UNIGOUNIGO

Gorontalo Development ReviewGorontalo Development Review

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja di empat negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina, selama periode 2014–2023. Variabel yang digunakan meliputi Global Innovation Index (GII), Gross Enrollment Ratio (GER), Upah Minimum, dan Investasi (FDI). Metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel menggunakan model Fixed Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Global Innovation Index berpengaruh negatif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yang menandakan bahwa peningkatan inovasi dan teknologi dapat mengurangi permintaan tenaga kerja tradisional. Sebaliknya, Gross Enrollment Ratio (GER) dan Upah Minimum berpengaruh positif signifikan, menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi pendidikan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja. Sementara itu, Investasi Asing Langsung (FDI) tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di negara ASEAN-4. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan digital tenaga kerja agar inovasi dan investasi dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan di kawasan ASEAN-4.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika penyerapan tenaga kerja di ASEAN-4 lebih dipengaruhi oleh kualitas pendidikan dan kebijakan upah daripada oleh inovasi dan arus investasi.Peningkatan partisipasi pendidikan terbukti berperan penting dalam memperluas kesempatan kerja karena menghasilkan tenaga kerja yang lebih produktif dan kompetitif, sehingga mampu memasuki sektor ekonomi modern.Kebijakan upah minimum yang terukur juga memberi pengaruh positif pada penyerapan pekerja karena mendorong peningkatan produktivitas dan memperkuat daya beli sehingga memicu ekspansi kegiatan ekonomi.Sebaliknya, inovasi yang berkembang pesat tidak otomatis meningkatkan penyerapan tenaga kerja karena orientasinya masih cenderung padat modal dan berfokus pada otomatisasi.Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kapasitas inovasi dan kualitas sumber daya manusia di kawasan ASEAN-4.Sementara itu, FDI belum mampu memberikan partisipasi terhadap penyerapan pekerja karena sebagian besar investasi mengalir ke sektor teknologi dan industri berkapital besar yang minim kebutuhan tenaga kerja langsung.Temuan ini memperlihatkan bahwa penciptaan lapangan kerja di ASEAN-4 tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau majunya inovasi, tetapi juga oleh kemampuan negara dalam menyediakan tenaga kerja yang kompetensinya sesuai dengan permintaan industri serta arah kebijakan yang mendukung sektor padat karya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang dampak inovasi dan teknologi terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor spesifik, seperti manufaktur, jasa, atau sektor informal. Kedua, penelitian dapat fokus pada strategi peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis teknologi untuk mengurangi kesenjangan keterampilan yang muncul akibat otomatisasi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana kebijakan upah minimum yang moderat dapat dipadukan dengan peningkatan produktivitas agar hubungan antara upah dan penyerapan tenaga kerja tetap positif. Keempat, diperlukan studi tentang strategi menarik investasi langsung ke sektor-sektor padat karya, terutama manufaktur skala menengah, untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. Kelima, analisis dapat diperluas dengan memasukkan variabel kualitas institusi dan digital readiness untuk menangkap dinamika penyerapan tenaga kerja yang lebih terperinci di era transformasi digital.

  1. Automation and New Tasks: How Technology Displaces and Reinstates Labor - American Economic Association.... doi.org/10.1257/jep.33.2.3Automation and New Tasks How Technology Displaces and Reinstates Labor American Economic Association doi 10 1257 jep 33 2 3
  2. Masa depan ketenagakerjaan ASEAN: Keterampilan pekerja yang tak sesuai kemampuan ancam integrasi ekonomi... theconversation.com/masa-depan-ketenagakerjaan-asean-keterampilan-pekerja-yang-tak-sesuai-kemampuan-ancam-integrasi-ekonomi-kawasan-202843Masa depan ketenagakerjaan ASEAN Keterampilan pekerja yang tak sesuai kemampuan ancam integrasi ekonomi theconversation masa depan ketenagakerjaan asean keterampilan pekerja yang tak sesuai kemampuan ancam integrasi ekonomi kawasan 202843
Read online
File size291.67 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test