PKKBPKKB

Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang KesehatanGenitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat dari sisi waktu, frekuensi, kualitas, dan kuantitas nutrisi. Data SSGI 2021 menunjukkan prevalensi balita stunting di Provinsi Bengkulu sebesar 22,1% dan di Kota Bengkulu 22,2%. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu atau pengasuh tentang pemberian MP-ASI sesuai tahapan usia anak. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan desain pre dan post test melalui penyampaian materi menggunakan lembar bolak-balik. Pre test dilakukan sebelum edukasi, sedangkan post test diberikan setelah penyuluhan dalam bentuk kuesioner pilihan ganda dan benar-salah berdasarkan materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu, yang ditunjukkan oleh hasil pre-test sebesar 60% dan meningkat menjadi 90% pada post-test setelah diberikan penyuluhan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan MP-ASI efektif meningkatkan pemahaman peserta. Kesimpulannya, penyuluhan MP-ASI yang disesuaikan dengan tahapan usia anak terbukti membantu mengoptimalkan tumbuh kembang, baik dari status gizi maupun perkembangan kognitif dan psikomotorik. Intervensi sebaiknya mempertimbangkan usia anak, disertai praktik langsung, serta melibatkan orang tua atau pengasuh. Program penyuluhan MP-ASI disarankan diperluas dan rutin dilaksanakan di puskesmas agar setiap anak memperoleh MP-ASI yang tepat sesuai usianya.

Berdasarkan hasil penyuluhan mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada anak, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan ibu mengenai waktu, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI yang sesuai dengan tahapan usia anak.Peningkatan pengetahuan tersebut mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.Diharapkan puskesmas dapat melaksanakan penyuluhan MP-ASI secara berkesinambungan sehingga ibu memperoleh informasi yang tepat, terkini, dan sesuai dengan rekomendasi kesehatan anak.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas penyuluhan MP-ASI dalam jangka panjang dengan mengikuti perkembangan pengetahuan dan praktik ibu selama enam bulan setelah intervensi, sehingga dapat menilai keberlanjutan perubahan perilaku gizi anak. Selain itu, studi eksperimental yang membandingkan metode penyuluhan tradisional dengan penggunaan media digital interaktif (misalnya aplikasi mobile) dapat mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan ibu terhadap pedoman MP-ASI. Selanjutnya, penelitian kualitatif yang melibatkan tokoh masyarakat dan kader kesehatan dapat mengeksplorasi faktor sosial‑kultural yang mempengaruhi penerimaan dan pelaksanaan penyuluhan MP-ASI, sehingga program dapat disesuaikan dengan konteks lokal untuk meningkatkan dampak pada penurunan stunting.

  1. Optimizing Child Growth Through Training on Processing and Applying MP-ASI Giving Patterns | Jurnal Pengabdian... doi.org/10.25311/jpkk.vol2.iss3.1285Optimizing Child Growth Through Training on Processing and Applying MP ASI Giving Patterns Jurnal Pengabdian doi 10 25311 jpkk vol2 iss3 1285
  2. Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung | JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES... doi.org/10.34011/juriskesbdg.v12i2Vol 12 No 2 2020 Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES doi 10 34011 juriskesbdg v12i2
  3. POLA PEMBERIAN ASI DAN PEMBERIAN MPASI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 12-23 BULAN | JURNAL RISET KESEHATAN... doi.org/10.34011/juriskesbdg.v12i2.843POLA PEMBERIAN ASI DAN PEMBERIAN MPASI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 12 23 BULAN JURNAL RISET KESEHATAN doi 10 34011 juriskesbdg v12i2 843
Read online
File size697.99 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test