UNHASAUNHASA

JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan sekitar 8,2 juta kasus baru setiap tahun. Strategi End TB WHO menargetkan penghentian epidemi TB pada 2035 dengan tingkat keberhasilan pengobatan ≥90%. Kabupaten Probolinggo menempati urutan kedua kasus TB tertinggi di Jawa Timur. Hingga 18 Maret 2025, dari target 16.466 terduga, ditemukan 3.532 kasus dengan 713 pasien positif (21%). Namun, hanya 638 (89%) yang terdaftar memulai terapi, dan capaian pengobatan tetap 21%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cognitive behavioral therapy (CBT) terhadap kepatuhan dan kesadaran diri pasien TB kategori “loss to follow-up (LTFU). Desain yang digunakan adalah metode campuran (sequential exploratory). Tahap pertama berupa penelitian kualitatif fenomenologi untuk menggali fenomena perilaku pasien TB yang tidak berobat melalui FGD dan wawancara yang dianalisis tematis. Tahap kedua merupakan pra-eksperimen dengan desain one-group pre-post test pada 40 pasien LTFU dari populasi 45 orang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa konseling oleh pakar keperawatan jiwa selama 4 minggu (1 kali/minggu, 6 sesi, 30–40 menit). Hasil menunjukkan pemahaman dan pengalaman dalam pengobatan TB, pasien merasa malu dan khawatir terhadap lamanya pengobatan. CBT terbukti meningkatkan kepatuhan dan kesadaran diri, sehingga direkomendasikan diterapkan pada pasien maupun keluarga.

Penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi CBT, tingkat kepatuhan pasien TB “loss to follow‑up meningkat dari 92,5 % (rendah) menjadi 65,0 % (sedang) dan 17,5 % (tinggi), serta self‑awareness meningkat dari 85 % (rendah) menjadi 45 % (tinggi) dan 45 % (sedang).Analisis statistik menunjukkan pengaruh signifikan pendekatan CBT terhadap kepatuhan dan self‑awareness (p < 0,001).Oleh karena itu, disarankan agar konseling berbasis CBT diintegrasikan ke layanan kesehatan TB dan petugas kesehatan dilatih untuk memberikan dukungan psikososial berbasis CBT.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas CBT dengan desain randomised controlled trial yang melibatkan kelompok kontrol untuk memastikan keabsahan hasil serta menguji variasi durasi intervensi. Selain itu, studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan meliputi berbagai wilayah geografis dapat menilai keberlanjutan peningkatan kepatuhan dan self‑awareness dalam jangka panjang serta mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi hasil. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat menggali mekanisme psikologis spesifik yang dipengaruhi oleh CBT, seperti perubahan persepsi stigma dan motivasi internal, untuk mengembangkan modul konseling yang lebih terpersonalisasi dan dapat diadaptasi oleh tenaga kesehatan di tingkat fasilitas primer.

  1. Prediagnostic loss to follow-up in an active case finding tuberculosis programme: a mixed-methods study... doi.org/10.1136/bmjopen-2019-033706Prediagnostic loss to follow up in an active case finding tuberculosis programme a mixed methods study doi 10 1136 bmjopen 2019 033706
  2. Cognitive therapy for depression in tuberculosis treatment: protocol for multicentre pragmatic parallel... bmjopen.bmj.com/content/14/6/e083483Cognitive therapy for depression in tuberculosis treatment protocol for multicentre pragmatic parallel bmjopen bmj content 14 6 e083483
  3. Tuberculosis stigma as a social determinant of health: a systematic mapping review of research in low... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S120197121631195XTuberculosis stigma as a social determinant of health a systematic mapping review of research in low linkinghub elsevier retrieve pii S120197121631195X
Read online
File size545.86 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test