UISUUISU

Jurnal Kedokteran Ibnu NafisJurnal Kedokteran Ibnu Nafis

Asupan protein berperan penting untuk pertumbuhan pada masa remaja. Asupan protein yang tidak seimbang dapat mengakibatkan masalah gizi seperti status protein kurang atau lebih pada remaja, status asupan gizi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai gangguan terutama gangguan sirkulasi tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor. Penelitian bersifat analitik cross sectional. Jumlah sampel penelitian 45 orang yang diambil menggunakan metode non-probability sampling. Data terkumpul merupakan data primer hasil kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Sommersd. Hasil penelitian dari 45 sampel berjenis kelamin laki-laki dengan asupan protein kurang dari angka kecukupan gizi (15,6%), asupan protein besar atau sama dengan angka kecukupan gizi (84,4%), tekanan darah hipotensi (8,9%), tekanan darah normal (75,6%), tekanan darah hipertensi (15,6%). Hasil uji korelasi didapati p value = 0,005 (p<0,05) dan r=-0,248 dengan kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor.

Terdapat hubungan korelasi yang signifikan antara asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor dengan nilai p = 0,005 dan kekuatan korelasi lemah negatif (r = -0,248).Artinya, semakin tinggi asupan protein, semakin rendah tekanan darah, dan sebaliknya.Mayoritas responden memiliki asupan protein yang cukup dan tekanan darah dalam kategori normal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi hubungan antara jenis sumber protein (hewani vs nabati) dengan tekanan darah pada remaja untuk melihat apakah ada perbedaan dampak dari jenis protein tertentu. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengamati bagaimana perubahan asupan protein dari waktu ke waktu memengaruhi perkembangan tekanan darah selama masa remaja. Penelitian juga bisa dikembangkan dengan memasukkan variabel pengganggu seperti asupan garam, aktivitas fisik, dan status berat badan untuk melihat pengaruh kumulatifnya terhadap tekanan darah, sehingga dapat menghasilkan model prediktif yang lebih akurat bagi pencegahan hipertensi sejak usia muda.

  1. HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA | Purwani | Journal of Nutrition College. hubungan... doi.org/10.14710/jnc.v4i4.10159HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA Purwani Journal of Nutrition College hubungan doi 10 14710 jnc v4i4 10159
Read online
File size237.97 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test