Analisis Manajemen Risiko Operasional berbasis ISO 31000:2018 terhadap Perusahaan Logistik | Jurnal Simki... jiped.org/index.php/JSE/article/view/709Analisis Manajemen Risiko Operasional berbasis ISO 31000 2018 terhadap Perusahaan Logistik Jurnal Simki jiped index php JSE article view 709
- Manajemen Risiko Teknologi Informasi Menggunakan Framework ISO 31000:2009 Studi Kasus : Pembobolan ATM... journal.ithb.ac.id/index.php/telematika/article/view/58Manajemen Risiko Teknologi Informasi Menggunakan Framework ISO 31000 2009 Studi Kasus Pembobolan ATM journal ithb ac index php telematika article view 58
- Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Penerapan E-Recruitment Berbasis ISO 31000:2018 Dengan FMEA... doi.org/10.21456/vol10iss1pp28-35Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Penerapan E Recruitment Berbasis ISO 31000 2018 Dengan FMEA doi 10 21456 vol10iss1pp28 35
- ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PROYEK MENGGUNAKAN FRAMEWORK ISO 31000 | JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika).... ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/view/9901ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PROYEK MENGGUNAKAN FRAMEWORK ISO 31000 JATI Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika ejournal itn ac index php jati article view 9901
| File size | 472.38 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
IAESCOREIAESCORE 8 kV), and the PD inception time (Tin) is significantly longer under DC. These findings demonstrate that HDPE possesses greater insulation resistance to8 kV), and the PD inception time (Tin) is significantly longer under DC. These findings demonstrate that HDPE possesses greater insulation resistance to
IAESCOREIAESCORE 89% across all test scenarios. Additionally, the UPQC successfully maintains a load bus voltage of 25 kV during single-phase-to-ground and unbalanced three-phase-to-ground89% across all test scenarios. Additionally, the UPQC successfully maintains a load bus voltage of 25 kV during single-phase-to-ground and unbalanced three-phase-to-ground
IAESCOREIAESCORE Kegagalan isolasi merupakan masalah umum dalam transmisi tenaga listrik. Isolasi diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih konduktor aktif guna mencegahKegagalan isolasi merupakan masalah umum dalam transmisi tenaga listrik. Isolasi diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih konduktor aktif guna mencegah
IAESCOREIAESCORE Maximum power point tracking controllers are essential for optimizing the efficiency of wind power generation. This paper presents the development of threeMaximum power point tracking controllers are essential for optimizing the efficiency of wind power generation. This paper presents the development of three
IAESCOREIAESCORE The station designed integrates a photovoltaic system to harness renewable energy, ensuring a sustainable and cost-effective charging solution. It accommodatesThe station designed integrates a photovoltaic system to harness renewable energy, ensuring a sustainable and cost-effective charging solution. It accommodates
IAESCOREIAESCORE Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kinerja Dynamic Voltage Restorer (DVR), Unified Power Flow Controller (UPFC), dan Unified PowerTujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kinerja Dynamic Voltage Restorer (DVR), Unified Power Flow Controller (UPFC), dan Unified Power
IAESCOREIAESCORE When the operating temperature increases by 1 °C, the conversion efficiency of photovoltaic panels decreases by 0. 4% - 0. 5%. Heat sink is a device usedWhen the operating temperature increases by 1 °C, the conversion efficiency of photovoltaic panels decreases by 0. 4% - 0. 5%. Heat sink is a device used
IAESCOREIAESCORE Keunikan metode ini adalah kemampuan untuk memperoleh algoritma kendali dalam bentuk analitis eksplisit, yang menjamin universalitasnya dalam mengaturKeunikan metode ini adalah kemampuan untuk memperoleh algoritma kendali dalam bentuk analitis eksplisit, yang menjamin universalitasnya dalam mengatur
Useful /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Her. ) memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid yang diduga dapat menurunkan demam dengan cara menghambat enzim siklooksigenase terutama enzimHer. ) memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid yang diduga dapat menurunkan demam dengan cara menghambat enzim siklooksigenase terutama enzim
IAESCOREIAESCORE Paediatric haematology involves the use of non-invasive methods and technologies to evaluate haematological parameters in children. These techniques attemptPaediatric haematology involves the use of non-invasive methods and technologies to evaluate haematological parameters in children. These techniques attempt
IAESCOREIAESCORE The study revealed that the tilted orientation yielded the highest energy yield (1951 Wh), followed by vertical East-West (1504 Wh) and vertical North-SouthThe study revealed that the tilted orientation yielded the highest energy yield (1951 Wh), followed by vertical East-West (1504 Wh) and vertical North-South
IAESCOREIAESCORE Finally, a simulation study on the proposed discount factor-based DDRLC algorithm is provided to validate its effectiveness. The proposed data-driven reinforcementFinally, a simulation study on the proposed discount factor-based DDRLC algorithm is provided to validate its effectiveness. The proposed data-driven reinforcement