LLDIKTI13LLDIKTI13

Aceh Journal of Health InnovationAceh Journal of Health Innovation

Demam adalah penyakit yang sering diderita masyarakat di Indonesia. Demam merupakan keadaan tubuh yang memiliki suhu di atas normal yaitu ± 370C. Adam Hawa (Rhoeo discolor L.Her.) memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid yang diduga dapat menurunkan demam dengan cara menghambat enzim siklooksigenase terutama enzim siklooksigenase-2 yang terlibat dalam biosintesis prostaglandin sehingga demam dapat terhambat prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek antipiretik ekstrak etanol daun Adam Hawa (Rhoeo discolor L.Her.) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) yang telah diinduksi pepton. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yang menggunakan hewan uji mencit (Mus musculus) untuk menguji efek antipiretik pada tanaman Adam Hawa dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu Na CMC (K-), Parasetamol (K ), ekstrak etanol daun Adam Hawa 100 mg/Kg BB (P1), ekstrak etanol daun Adam Hawa 200 mg/Kg BB (P2) dan ekstrak etanol daun Adam Hawa 300 mg/Kg BB (P3). Dilakukan pengamatan setiap 30 menit selama 3 jam sebanyak 6 kali dengan mengukur suhu rektal mencit (Mus musculus) putih jantan untuk tujuan mengetahui efek dari tiap tiap perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dengan nilai signifikan (P<0,05). Berdasarkan hasil analisis uji antipiretik yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Adam Hawa memiliki efek antipiretik pada menit ke 150 dan 180 dengan nilai signifikan yang berturut turut 0,04 dan 0,00. Ekstrak etanol daun Adam Hawa dengan dosis 200mg/Kg BB lebih efektif dalam menurunkan demam pada mencit putih jantan (Mus musculus).

Ekstrak etanol daun Adam Hawa (Rhoeo discolor L.) dapat menurunkan suhu panas pada mencit jantan (Mus musculus) dengan dosis 100 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB, dan 300 mg/Kg BB efektif pada menit ke-150 sampai menit ke-180, dan ekstrak etanol daun Adam Hawa yang memiliki efek paling bagus adalah dosis 200 mg/Kg BB.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah efek antipiretik ekstrak etanol daun Adam Hawa berbeda pada jenis kelamin dan spesies hewan lain, seperti mencit betina atau tikus putih, untuk memahami pengaruh faktor biologis terhadap respon antipiretik. Selanjutnya, perlu dilakukan perbandingan metode ekstraksi (misalnya ekstrak air, metanol, atau superkritikal CO2) dan standarisasi kandungan flavonoid untuk menentukan prosedur optimal yang menghasilkan aktivitas antipiretik maksimal. Akhirnya, studi molekuler yang menguji mekanisme kerja flavonoid pada jalur COX-2 serta uji klinis fase awal pada manusia dengan demam ringan dapat memperkuat bukti terapeutik dan membuka peluang pengembangan obat antipiretik berbasis tanaman yang aman dan efektif.

Read online
File size129.56 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test