UIN BANTENUIN BANTEN

Attention Required! | CloudflareAttention Required! | Cloudflare

Konsep digitalisasi dalam perspektif Al-Quran mampu menciptakan keselarasan dan harmonisasi antara: halb maan-nâs (hubungan antara manusia), halb maa usratih (hubungan dengan keluarga) dan mashlahâtun li an-nâs (kemaslahatan umat manusia). Cara mengusung teori digitalisasi pembelajaran konektivitas teosentris, yaitu teori yang menggambarkan tentang metode pembelajaran secara digital dimana pembelajaran dapat terjadi di luar individu dalam suatu organisasi atau sistem dan membutuhkan kemampuan untuk membentuk koneksi serta menggunakan jaringan untuk mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan, dimana keseluruhannya tidak terlepas dari petunjuk Allah Swt dalam Al-Quran, yaitu: bersikap tabayyun dalam hal menyikapi berita-berita baik berita yang diterima maupun berita yang akan disampaikan kepada puhak lain, bersikap qawlan dalam hal berkomunikasi sehingga sesuai etika dan norma, tidak saling mencela, saling menghargai dan merendahkan serta menyakiti pihak lain. Selain, itu berikap tazkiyyah yang memurnikan pikiran dan hati dengan tetap berpikir positif dan sikap tawazun saling tolong-menolong dalam kebaikan, dimana dalam pembelajaran setiap pihak yang terlibat, baik peserta didik maupun pendidik memiliki rasa tolong menolong dalam kebaikan.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep digitalisasi pembelajaran berdasarkan perspektif Al-Quran sebagai suatu konsep pembelajaran yang didukung oleh teknologi digital berlandaskan pada syariat Islam yang bersumberkan pada Al-Quran dan hadîts.Pihak yang terlibat di dalam pembelajaran ini, yaitu.pendidik, peserta didik dan orangtua/ wali peserta didik terikat dengan norma-norma dan etika ketika menggunakan teknologi dalam berinteraksi soisal.Selain itu juga memiliki mental dan moral yang baik serta pemahaman tentang teknologi, seperti yang terkandung dalam surat dan ayat Al-Quran yang relevan.Beberapa temuan lainnya yang dihasilkan Disertasi ini diuraikan sebagai berikut.Kajian teoritis tentang pembelajaran digital berupa ruang lingkup dan digitalisasi pembelajaran dalam perspektif psikologis, hukum dan agama.Berdasarkan pendapat berbagai ahli, maka Penulis menyimpulkan bahwa secara terminologis digitalisasi pembelajaran merupakan suatu model pembelajaran yang didukung oleh teknologi digital, berupa.alat-alat teknologi gawai, laptop/komputer, internet dan aplikasi-aplikasi yang mendukung dalam proses pembelajaran, seperti.Pembelajaran digital ini mengubah sistem pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran modern dimana metode pembelajaran menjadi tanpa batas dan tanpa ruang, student-centris dimana pendidik memposisikan diri sebagai fasilitator.Dengan demikian diperlukan kesiapan mental bagi semua pelaku dan peranan pendidikan etika dan moral sangat penting dikarenakan era digital merupakan era dimana komunikasi dan informasi berkembang tanpa batas.Berdasarkan pendapat para peneliti, Penulis menyimpulkan bahwa secara terminologis digitaliasi pembelajaran merupakan transformasi metode pembelajaran konvensional kearah pembelajaran dengan dukungan teknologi digital yang tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat yang juga mengubah cara pembelajaran pendidik kepada peserta didik.Hal tersebut membutuhkan kesiapan dari semua pihak, baik peserta didik, pendidik, media pendukung dan orang lain yang juga menimbulkan problematika dan dilematisasi yang menimbulkan sisi positif dan negatif serta peluang dan tantangan.Penulis berkesimpulan bahwa dibutuhkan kematangan moral, etika dan karakter semua pihak yang terlibat dalam menghadapi transformasi digital ini.Term Al-Quran yang berhubungan dengan pembelajaran adalah, yaitu.Sedangkan term Al-Quran yang berhubungan dengan digital yaitu.tabayyun, qawlan, tazkiyyah, taawun, tawazun dan itidal.Sedangkan isyarat Al-Quran yang berhubungan dengan digitalisasi pembelajaran, yaitu.pendidikan karakter untuk mempersiapkan generasi Qurani yang terkandung dalam QS.4-6, membangun generasi digital dengan pembelajaran kooperatif yang terkandung dalam QS.70 serta posisi dan keutamaan sains dan teknologi dalam Al-Quran yang terkandung dalam QS.Indikator dari digitalisasi pembelajaran adalah etika dalam berkomunikasi secara Islami di media sosial dalam moderasi agama, moralitas dan perilaku dalam berinteraksi dan belajar menggunakan digital, serta moderasi beragama melalui penguatan literasi media.Sedangkan strategi membangun digitalisasi pembelajaran adalah merefleksikan nilai-nilai Al-Quran dalam penggunaan teknologi, urgensi pembentukan moralitas dengan menerapkan nilai-nilai Al-Quran agar agar perilaku dari semua pihak terkait dalam pembelajaran selaras dengan nilai-nilai dalam Al-Quran yang diharapkan akan terwujud generasi madani yang didukung oleh teknologi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis lebih dalam tentang peran teknologi dalam pembelajaran digital, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan pengalaman belajar peserta didik dan memperluas aksesibilitas pendidikan? 2. Meneliti strategi-strategi konkret dalam menerapkan nilai-nilai Al-Quran dalam penggunaan teknologi, terutama dalam konteks moralitas dan etika. Bagaimana nilai-nilai Al-Quran dapat diterapkan dalam perilaku online dan komunikasi digital, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi karakter dan akhlak peserta didik? 3. Mengkaji dampak digitalisasi pembelajaran terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Bagaimana pembelajaran digital dapat membantu peserta didik dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang dan bagaimana hal ini dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Al-Quran?.

Read online
File size408.36 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test