ALJAMIAHALJAMIAH
Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesArtikel ini bertujuan untuk memperkenalkan Mulla Sadra dan pemikiran-pemikirannya kepada pembaca Indonesia. Lahir dan dibesarkan dalam tradisi agama Syii, Mulla Sadra dikenal sebagai salah satu pemikir Persia terbesar, terutama dalam bidang metafisika. Meskipun posisinya dan signifikansi pemikirannya belum banyak diketahui di luar Persia, Mulla Sadra berusaha mencari kebenaran dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu dengan mensintesiskan dan menggabungkan relasi, iluminasi, dan rasio. Selain itu, ia juga mencoba untuk menyatukan berbagai sekolah pemikiran Islam yang telah ada sebelumnya, seperti Masysyai (peripatetik), Istraqi (Illuminasi), Irfan (Gnostisisme atau Sufisme), dan Kalam (Teologi Islam). Dalam merumuskan idenya, Mulla Sadra menggunakan ayat-ayat Al-Quran, tradisi Nabi (Sunah), pendapat para Imam Syii, serta pemikiran dan refleksinya sendiri. Gagasan Mulla Sadra telah membuatnya menjadi seorang pemikir yang sangat berpengaruh, yang menciptakan sebuah aliran pemikiran yang disebut al-hikmat al-mutaliah. Tesis Mulla Sadra sangat berbeda dengan tesis-tesis lainnya, seperti al-hikmat al-masysyaiyah atau al-hikmat al-istraqiyah.
Mulla Sadra adalah salah satu ekspositor pemikiran tentang doktrin-doktrin intelektual keislaman yang lahir dari kalangan Syiah.Kehidupan dan karyanya hampir tidak dikenal di luar Persia.Padahal, banyak yang memandang bahwa dia adalah yang terbesar di antara seluruh ahli metafisika Muslim, dan E.Browne menyebutnya sebagai filosof terbesar di Persia pada zaman modern.Itulah sebabnya, penulis merasa begitu tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang tokoh ini dan berusaha untuk mengenalkannya kepada pembaca Indonesia, terutama bagi para peminat dan pengkaji aspek pemikiran Islam.Tulisan ini hanya akan mengungkap secara garis besar mengenai kehidupan Mulla Sadra, karya-karyanya, karakteristik pemikiran-pemikirannya, serta arti penting dan pengaruhnya.Sebagai seorang pemikir Islam, Mulla Sadra dilahirkan di Syiraz sekitar tahun 979 H/1577 M.Ia adalah putera satu-satunya dari Ibrahim Syirazi.Ayahnya merupakan seorang tokoh sosial dan politik yang cukup berpengaruh di kota tersebut, dan menduduki jabatan sebagai Gubernur Propinsi Fars.Sebagai satu-satunya anak laki-laki dari sebuah keluarga mampu yang sudah lama merindukan keturunan dari jenis laki-laki, dia tumbuh dengan memperoleh perhatian yang penuh dan pendidikan yang sebaik-baiknya di kota kelahirannya, yang selama berabad-abad menjadi pusat studi filsafat Islam dan disiplin-disiplin tradisional lainnya.Sebagai seorang anak yang cerdas, dia mampu menguasai dengan cepat semua yang diajarkan kepadanya.Sejak usia dini, dia memang telah memperlihatkan tingkat kesalehan yang tinggi disertai inteligensia yang tajam.Dengan pengertian yang kuat terhadap bahasa Arab dan Persia, Al-Quran dan Hadis, serta disiplin-disiplin dasar keislaman lainnya, dia memiliki kesiapan untuk lebih memperluas cakrawala intelektualnya.Merasa tidak puas dengan yang selama ini diperolehnya di Syiraz, dia kemudian berpindah ke Isfahan, yang ketika itu merupakan pusat intelektual yang penting di Persia, dan mungkin di belahan Timur dunia Islam secara keseluruhan.Isfahan memang tidak mengecewakannya, karena di kota ini dia menemukan guru-guru terkemuka dan berpengaruh besar terhadap perjalanan hidup serta karir intelektualnya di kemudian hari.Mula-mula dia belajar di bawah bimbingan Syaikh Bahsal-Dln al-Amili (w 1030H/1622M), hampir secara khusus dalam bidang ilmu-ilmu agama (al-ulum al-naqliyah), dan kemudian kepada Mir Dintid Sadr (w 1031H/1622M), yang merupakan gurunya dalam ilmu-ilmu intelektual (al-ulum al-aqliyah).Setelah menjalani pendidikan formal dalam Islam, dan telah menguasai berbagai disiplin keislaman.dia kemudian merenungkan masalah-masalah fundamental tentang Tuhan, manusia, dan alam.Perpaduan antara pelaksanaan ibadah secara intensif dan kontemplasi secara intuitif menghasilkan suatu pemikiran yang dialiri oleh penghayatan batin.Dia tidak hanya menemukan kembali secara baru, langsung, dan intuitif, segala sesuatu yang telah ia pelajari sebelumnya melalui pembuktian rasional, tetapi juga menemukan berbagai kebenaran baru yang belum pernah diimpikan sebelumnya.Pengalaman ini menanamkan suatu kehidupan yang sama sekali baru ke dalam dirinya.Selama pengunduran dirinya ke Kahak tersebut, yang oleh sebagian sunriler diterangkan tuya dua tahun, ada yang meneyatakan - sebelas tahun, dan sunriler lainnya, yaitu lima belas tahun, Mulla Sadra mengabdikan diri kepada kehich.Dengan melaksanakan disiplin spiritual yang berupa zikrdan.fikr, dia muncul sebagai seorang hakim yang telah tercerahkan, yang mengalihkan persoalan-persoalan metafisika dari pernaharnan intelektual kepada pandangan secara langsung.Setelah mencapai kesempurnaan secara formal dan spiritual, Mulla Sadra kembali lagi ke rengah-tengah kehidupan masyarakat.Pada waktu itu, Gubernur Syiraz, yaitu Allehuirchi Khln, baru selesai membangun sebuah madrasah dan mengundang Mulla Sadra untuk menrirnpin sekolah tersebut.Menururi panggilan itu, dia kembali ke kota asalnya dan mendidik sejumlah murid serta menladikan Syiraz sebagai pusat pendidikan yang penting di Persia.Selama periode inilah dia menulis sebagian besar karyanya.Periode ini dipandang sebagai periode ketiga atau terakhir dari kehidupannya.Sepanjang periode ini, yang berlangsung sampai tiga puluh tahun, Mulla Sadra melakukan beberapa kali perjalanan ke kota Mekah dengan berjalan kaki.Intensitas kesalehannya terus meningkat, tetapi bagian yang lebih penting adalah tercernhkan melalui panclangan spiritual yang dihasilkan dari praktik-praktik spiritual yang bertahun-tahun.Sekembali dari perlalanan yang ke tujuh kalinya ke Mekah, dia meninggal di Basrah pada tahun 1050H/1640M.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengkaji lebih dalam tentang pengaruh pemikiran Mulla Sadra terhadap perkembangan filsafat Islam, khususnya dalam hal sintesis dan harmonisasi antara aliran-aliran pemikiran Islam yang mendahuluinya.. . 2. Meneliti lebih lanjut tentang perbedaan fundamental antara doktrin-doktrin Mulla Sadra dengan pemikiran-pemikiran para filsuf Islam sebelumnya, seperti Ibn Sina dan Suhrawardi, terutama dalam hal ontologi, kosmologi, dan filsafat kealaman.. . 3. Melakukan studi komparatif antara aliran pemikiran Mulla Sadra dengan aliran-aliran pemikiran Islam lainnya, seperti al-hikmat al-masysyaiyah dan al-hikmat al-istraqiyah, untuk memahami karakteristik dan kontribusi unik dari setiap aliran tersebut dalam perkembangan pemikiran Islam.
| File size | 1.05 MB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTAGUNTAG Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik pembelajaran multikultural di pesantren dan dampaknya pada santri. Penelitian ini menggunakan pendekatanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik pembelajaran multikultural di pesantren dan dampaknya pada santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan
INKADHAINKADHA Pendidikan berkualitas merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi kemajuan Indonesia. Kemajuan teknologi telah merubah semua sendi kehidupan manusiaPendidikan berkualitas merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi kemajuan Indonesia. Kemajuan teknologi telah merubah semua sendi kehidupan manusia
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan motorik halus berdampak pada ketepatan pelafalan tajwid, kemampuan menulis tafsir, serta koordinasi neuromuskular,Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan motorik halus berdampak pada ketepatan pelafalan tajwid, kemampuan menulis tafsir, serta koordinasi neuromuskular,
STAIALANWARSTAIALANWAR Fokus utamanya adalah pada Q. S. An-Nisa (4): 1, yang secara tradisional ditafsirkan oleh para penafsir klasik dengan cara-cara yang memperkuat budayaFokus utamanya adalah pada Q. S. An-Nisa (4): 1, yang secara tradisional ditafsirkan oleh para penafsir klasik dengan cara-cara yang memperkuat budaya
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Makna-makna tafsir diolah menjadi cerita ringan yang menyampaikan nilai-nilai inti seperti keimanan dan ketaatan. Hubungan intertekstual hadir secara eksplisitMakna-makna tafsir diolah menjadi cerita ringan yang menyampaikan nilai-nilai inti seperti keimanan dan ketaatan. Hubungan intertekstual hadir secara eksplisit
STAI TBHSTAI TBH Temuan penting penelitian ini adalah perubahan dan komitmen siswa SMP Muhammadiyah Jakarta dalam melaksanakan ibadah serta menunjukkan perilaku berkarakterTemuan penting penelitian ini adalah perubahan dan komitmen siswa SMP Muhammadiyah Jakarta dalam melaksanakan ibadah serta menunjukkan perilaku berkarakter
UNISMUHUNISMUH a) Nilai religius yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa ialah seperti adanya ayat-ayat yang di bacakan ke air doa bersumber dari ayat-ayata) Nilai religius yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa ialah seperti adanya ayat-ayat yang di bacakan ke air doa bersumber dari ayat-ayat
ALJAMIAHALJAMIAH Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis zakat pertanian dalam konteks Malaysia serta mengkaji transformasi isu meluaskan zakat pertanianArtikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis zakat pertanian dalam konteks Malaysia serta mengkaji transformasi isu meluaskan zakat pertanian
Useful /
UMMUUMMU Reformasi birokrasi harus menempatkan rakyat sebagai subjek utama, mengembalikan fungsi pelayanan publik, dan memperkuat legitimasi melalui transparansi,Reformasi birokrasi harus menempatkan rakyat sebagai subjek utama, mengembalikan fungsi pelayanan publik, dan memperkuat legitimasi melalui transparansi,
ALJAMIAHALJAMIAH whithersoever you turn, there is the Face of God. This, he argues, shows that wherever man turns, he sees that Gods face is there. This is an indicationwhithersoever you turn, there is the Face of God. This, he argues, shows that wherever man turns, he sees that Gods face is there. This is an indication
ALJAMIAHALJAMIAH Namun, tantangan utama terletak pada menjembatani kesenjangan antara antusiasme agama dan praktik sosial, serta mengatasi masalah korupsi dan ketidakadilanNamun, tantangan utama terletak pada menjembatani kesenjangan antara antusiasme agama dan praktik sosial, serta mengatasi masalah korupsi dan ketidakadilan
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan inkuiri, yang menekankan pada penyelidikan dan penemuan mandiri, efektif dalam mengembangkan keterampilan prosesPenelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan inkuiri, yang menekankan pada penyelidikan dan penemuan mandiri, efektif dalam mengembangkan keterampilan proses