ITSCIENCEITSCIENCE

International Journal of Multidisciplinary Sciences and ArtsInternational Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts

Perkembangan teknologi digital telah mengubah proses pengambilan keputusan investasi dari yang berbasis analisis manusia menjadi solusi otomatis berbasis algoritme seperti robo-advisor. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendekatan pengambilan keputusan investasi tradisional dan berbasis teknologi di kalangan investor ritel di Indonesia, dengan fokus pada adopsi, persepsi kepercayaan, dan efektivitas penggunaan robo-advisor. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional untuk membandingkan metode pengambilan keputusan investasi tradisional dan berbasis teknologi, penelitian ini mengumpulkan data survei dari 120 individu. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara kepercayaan terhadap metode tradisional dan penggunaan aplikasi investasi, meskipun tingkat adopsi robo-advisor masih rendah. Hambatan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem otomatis. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi investor secara terarah dan peningkatan transparansi pada platform robo-advisor. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur mengenai adopsi fintech di pasar berkembang serta memberikan wawasan praktis bagi pengembang fintech dan pembuat kebijakan.

Kepercayaan terhadap metode tradisional memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan penggunaan aplikasi investasi, menunjukkan bahwa semakin kuat kepercayaan terhadap pendekatan konvensional, semakin kecil kemungkinan investor mengadopsi teknologi, meskipun sebagian kecil menunjukkan pola adopsi hibrida.Kepemilikan investasi berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan penggunaan aplikasi robo-advisor, di mana investor yang lebih berpengalaman cenderung lebih nyaman menggunakan teknologi.Tingkat literasi keuangan secara signifikan memengaruhi penerimaan teknologi dalam pengambilan keputusan investasi, di mana investor dengan literasi tinggi lebih cenderung menerima dan menggunakan teknologi secara aktif.

Pertama, perlu dikaji bagaimana pengaruh pendidikan keuangan berbasis teknologi, seperti modul interaktif atau pelatihan digital, terhadap peningkatan literasi keuangan dan kepercayaan investor ritel terhadap robo-advisor. Kedua, sebaiknya diteliti pola adopsi robo-advisor berdasarkan usia dan latar belakang sosial ekonomi untuk memahami faktor demografis yang memediasi penerimaan teknologi, terutama di wilayah di luar kota besar. Ketiga, perlu dikembangkan model adopsi yang mengintegrasikan teori TAM atau UTAUT dengan elemen lokal seperti pengaruh sosial dan kepercayaan tradisional untuk melihat secara lebih komprehensif mengapa investor tetap memilih metode konvensional meskipun teknologi tersedia. Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas platform robo-advisor yang dirancang dengan fitur transparansi algoritma dan edukasi langsung bagi pengguna. Studi juga bisa mengeksplorasi peran keluarga dan komunitas dalam proses pengambilan keputusan berbasis teknologi. Selain itu, penting untuk menyelidiki bagaimana pengalaman investasi awal membentuk kepercayaan terhadap sistem otomatis. Model hibrida yang menggabungkan analisis tradisional dan rekomendasi algoritme juga layak dievaluasi efektivitasnya. Penelitian dapat menilai apakah penggunaan pendekatan hibrida meningkatkan kepercayaan dan hasil investasi. Faktor psikologis seperti rasa takut kehilangan kendali juga perlu diteliti lebih dalam. Dengan memahami hambatan ini, pengembang platform dapat merancang solusi yang lebih sesuai kebutuhan pengguna lokal.

  1. From Intuition to Automation: A Comparative Study of Traditional Investment Decisions and Robo-Advisory... jurnal.itscience.org/index.php/ijmdsa/article/view/6463From Intuition to Automation A Comparative Study of Traditional Investment Decisions and Robo Advisory jurnal itscience index php ijmdsa article view 6463
Read online
File size626.18 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test