UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Agresi siber menjadi masalah yang cukup menjadi perhatian pada masa Pemilu Indonesia 2024. Orientasi dominasi sosial menjadi salah satu faktor yang diduga berkolerasi dengan perilaku agresi siber. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan prediktif antara orientasi dominasi sosial dengan perilaku agresi siber dalam konteks Pemilu Indonesia 2024 di media sosial X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden yang menjadi sampel sebanyak 286 pengguna X berusia 22–40 tahun dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Social Dominance Orientation-7 (SDO-7) dan Cyber Aggression Questionnaire for Adolscents (CYBA). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa orientasi dominasi sosial memprediksi atau berkontribusi sebesar 10.7% terhadap perilaku agresi siber pada masa Pemilu Indonesia 2024 di X (R2 = 0.107; F[1; 284] = 33.885; p < 0.05).

Penelitian ini menemukan hubungan positif yang lemah antara orientasi dominasi sosial dan perilaku agresi siber pada pengguna X selama Pemilu Indonesia 2024.Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi dominasi sosial berkontribusi sebesar 10,7% terhadap variasi perilaku agresi siber.Hal ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain selain orientasi dominasi sosial juga berperan penting dalam memengaruhi perilaku agresi siber.Penelitian ini menekankan pentingnya mengatasi faktor psikologis dan sosial untuk mengurangi agresi siber, serta mengembangkan strategi pendidikan dan intervensi yang ditargetkan untuk meningkatkan lingkungan media sosial.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap perilaku agresi siber selain orientasi dominasi sosial, seperti pengaruh kelompok sebaya, paparan terhadap konten ekstrem, dan tingkat literasi digital. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan longitudinal untuk memahami bagaimana orientasi dominasi sosial berkembang seiring waktu dan bagaimana hal ini memengaruhi perilaku agresi siber dalam jangka panjang. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas berbagai intervensi, seperti program pendidikan media sosial dan kampanye kesadaran, dalam mengurangi perilaku agresi siber dan meningkatkan kesadaran tentang dampak negatifnya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika agresi siber dan mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengatasinya, sehingga menciptakan lingkungan daring yang lebih aman dan konstruktif bagi seluruh masyarakat.

  1. [1901.02672] Cyber Security Awareness Campaigns: Why do they fail to change behaviour?. cyber security... arxiv.org/abs/1901.026721901 02672 Cyber Security Awareness Campaigns Why do they fail to change behaviour cyber security arxiv abs 1901 02672
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/t46233-000APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 t46233 000
  3. Social Dominance Orientation as a Predictor of Cyber Aggression Behavior During the 2024 Indonesian General... journal2.um.ac.id/index.php/JSPsi/article/view/54714Social Dominance Orientation as a Predictor of Cyber Aggression Behavior During the 2024 Indonesian General journal2 um ac index php JSPsi article view 54714
Read online
File size347.43 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test