POLNAMPOLNAM

Jurnal Administrasi TerapanJurnal Administrasi Terapan

Peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui teknologi pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi dan pendapatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Dengan menguasai teknologi, petani dapat mengelola sumber daya mereka dengan lebih efektif, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, dan menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian mereka. Selain itu, pengelolaan teknologi yang baik juga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, mendukung pertanian berkelanjutan, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Adopsi teknologi pertanian juga dapat menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, misalnya melalui pengembangan layanan teknis, pemasaran digital, dan pengolahan hasil pertanian. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi pertanian, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Tujuan penelitian yakni mendeskripsikan gambaran pemanfaatan teknologi pertanian melalui penerapan teknologi pertanian hemat air dan ramah lingkungan dan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat dan kelestarian sumber daya alam (hara tanah). Penelitian dilaksanakan di Kebun Kelompok Tani Tnao Mat dusun III Bieto, Desa Niuk Baun, Kecamatan Amaraasi Barat Kabupaten Kupang. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya dilakukan experimen untuk pembutan Pupuk Organik (Bokashi, POC serta Irigasi Tetes). Hasil yang diperoleh yakni model pertanian berbasis ramah lingkungan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kelemahannya, begitu pula peluangnya lebih besar daripada ancamannya. Maka petani dapat diarahkan untuk berani mencoba model pertanian berbasis ramah lingkungan untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian yang berkualitas.

Model pertanian berbasis ramah lingkungan memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan kelemahannya, serta peluang yang lebih besar daripada ancamannya.Petani dapat didorong untuk mencoba model pertanian ramah lingkungan guna mengurangi biaya produksi.Penerapan model ini juga mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian secara berkelanjutan.

Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas kombinasi pupuk organik lokal dengan sistem irigasi tetes di berbagai jenis tanah dan iklim mikro dalam skala yang lebih luas, agar dapat diketahui adaptabilitas model pertanian ramah lingkungan di berbagai wilayah terluar. Selain itu, perlu dikaji pula bagaimana penerapan sistem integrasi ternak dan tanaman secara optimal dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian dan kotoran ternak dalam rangka menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan. Penelitian juga perlu dirancang untuk mengeksplorasi dampak sosial dan perubahan pola pikir petani setelah menerapkan teknologi ramah lingkungan, termasuk tingkat ketergantungan terhadap subsidi pemerintah dan motivasi berkelanjutan dalam mengadopsi inovasi, sehingga dapat dirumuskan model pendampingan yang efektif bagi petani di daerah terpencil.

Read online
File size340.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test