NALANDANALANDA
Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian DhammaDhammavicaya : Jurnal Pengkajian DhammaHasil belajar penting bagi seorang anak untuk dapat memiliki kemampuan dan juga memiliki pengetahuannya. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data empiris yang dikumpulkan terdiri dari dua variabel bebas yaitu Motivasi Belajar (X1) dan Inovasi Organisasi (X2) dengan variabel terikat yaitu Hasil Belajar (Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif menggunakan kuisioner yang dikembangkan melalui indikator masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis korelasional tiga variabel terkonfirmasi. Dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat Pengaruh positif (X1) terhadap (Y) dengan persamaan regresi Ŷ= 23,349 0,812 X1, (2) Terdapat Pengaruh (X2) terhadap (Y) dengan persamaan regresi Ŷ= 23,749 0,827 X 2 , (3) Terdapat Pengaruh (X1) dan (X2) secara bersama-sama terhadap (Y) dengan persamaan regresi Ŷ= 24 ,159 1,229 X1 – 0,483 X2. Nilai koefisien regresi Motivasi Belajar (X1) adalah 0,812, artinya jika variabel Motivasi Belajar (X1) meningkat 1% dengan asumsi Inovasi Organisasi (X2) dan Konstanta (a) adalah 0 (nol) maka Hasil Belajar (Y) meningkat sebesaar 0,812, hal tersebut menunjukan bahwa variabel Motivasi Belajar (X1) berkontribusi positif bagi Hasil Belajar (Y).
Hasil pengujian hipotesis pengaruh Motivasi Belajar (X1) terhadap Hasil Belajar siswa (Y) dengan persamaan regresi Ŷ= 23,349 0,812 X1, berbentuk linier (garis lurus), yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung= 163,980, skor pada Ftabel (0,05.Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y.Berdasarakan perhitungan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Motivasi Belajar (X1) ditingkatkan sebesar satuan, maka Hasil Belajar (Y) diprediksi akan meningkat sebesar 0,812 dengan konstanta sebesar 23,349.Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Hasil Belajar (Y), maka nilai Motivasi Belajar (X1) bertambah sebesar 0,812.Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X1 terhadap variabel Y adalah positif.Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1 = 0,749, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat.Skor koefisien determinasi Motvasi Belajar (X1) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y1= 0,560 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Motivasi Belajar (X1) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 56 %.Sisanya sebesar 44% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y).Hasil pengujian hipotesis pengaruh hubungan fungsional antara Inovasi Organisasi (X2) terhadap Hasil Belajar (Y) siswa dengan persamaan regresi Ŷ= 23,749 0,827 X2, berbentuk linier (garis lurus), yang dibuktikan dengan uji linieritas dengan nilai Fhitung= 153,323, skorpada Ftabel (0,05.Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y.Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y.Berdasarakan perhitungan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atau regresi adalah linier, artinya apabila Inovasi Organisasi (X2) ditingkatkan sebesar satuan, maka Hasil Belajar (Y) diprediksi akan meningkat 0,827 dengan konstanta sebesar 23,749.Hal ini memberikan arti bahwa setiap penambahan 1% nilai Hasil Belajar (Y), maka nilai Inovasi Organisasi (X2) bertambah sebesar 0,827.Koefisien Regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X2 terhadap variabel Y adalah positif.Skor koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry2 = 0,738, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat.Skor koefisien determinasi Inovasi Organisasi (X2) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y2= 0,545 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Inovasi Organisasi (X2) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 54,5 %.Sisanya sebesar 46,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y).Hasil pengujian hipotesis pengaruh hubungan fungsional antara Motivasi Belajar (X1) dan Inovawi Organisasi (X2) secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) siswa dengan persamaan regresi Ŷ= 24,159 1,229 X1 – 0,483 X2.Dengan nilai Fhitung sebesar 82,357 dengan skor pada Ftabel (0,05.Persyaratan Fhitung > Ftabel artinya terdapat pengaruh terhadap Variabel Y.Berdasarakan perhitungan tersebut diatas 82,357 > 3,07.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Belajar (X1) dan Inovasi Organisasi (X2) secara bersama- sama berpengaruh terhadap Hasil Belajar siswa SMA Swasta yang beragama Buddha di Kota Denpasar (Y).2 = 0,751, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk kategori kuat.Skor koefisien determinasi Motivasi Belajar (X1), Inovasi Organisasi (X2) secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar r2y1.2= 0,565 Hal ini yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel Motivasi Belajar (X1) dan Inovasi Organisasi (X2) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 56,5 %.Sisanya sebesar 44,5% disumbangkan oleh variabel-variabel lain yang memiliki hubungan dengan Hasil Belajar (Y) siswa.Secara umum dapat disimpulkan bahwa Motivasi Belajar (X1) dan Inovasi Organisasi (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar (Y) siswa SMA swasta beragama Buddha di kota Denpasar.Dari variabel tersebut tidak semerta-merta menjadi faktor utama pada siswa SMA swasta beragama Buddha di kota Denpasar dalam memengaruhi Hasil Belajar, manajemen sekolah harus bisa mengamati faktor lain seperti kesesuaian minat, kepuasan layanan murid, tingkat partisipasi, dan faktor lainnya yang tidak di teliti di dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas inovasi organisasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar, seperti kesesuaian minat, kepuasan layanan murid, dan tingkat partisipasi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam pembelajaran agama Buddha yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami dinamika pembelajaran agama Buddha dan meningkatkan hasil belajar siswa.
| File size | 583.87 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSULBARUNSULBAR Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan diversifikasi produk olahan pangan sehat jewawut (Setaria italica (L. ) P. Beauv. ) sebagai peluangKegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan diversifikasi produk olahan pangan sehat jewawut (Setaria italica (L. ) P. Beauv. ) sebagai peluang
UNHASAUNHASA Kabupaten Probolinggo menempati urutan kedua kasus TB tertinggi di Jawa Timur. Hingga 18 Maret 2025, dari target 16.466 terduga, ditemukan 3. 532 kasusKabupaten Probolinggo menempati urutan kedua kasus TB tertinggi di Jawa Timur. Hingga 18 Maret 2025, dari target 16.466 terduga, ditemukan 3. 532 kasus
UNHASAUNHASA Hasil analisis menunjukkan bahwa semua data dinyatakan valid karena nilai uji Pearson lebih dari 0,2272. Kuesioner ini memiliki reliabilitas yang baikHasil analisis menunjukkan bahwa semua data dinyatakan valid karena nilai uji Pearson lebih dari 0,2272. Kuesioner ini memiliki reliabilitas yang baik
NALANDANALANDA Persamaan regresi: Ŷ1,2 = 49,013 0,835X1 0,698X2. Sehingga untuk pengoptimalan kinerja guru maka diperlukan sebuah kebijakan maupun regulasi dalam peningkatanPersamaan regresi: Ŷ1,2 = 49,013 0,835X1 0,698X2. Sehingga untuk pengoptimalan kinerja guru maka diperlukan sebuah kebijakan maupun regulasi dalam peningkatan
NALANDANALANDA Umat Buddha di Bali tidak terpengaruh oleh sistem kasta dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun budaya.meskipun masih menerapkan tradisi nama dan gelar,Umat Buddha di Bali tidak terpengaruh oleh sistem kasta dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun budaya.meskipun masih menerapkan tradisi nama dan gelar,
NALANDANALANDA Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perspektif Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) dalam melihat pentingnya menyokong lembaga pendidikanPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perspektif Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) dalam melihat pentingnya menyokong lembaga pendidikan
NALANDANALANDA Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Nilai variabel Iklim Sekolah dan Disiplin Dirisecara bersama- sama dengan Nilai variabel Hasil BelajarTerdapat hubungan positif dan signifikan antara Nilai variabel Iklim Sekolah dan Disiplin Dirisecara bersama- sama dengan Nilai variabel Hasil Belajar
NALANDANALANDA Terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel kecerdasan spiritual dengan variabel kinerja guru Sekolah Minggu Buddha (SMB) Chong-De Se-SumateraTerdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel kecerdasan spiritual dengan variabel kinerja guru Sekolah Minggu Buddha (SMB) Chong-De Se-Sumatera
Useful /
STTSETIASTTSETIA Intervensi edukatif dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi berbasis kasus, serta refleksi teologis yang kontekstual. Program ini merujuk pada kerangkaIntervensi edukatif dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi berbasis kasus, serta refleksi teologis yang kontekstual. Program ini merujuk pada kerangka
STTSETIASTTSETIA Peserta mampu merancang model pembelajaran digital yang responsif terhadap tantangan teknologi serta menegaskan pentingnya panggilan guru dalam kerangkaPeserta mampu merancang model pembelajaran digital yang responsif terhadap tantangan teknologi serta menegaskan pentingnya panggilan guru dalam kerangka
UMJ PremiumUMJ Premium Menganalisa elemen pelat yang kompleks, peneliti menggunakan metode numerik, dalam hal ini metode elemen hingga. Metode elemen hingga sudah banyak digunakanMenganalisa elemen pelat yang kompleks, peneliti menggunakan metode numerik, dalam hal ini metode elemen hingga. Metode elemen hingga sudah banyak digunakan
UMJ PremiumUMJ Premium Dengan mempertahankan nilai EI pada tiap ketinggian, mendapatkan gaya geser dasar tiang pier mengecil pada setiap bertambahnya ketinggian. Sedangkan denganDengan mempertahankan nilai EI pada tiap ketinggian, mendapatkan gaya geser dasar tiang pier mengecil pada setiap bertambahnya ketinggian. Sedangkan dengan