MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI
BULLET : Jurnal Multidisiplin IlmuBULLET : Jurnal Multidisiplin IlmuSejak diberlakukannya PPKM banyak masyarakat, khususnya di Kota Tangerang Selatan tidak taat dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti tidak taat menggunakan masker, tidak berkerumun, dan mengurangi kegiatan beraktivitas malam. Saat diberlakukannya PPKM, masih banyak toko-toko, tempat angkringan, dan pedagang kaki lima yang buka hingga diatas pukul delapan malam sehingga saat pemberlakuan PPKM angka penurunan kasus covid-19 tidak stabil. Keadaan pandemi yang berkepanjangan membuat masyarakat, khususnya para pedangan yang bermata pencaharian di pasar rakyat dan sekitarnya menjadi dilemma antara mematuhi ketentuan PPKM atau melanggarnya demi keberlangsungan hidup. Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah efektivitas Pelaksanaan Kebijakan PPKM dalam Penanggulangan Covid-19 di Kota Tangerang Selatan Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. Apakah Kendala dan hambatan pelaksanaan Kebijakan PPKM dalam Penanggulangan Covid-19 di Kota Tangerang Selatan Berdasarkan UU No.6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung melalui pengamatan wawancara yang dilakukan dengan beberapa pihak terkait dalam penelitian ini, sedangkan data sekunder yaitu data yang dikumpulkan dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan efektivitas pelaksanaan PPKM di Kota Tangerang Selatan belum cukup baik, minimnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya covid19 sehingga dibutuhkan Kerjasama antara masyarakat dengan penegak hukumnya. Kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan PPKM di Kota Tangeran Selatan Tidak seimbangnya sarana dan prasarana dalam penanganan pasien covid-19 di rumah sakit yang menjadi rujukan terdekat, serta tidak diberlakukannya sanksi tegas bagi masyarakat yang kedapatan tidak mematuhi ketentuan PPKM.
Pandemi covid-19 merupakan suatu bencana yang penyebarannya sangat cepat sehingga pemerintah harus mengambil berbagai kebijakan untuk menekan angka penyebarannya.Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).Menurut hemat penulis terkait Efektivitas pelaksanaan kebijakan PPKM dalam penanggulangan covid-19 berdasarkan Undang-undang kekarantinaan kesehatan harus dilaksanakan secara tegas.Yang mana dalam pelaksanaannya sanksi tegas bagi pelanggar ketentuan PPKM tidak berlaku sehingga masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, tidak turut serta dalam upaya menekan angka penyebaran covid-19.Upaya Pelaksanaan PPKM di pasar ciputat telah disosialisasikan dengan sikap humanis, mewajibkan masyarakat menggunakan masker dan menyediakan hand sanitizer di masing-masing lapaknya, dan para pedagang diperbolehkan membuka lapaknya maksimal sampai pukul delapan malam.Namun masih ada beberapa pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan ataupun juga tidak mematuhi peraturan PPKM yang ditetapkan.Hal itu dilakukan karena sebagian pedagang terpaksa melanggar peraturan demi keberlangsungan hidup, itulah yang membuat masyarakat atau para pedagang khususnya menjadi dilema antara mematuhi atau melanggar peraturan PPKM.Maka berdasarkan hal tersebut, dapat penulis simpulkan keefektifan dalam pelaksanaan PPKM di Kota Tangerang Selatan, khususnya di pasar ciputat belum sepenuhnya tercapai.Kendala dan hambatan dalam pelaksanaan PPKM meliputi beberapa faktor, yaitu minimnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya virus Covid-19 yang cenderung disepelekan, sehingga masih banyak masyarakat yang melanggar peraturan PPKM.Mengabaikan protokol kesehatan, seperti beberapa pedagang di pasar ciputat yang tidak menggunakan masker dengan alasan pengap, atau tidak menyediakan hand sanitizer.Faktor lainnya yaitu tidak diberlakukannya sanksi yang tegas terhadap pelanggar ketentuan PPKM, sehingga di sini dapat penulis simpulkan minimnya kesadaran dan kerjasama antara masyarakat dengan penegakan hukumnya sehingga penerapan PPKM tidak efektif secara maksimal.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran tokoh masyarakat atau lembaga lokal dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap PPKM melalui pendekatan edukasi berbasis budaya setempat. Selain itu, perlu diteliti dampak kebijakan bantuan sosial atau insentif ekonomi terhadap tingkat kepatuhan pedagang terhadap aturan PPKM. Penelitian juga bisa fokus pada evaluasi strategi komunikasi publik yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya virus dan pentingnya protokol kesehatan.
| File size | 174.7 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Analisis menggunakan metode skoring dan pembobotan mengacu pada BNPB serta teknik overlay spasial. Hasil menunjukkan pola persebaran hotspot mengelompokAnalisis menggunakan metode skoring dan pembobotan mengacu pada BNPB serta teknik overlay spasial. Hasil menunjukkan pola persebaran hotspot mengelompok
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Sehingga pada akhirnya tujuan yang tinggi dan mulia baik di dalam kehidupan di dunia ini maupun kehidupan yang jauh lebih baik yang akan disediakan TuhanSehingga pada akhirnya tujuan yang tinggi dan mulia baik di dalam kehidupan di dunia ini maupun kehidupan yang jauh lebih baik yang akan disediakan Tuhan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Berbagai algoritma machine learning seperti Decision Tree, Random Forest, Support Vector Machine, dan K-Nearest Neighbors digunakan untuk membangun modelBerbagai algoritma machine learning seperti Decision Tree, Random Forest, Support Vector Machine, dan K-Nearest Neighbors digunakan untuk membangun model
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan sistem ini mengalami peningkatan nilai akhir dan tingkat penyelesaian materi secara signifikan.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan sistem ini mengalami peningkatan nilai akhir dan tingkat penyelesaian materi secara signifikan.
UNTAG SMDUNTAG SMD Analisis terhadap tingkat bahaya erosi (TBE) DAS Manubar diperoleh rata-rata erosi sebesar 22,344 ton/ha/tahun, termasuk dalam kelas TBE rendah. Laju erosiAnalisis terhadap tingkat bahaya erosi (TBE) DAS Manubar diperoleh rata-rata erosi sebesar 22,344 ton/ha/tahun, termasuk dalam kelas TBE rendah. Laju erosi
UNTAG SMDUNTAG SMD Penelitian ini menggunakan teknik penginderaan jauh dengan metode analisis visual, menghasilkan akurasi lapangan sebesar 91,7%. Terdapat 8 kelas tutupanPenelitian ini menggunakan teknik penginderaan jauh dengan metode analisis visual, menghasilkan akurasi lapangan sebesar 91,7%. Terdapat 8 kelas tutupan
E JOURNALLPPMUNSAE JOURNALLPPMUNSA Berdasarkan pengukuran debit yang dilakukan di sungai Desa Moyo setelah adanya perubahan tata guna lahan maka debit air pada bulan Januari adalah 0. PenggunaanBerdasarkan pengukuran debit yang dilakukan di sungai Desa Moyo setelah adanya perubahan tata guna lahan maka debit air pada bulan Januari adalah 0. Penggunaan
UNILAUNILA Tanaman dengan dominansi tertinggi dari fase pohon hingga fase semai yaitu durian, kakao dan cempaka. Total karbon atas permukaan yang tersimpan pada hutanTanaman dengan dominansi tertinggi dari fase pohon hingga fase semai yaitu durian, kakao dan cempaka. Total karbon atas permukaan yang tersimpan pada hutan
Useful /
UNTAG SMDUNTAG SMD Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus perhitungan konsumsi pangan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan dari bulan FebruariMetode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus perhitungan konsumsi pangan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari
UNTAG SMDUNTAG SMD Pomelo Melomas mengandung asam askorbat dan senyawa fenolik dalam jumlah tinggi dibandingkan varietas lainnya. Aktivitas antioksidan Shanting dan TambunPomelo Melomas mengandung asam askorbat dan senyawa fenolik dalam jumlah tinggi dibandingkan varietas lainnya. Aktivitas antioksidan Shanting dan Tambun
UNTAG SMDUNTAG SMD Singlurus Pratama terjadi pada klasifikasi Tanah Terbuka Campur Semak dengan luas 256,35 ha (21,35%). Sedangkan pengurangan luas tutupan lahan pada PTSinglurus Pratama terjadi pada klasifikasi Tanah Terbuka Campur Semak dengan luas 256,35 ha (21,35%). Sedangkan pengurangan luas tutupan lahan pada PT
UNTAG SMDUNTAG SMD Pertambahan tinggi semai cabutan salam tertinggi terdapat pada perlakuan S1 dengan rata-rata pertambahan tinggi 30,94cm. Adapun rata-rata pertambahan jumlahPertambahan tinggi semai cabutan salam tertinggi terdapat pada perlakuan S1 dengan rata-rata pertambahan tinggi 30,94cm. Adapun rata-rata pertambahan jumlah