UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Analisa elemen pelat terus berkembang sehubungan dengan semakin kompleksnya bentuk struktur. Menganalisa elemen pelat yang kompleks, peneliti menggunakan metode numerik, dalam hal ini metode elemen hingga. Metode elemen hingga sudah banyak digunakan dalam menganalisa pelat elemen, peneliti terus berlomba dalam mengembangkan elemen pelat dan cangkang yang dapat diaplikasi dalam berbagai kondisi dan mempunyai akurasi yang tinggi. Penggunaan elemen segitiga menarik perhatian peneliti karena simplisitas dan fleksibilitas dalam mendiskritisasi elemen yang kompleks. Elemen segitiga tiga nodal MITC3 (Mixed Interpolation of Tensorial Components) merupakan salah satu elemen pelat yang menggunakan elemen segitiga dan merupakan elemen pelat yang terkenal serta banyak digunakan oleh perangkat lunak komersial. Penelitian tentang elemen MITC3 sudah banyak dilakukan terutama dalam kasus statik, pada penelitian ini peneliti menganalisa elemen pelat isotropik MITC3 pada kasus tekuk yang diberi beban mekanikal berupa beban in-plane uniaksial dan biaksial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat konvergensi elemen pelat isotropik MITC3 pada kasus tekuk, penelitian ini diawali dengan melakukan studi literatur, selanjutnya menguji kinerja dan perilaku konvergensi elemen pelat MITC3 pada kasus pelat persegi dengan memvariasikan rasio panjang terhadap tebalnya. Hasil analisa akan dibandingkan dengan referensi yang ada di literatur.

Analisis tekuk pelat isotropik dengan elemen MITC3 menunjukkan bahwa elemen tersebut konvergen terhadap solusi referensi baik untuk beban uniaksial maupun biaksial, serta untuk pelat tebal (L/h=20) dan tipis (L/h=1000).Selain itu, beban tekuk kritis yang dihasilkan oleh beban uniaksial lebih besar dibandingkan beban biaksial.Hasil ini menegaskan keandalan elemen MITC3 dalam analisis tekuk pada berbagai kondisi geometris dan beban.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas aplikasi elemen MITC3 dengan melakukan analisis vibrasi bebas pada pelat isotropik di bawah berbagai kondisi batas, sehingga dapat mengevaluasi kinerja dinamis elemen tersebut. Selain itu, diperlukan studi tentang penerapan MITC3 pada pelat anisotropik atau komposit untuk menilai kemampuan konvergensi dan akurasi pada material yang lebih kompleks. Selanjutnya, perbandingan kinerja MITC3 dengan elemen segitiga alternatif seperti DKMQ dan metode elemen hingga halus berbasis tepi (edge‑based smoothed FEM) dalam analisis tekuk dan vibrasi, dilengkapi dengan validasi eksperimental, akan memberikan gambaran komprehensif tentang kelebihan dan keterbatasan masing‑masing pendekatan.

Read online
File size230.84 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test