USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit, serta mengetahui dosis POC yang efektif untuk tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan dari November 2022 hingga Januari 2023 dan bertempat di Desa Laut, Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 replikasi untuk mendapatkan 20 polybag dengan total 20 tanaman penelitian. Parameter yang diamati adalah jumlah buah (fruit) dan berat buah (grams). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji parametrik menggunakan analisis varian (ANOVA), nilai data parameter untuk jumlah buah adalah 0,082 dan berat buah adalah 0,225; nilai signifikansi lebih dari 0,05, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata dari pemberian limbah tahu POC terhadap produksi tanaman cabai rawit.

Penggunaan limbah tahu cair tidak memberikan pengaruh nyata terhadap produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.), baik pada parameter jumlah buah (buah) maupun berat buah (gram).Dosis POC limbah tahu yang efektif untuk pertumbuhan tanaman adalah P2 (300 ml), sedangkan untuk jumlah buah adalah P1 (150 ml).

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan limbah tahu sebagai pupuk organik. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis kandungan unsur hara dalam limbah tahu cair pada berbagai tahapan proses produksi tahu, serta pengaruhnya terhadap ketersediaan hara dalam tanah dan penyerapan oleh tanaman cabai rawit. Hal ini penting untuk mengoptimalkan formulasi POC limbah tahu agar memenuhi kebutuhan hara tanaman secara lebih spesifik. Kedua, penelitian dapat mengkaji pengaruh kombinasi POC limbah tahu dengan pupuk organik lain, seperti kompos atau pupuk kandang, terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Kombinasi pupuk organik dapat memberikan efek sinergis, meningkatkan kesuburan tanah, dan memperbaiki struktur tanah secara keseluruhan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan mikroorganisme lokal (MLO) yang mampu menguraikan senyawa kompleks dalam limbah tahu cair menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Aplikasi MLO dapat meningkatkan efisiensi penyerapan hara dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat limbah tahu.

Read online
File size822.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test