STIKESYARSIMATARAMSTIKESYARSIMATARAM
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi MataramJurnal Ilmiah STIKES Yarsi MataramInfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang karena tingginya angka kesakitan dan kematian akibat ISPA pada balita. Penyakit ISPA masuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak di NTB dengan jumlah kunjungan tertinggi yaitu 174.213. Terdapat 3 faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak dan faktor perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang lingkungan fisik rumah balita yang mengalami ISPA. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain crossectional study. Jumlah sampel 20 orang ibu yang mempunyai balita berusia 0-59 bulan yang mengalami ISPA.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang lingkungan fisik dan tanda gejala ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ventilasi, suhu rumah, dan kepadatan hunian hampir seluruhnya tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu sebanyak 85%-95% responden, kelembaban rumah responden sebagian besar tidak memenuhi syarat sebanyak 75%, sebanyak 95% responden menggunakan jenis bahan bakar memasak tradisional dan sebagian besar penggunaan obat anti nyamuk tidak memenuhi syarat (70%), dan sebagian besar responden merokok di dalam rumah (60%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan perilaku dan lingkungan fisik rumah balita yang menderita ISPA sebagian besar tidak memenuhi syarat kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lingkungan fisik rumah dan perilaku responden pada balita penderita ISPA tidak memenuhi syarat kesehatan.Beberapa variabel lingkungan fisik rumah sudah memenuhi syarat kesehatan namun ISPA masih terjadi pada balita.Hal ini dikarenakan masih ada variabel lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat seperti ventilasi, suhu ruangan, kelembaban udara dan kepadatan hunian.Selain itu juga perilaku responden yang masih menunjukan belum memenuhi syarat kesehatan seperti adanya responden yang merokok didalam rumah, memasak menggunakan bahan bakar tradisional dan menggunakan anti nyamuk yang dibakar.
Berdasarkan latar belakang penelitian mengenai lingkungan fisik rumah dan ISPA pada balita, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan pengetahuan ibu mengenai pentingnya lingkungan rumah yang sehat dalam mencegah ISPA pada balita. Hal ini penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan rumah. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan rumah yang paling signifikan berkontribusi terhadap risiko ISPA pada balita, serta untuk mengetahui pola perkembangan ISPA seiring waktu. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi kesehatan mengenai lingkungan rumah sehat dalam menurunkan angka kejadian ISPA pada balita. Program edukasi ini dapat melibatkan penyuluhan, demonstrasi, dan penyediaan alat-alat sederhana untuk meningkatkan kualitas lingkungan rumah.
- HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI | Medhyna | Maternal Child Health Care.... ojs.fdk.ac.id/index.php/MCHC/article/view/589HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI Medhyna Maternal Child Health Care ojs fdk ac index php MCHC article view 589
- Hubungan Lingkungan Fisik dan Tindakan Penduduk dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas... jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/215Hubungan Lingkungan Fisik dan Tindakan Penduduk dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas jurnal fk unand ac index php jka article view 215
| File size | 275.42 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWAHAUNWAHA Tujuan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi pernikahan dini ini untuk memberikan edukasi kepada remaja di Desa Selaawi mengenai bahaya pernikahanTujuan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi pernikahan dini ini untuk memberikan edukasi kepada remaja di Desa Selaawi mengenai bahaya pernikahan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Namun masih ada beberapa pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan ataupun juga tidak mematuhi peraturan PPKM yang ditetapkan. Hal itu dilakukanNamun masih ada beberapa pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan ataupun juga tidak mematuhi peraturan PPKM yang ditetapkan. Hal itu dilakukan
UMCUMC Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Kepala Desa dan BUM Desa Arya Kamuning Kaduela dalamTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat oleh Kepala Desa dan BUM Desa Arya Kamuning Kaduela dalam
UMCUMC Kemajuan teknologi dan internet tidak hanya memunculkan media baru namun sudah menjadi kebutuhan manusia untuk berinteraksi dan bersosialisasi, salah satunyaKemajuan teknologi dan internet tidak hanya memunculkan media baru namun sudah menjadi kebutuhan manusia untuk berinteraksi dan bersosialisasi, salah satunya
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Terdapat (14. 1%) remaja yang juga mendapatkan informasi dari teman sebaya dengan pengetahuan cukup (8. 2%) dan baik (2. 4%) dibandingkan dengan sumberTerdapat (14. 1%) remaja yang juga mendapatkan informasi dari teman sebaya dengan pengetahuan cukup (8. 2%) dan baik (2. 4%) dibandingkan dengan sumber
UMSBUMSB World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2030 ada sekitar 1,2 miliar perempuan yang berusia di atas 50 tahun meningkat sekitar 3%. TujuanWorld Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2030 ada sekitar 1,2 miliar perempuan yang berusia di atas 50 tahun meningkat sekitar 3%. Tujuan
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Namun, rasa takut terinfeksi virus masih tetap ada. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan budaya, rindu rumah, serta tekanan baru akibat pandemi,Namun, rasa takut terinfeksi virus masih tetap ada. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan budaya, rindu rumah, serta tekanan baru akibat pandemi,
UINSAIDUINSAID Manajemen kecemasan dapat dilakukan melalui tiga teknik, yaitu regulasi emosi untuk mengubah emosi negatif menjadi respons yang lebih adaptif, cognitiveManajemen kecemasan dapat dilakukan melalui tiga teknik, yaitu regulasi emosi untuk mengubah emosi negatif menjadi respons yang lebih adaptif, cognitive
Useful /
UNWAHAUNWAHA Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang kreatif dan relevan secara budaya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi matematikaDapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang kreatif dan relevan secara budaya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi matematika
UNWAHAUNWAHA (3). Edukasi, meliputi kemampuan peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Keagamaan, meliputi Peningkatan pemahaman(3). Edukasi, meliputi kemampuan peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Keagamaan, meliputi Peningkatan pemahaman
UKSWUKSW Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pajak korporat meningkatkan nilai perusahaan, dan nilai tersebut dapat lebih maksimal ketika perusahaan memanfaatkanPenelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pajak korporat meningkatkan nilai perusahaan, dan nilai tersebut dapat lebih maksimal ketika perusahaan memanfaatkan
UKSWUKSW Penelitian ini dilakukan untuk menguji bagaimana pengaruh perubahan nilai tukar USD/IDR sebelum dan selama pandemi COVID-19, serta mengetahui perbedaanPenelitian ini dilakukan untuk menguji bagaimana pengaruh perubahan nilai tukar USD/IDR sebelum dan selama pandemi COVID-19, serta mengetahui perbedaan